Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

12.1.10

Mahkota Dewa

Mahkota Dewa

(Phaleria macrocarpa)

[Scheff.] Boerl.)

Familia

Thymelaeaceae

Mahkota dewa dapat ditemukan dipekarangan sebagai tanaman hias atau di kebun-kebun sebagai tanaman peneduh.

Asal tanaman mahkota dewa masih belum diketahui. Menilik nama botaninya Phaleria papuana, banyak orang yang memperkirakan tanaman ini populasi aslinya dari tanah papua, Irian Jaya. Disana memang bisa ditemukan tanaman ini. Mahkota dewa tumbuh subur ditanah yang gembur dan subur pada ketinggian 10-1.200 m dpl.

Perdu menahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m. Batangnya bulat, permukaannya kasar, warnanya coklat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnanya hijau tua, panjang 7-10 cm, dan lebar 2-5 cm.

Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, berbentuk tabung, berukuran kecil, berwarna putih, dan harum.

Buahnya berbentuk bulat, berdiameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setelah masak. Daging buah berwarna putih, berserat dan berair.

Biji bulat, keras, berwarna coklat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecoklatan. Perbanyakan bisa dilakukan dengan cangkok dan bijinya.

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun,, daging, dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan dalan keadaan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan.

Kegunaan dan cara pemakaian

Belum diketahui dosis efektif yang aman dan bermanfaat dari tanaman ini. Untuk obat yang diminum, gunakan beberapa irisan buah kering (tanpa biji). Selama beberapa hari, dosis ditingkatkan sedikit demi sedikit, sampai dirasakan manfaatnya. Untuk penyakit berat, seperti kanker dan psoriasis, dosis pemakaian kadang harus lebih besar agar mendapat manfaat perbaikan. Tanaman mahkota dewa ini mempunyai efek samping.

1. Disentri

Rebus kulit buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan (15 g) dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus. Lakukan 2-3 kali dalam sehari.

2. Psoriasis

Belah buah mahkota dewa segar (tiga buah), bijinya dibuang, lalu iris tipis-tipis dan jemur sampai kering. Rebus simplisia ini dengan satu liter air dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus sampai airnya tersisa seperempatnya. Setelah dingin , saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing separuhnya. Jika timbul gejala keracunan, turunkan dosis atau hentikan penggunaanya.

3. Eksim, gatal-gatal

Cuci daun mahkota dewa segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit, lalu balut. Ganti 2-3 kali dalam sehari.

Catatan :

Penggunaan tanaman obat harus berdasarkan asas manfaat dan keamanan.

Tanaman ini bermanfaat untuk penyembuhan berbagai penyakit. Tetapi, dalam menggunakan ramuan obat ini kita harus berhati-hati karena buah ini mengandung racun, dan kemungkinan bisa menyebabkan keracunan akut sampai kronis.

Bagian buah, terutama bijinya beracun.

Jika buah mahkota dewa yang segar kita makan langsung, dapat menyebabkan bengkak pada mulut, sariawan, memabukkan dan kejang-kejang hingga pingsan.

Apabila digunakan dengan dosis yang berlebihan dalam waktu lama bisa menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala kronis. Ibu-ibu yang sedang hamil dilarang mengkonsumsi makanan ramuan obat tanaman mahkota dewa ini.

KANDUNGAN

Daun mahkota dewa mengandung antihistamin, alkaloid, saponin, dan polifenol (lignin). Kulit buah mahkota dewa mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid.



Sumber : Buku Sehat dengan Tanaman Obat (Ir. PADMIARSO M. WIJOYO, 2008)