Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

30.12.11

Tanaman benguk


Mucuna pruriens
Tanaman benguk (Mucuna pruriens var. utilis) termasuk tanaman berumur panjang, lebih dari dua tahun. Tanaman benguk berbentuk perdu dan tergolong tanaman yang melilit, dan merambat pada pagar atau batang tanaman. Daun benguk berbentuk segitiga yang panjangnya dapat mencapai 10 cm. Buahnya mengerombol pada batang dan termasuk jenis buah polong-polongan. Panjang buah antara 5 – 8 cm dan berisi sekitar 7 biji. Jika buah benguk telah tua, bulu-bulu halus yang tadinya berwarna coklat muda berubah menjadi hitam.
Biji benguk umumnya sebesar ujung kelingking, bentuknya mendekati persegi dengan ketebalan sekitar 5 mm. Kerusakan biji selama penyimpanan lebih kecil dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan lainnya. Warna luar biji benguk bermacam-macam, misalnya putih bercak-bercak hitam, merah ungu berbintik-bintik coklat, hitam, dan putih bersih (Haryoto, 2004).
 Ditinjau dari taksonomi tanaan kacang Mucuna pruriens L adalah sebagai berikut :
Divisi                   :  Spermatophyla
Subdivisi             :  Angiospermae
Kelas                   :  Dicotyledonae
Bangsa                :  Resales
Suku                    :  Leguminosae
Marga                  :  Mucuna
Jenis                    :  Mucuna pruriens
Nama umum        :  Kara benguk


2.1.2. Manfaat kara benguk
Manfaat benguk yang paling bermanfaat adalah bijinya. Pemanfaatan biji benguk hampir serupa dengan biji kedelai, yakni sebagai sumber bahan makanan. Sebagian masyarakat sudah terbiasa memanfaatkan buah benguk yang masih muda sebagai sayur dan bijinya yang sudah tua (kering) sebagai bahan baku tempe benguk. Di samping itu, biji benguk juga banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan lain, misalnya criping, kecap, dan sebagainya.
Biji benguk lebih keras daripada biji kedelai, dan mengandung asam sianida (HCN) yang bersifat racun. Asam sianida (HCN) tersebut mudah dihilangkan dengan cara yang sederhana, yakni dengan direndam dalam air bersih selama 24 – 48 jam (1 – 2 hari). Selama perendaman, setiap 6 – 8 jam sekali airnya diganti. Dengan perlakuan perendaman ini, maka biji benguk akan bersih dari racun asam sianida (HCN) sehingga aman bagi konsumen.
Upaya mempopulerkan tanaman benguk dan hanya pengolahannya perlu diusahakan terus menerus karena benguk berpotensi untuk mendampingi kedelai sebagai sumber protein nabati. Ditinjau dari nilai gizinya, benguk merupakan sumber protein yang murah jika dibandingkan dengan biji kedelai atau bahan lainnya (Haryoto, 2004).
  
Tabel 1. Perbandingan kandungan protein dan harga biji benguk, kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah.


No.
Nama Bahan
Kandungan
protein
Harga
Per kg
Harga protein per g
1
2
3
4
Benguk
Kedelai
Kacang hijau
Kacang tanah
24%
35%
22%
25%
Rp 1.100,00
Rp 3.400,00
Rp 4.400,00
Rp 6.000,00
Rp 4,53
Rp 6,36
Rp 20,00
Rp 24,00
Sumber : (Haryoto, 2004) data harga di pasaran Yogyakarta bulan mei 1998.
Selain kandungan proteinnya tinggi, benguk juga merupakan sumber kalsium yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang. Nilai gizi biji benguk dapat disimak pada tabel berikut.


Tabel 2. Komposisi Kimia Kacang Koro benguk
No.
Zat gizi
Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Kalori (kal)
Protein (g)
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
Kalsium (mg)
Fosfor (mg)
Besi (mg)
Vitamin A (S.I.)
Vitamin B1 (mg)
Vitamin C (mg)
Air (g)
Bagian dapat dimakan (%)
332,0
24,0
3,0
55,0
130,0
200,0
2,0
70,0
0,3
0
15,0
95,0
 Sumber : Direktorat Gizi Depkes RI, (1979) di dalam Haryoto (2004)

.... dari berbagai sumber ....