Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

13.1.10

Sosialisasi Pilpres

Pemilihan Presiden (Pilpres) merupakan sarana pengembangan demokrasi dengan investasi yang sangat besar. Demikian pula dengan pelaksanaan Pilpres 2009, tidak sedikit potensi pemikiran, tenaga, waktu dan biaya diluangkan dan ditanamkan. Dalam Pilpres 2009 mengemuka tuntutan nyata berkaitan dengan kepedulian masyarakat melalui harapan-harapan “reformasi”. Setidaknya masyarakat luas akan melihat serta memberikan penilaian atas implementasi dan optimalisasi segenap potensi yang diharapkan dapat memberikan perubahan-perubahan sesuai dengan yang diharapkan bersama.

Penyelenggaraan Pilpres (baik secara langsung maupun tidak langsung) akan memberikan pengaruh terhadap bobot kualitas sistem Pilpres dan hasil-hasilnya. Kepercayaan masyarakat luas penyelenggaraan Pilpres 2009 merupakan “kata kunci” dalam penumbuhan partisipasi aktif masyarakat. Di sisi lain penyelenggara Pilpres 2009 diharapkan mampu memfasilitasi dan mengakomodasi kehendak masyarakat, dengan mengkajiulang serta mengevaluasi berbagai kekurangan-kekurangan (baik teknis maupun substantif) yang terjadi saat penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 berlangsung. Hal ini didukung pula oleh sorotan kritis baik terhadap sistem Pilpres dan bahkan terhadap sistem kepartaian dan sistim perwakilan yang memang tidak terpisahkan dari sistem Pemilihan Umum (Pemilu). Perkembangan dan sikap kritis yang muncul ini seyogyanya dipertimbangkan sebagai bahan masukan yang konstruktif bagi penyempurnaan sistem Pilpres yang akan datang.

Pilpres yang meniscayakan terjadinya perubahan atau perbaikan lembaga politik seharusnya mampu menjadi wahana pencerdasan dan pendewasaan politik masyarakat di tingkat bawah. Pilpres juga harus mampu mereformasi setiap dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara menuju demokratisasi yang sejati. Bagi kita yang sebelumnya terbebas dari virus orde baru dan masa transisi reformasi, Pilpres 2009 merupakan satu ujian yang menentukan kontinuitas bangsa ini sebagai negara demokrasi dan negara hukum, pada pemilihan inilah kita mempertaruhkan masa depan bangsa ini; hancur luluh; disintegrasi atau bangkit menyongsong demokrasi. Di samping menentukan seorang pemimpin kenegaraan, kepemerintahan dan format kepemimpinan yang memiliki legitimasi rakyat, Pilpres juga merupakan ujian khusus bagi itikad semua warga yang ingin membangun kehidupan yang lebih beradab.

Pilpres dengan sistem dan operasional yang baik dan tepat akan mampu mewujudkan partisipasi nyata seluruh lapisan masyarakat dalam kehidupan politik dalam konteks berbangsa dan bernegara. Dengan aturan main yang jelas dan benar, maka dimungkinkan untuk mendapatkan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang berkualitas.

Pendidikan politik mengenai Pilpres, baik oleh pemerintah, partai politik, LSM maupun oleh organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, mutlak diperlukan agar masyarakat bisa menentukan pilihannya secara rasional demi terwujudnya tujuan Pilpres 2009 yang lebih optimal. Jangan hanya karena ketidaktahuan, ketakutan atau berdasarkan hal-hal yang bersifat ideologis (fanatik buta), emosional dan patron klien belaka, rakyat menentukan siapa pemimpinnya.

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpin saat ini sudah sangat rendah (krisis kepercayaan yang akut) dapat menimbulkan apatisme berlebihan dari masyarakat dalam mengikuti kehidupan politik. Apabila tidak disikapi dan ditindaklanjuti secara arif oleh semua pihak, akan menimbulkan dampak yang lebih parah lagi. Sudah saatnya rakyat yang biasanya hanya dijadikan objek oleh partai-partai politik, menjadi subjek yang menentukan hitam putihnya bangsa ini. Dengan demikian, bukan cek kosong yang dia terima tetapi saluran aspirasi yang lebih nyata.

Untuk itu, makna penyelenggaraan Pilpres 2009 sangat berarti dalam menentukan format bangsa ke depan dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan demokratis.

Semua tantangan dan espektasi di atas akan timbul manakala semua elemen masyarakat dari mulai yang terkecil sampai komunitas yang mayoritas melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi tumbuh kembangnya proses demokratisasi yang sudah semenjak lama diharapkan. Maka dari itu dalam mewujudkan harapan di atas, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Al-Ghifari, dalam rangka meningkatkan pemahaman, aktualisasi dan sekaligus sosialisasi proses penyelenggaraan Pilpres 2009 serta memberikan penyadaran peran partisipasi politik masyarakat, akan menyelenggarakan Dialog Publik Pendidikan Politik yang bertema “Pilpres 2009: Upaya Transformasi dan Partisipasi Politik Masyarakat demi Mewujudkan Masyarakat Demokratis”.