Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

13.1.10

Jamur Merang

PENDAHULUAN

Untuk budidaya jamur merang tidak bisa dibilang gampang, selain membutuhkan bahan bahan yang mungkin sulit diperoleh pada daerah daerah tertentu, jamur merang merupakan tumbuhan micro (fungi), yang termasuk tumbuhan yang sangat mudah terserang penyakit dan sangat mudah ditumbuhi jamur lain pada saat penanaman jamur merang.Dari sepotong jamur (irisan jamur) bukan satu buah tapi sepotong kecil, bisa ditanam menjadi ratusan bahkan ribuan kumbung jamur, yang pada saat panen 1 kumbung bisa menghasilkan 50 kg jamur sampai 100 kg jamur. Karena pada saat pembibitan jamur merang ini sudah menggunakan teknologi yang tergolong canggih, kultur jaringan, coba baca disini mengenai Jamur Merang.

Mengena proses pembibitannya sendiri melalui beberapa tahap seperti, tahap isolasi, pembuatan bibit, budidaya jamur, pengolahan jamur. Sebagian dari tahap tahap tersebut adalah sebagai berikut

MEMBUAT KUMBUNG (Tahap Isolasi)

Pembuatan kumbung masing-masing petani mempunyai ukuran tetapi secara garis besarnya ukuran kumbung berdasarkan selera, jumlah hasil yang ingin dicapai dan kemampuan dalam menangani perawatan kumbung.

Pertimbangan teknik pembuatan kumbung bedasarkan biaya dan kepraktisan (kemudahan perawatan dan pembuatan). Teknik pembuatan memberikan kemudahan dalam kontrol perawatan suhu dan kelembaban dalam kumbung, serta cahaya yang masuk kedalam kumbung. Pengaruh ukuran pembuatan kumbung menentukan banyak media yang dibutuhkan, variasi pemakaian dedak dan kapur dalam pengomposan media, menentuka lama penyetiman, dan pemakaian bibit.

Standar teknik pembuatan kumbung tidak ada namun standar umum pembuatan kumbung yang baik adalah :

1. Pemilihan lahan

Lahan yang bagus untuk kumbung adalah lahan tanah baru, belum pernah didirikan kumbung, mempunyai naungan pepohonan disekitar kumbung yang diharapkan suhu dilingkungan kumbung sabil dan tidak berubah dengan dratis, diusahakan kumbung tidak berada ditempat lapang dimana suhu dapat berubah dengan drastis.

Lahan atau lingkungan kumbung yang baik adalah lingkungannya bersih, bukan bekas tempat pembuangan sampah, bekas lubang dan bebas dari genangan air. Lahan tanah yang baik adalah tanah yang tidak terlalu keras tetapi padat sehingga ketika dilakukan penyeteman udara tidak keluar, serta dapat naungan pepohonan sehingga tanah relatif subur dan agak lembab.

2. Ukuran dan bentuk kumbung

Ukuran bangunan kumbung panjang 600 cm, Lebar 500 cm dan tinggi 500 cm dengan susunan rak terdiri dari 6 susun, dengan lebar rak 115 – 120 cm, jarak rak pertama dari tanah 50 cm, jarak ke dua dari rak pertama ditambah 10 cm, rak ke tiga dan ke empat ditambah 5 cm dan rak ke lima dan rak ke enam ditambah 10 cm (50, 60, 65, 70, 80, 80) semakin keatas semakin renggang.

Setiap rak dalam kumbung diberi reng sebagai penyanggah media tanam denagn jarak antar reng 2 – 3 cm. Jendela utama terdiri dari dua buah yaitu di depan dan dibelakang berukuran tinggi 60 cm dan lebar 40 cm, posisi jendela berada 30 cm diatas rak paling atas. Bila diperlukan bisa ditambah jendela kontrol terdiri dari empat buah dengan ukuran lebih kecil, yaitu didepan dua dan dibelakang dua, posisi jendela berada disebelah kiri dan kanan sejajar dengan rak kelima.

Kumbung bagian dalam ini menggunakan plastik sebagai dinding, usahakan pemasangannnya dilakukan dengan rapi, kencang dan tidak ada bagian yang sobek.

Jarak bangunan luar dengan bangunan dalam 80 cm, dengan bentuk atap segi tiga, dan bilik atau gedeg sebagai penutup bangunan luar.

Bahan membuat kumbung

1. Bambu 400 Batang

2. Paku

a. Paku usuk 25 Kg

b. Paku reng 8 Kg

3. Tali tambang 10 Kg

4. Plastik 25 Kg

5. Bilik bambu 30 Lembar

Alat dan bahan baku produksi dalam budidaya jamur merang

Jenis alat dan bahan baku dan jumlah yang di gunakan terdiri dari :

Jerami 400 ikat, Minyak tanah 120 liter, Kapas/ampas tebu 150 kg, Drum 3 buah, Kapur 2 karung, Garu/gancu 4 buah, Dedak 200 kg, Kompor/blower 2 buah, Bibit 70 log, Tangki minyak tanah 1 buah, Teral/plastik lebar 10 meter, Pompa 1 buah, Emrat 1 buah, Sprayer 1 buah, Pipa/toler 3 buah

Jerami

Jerami yang baik untuk budidaya jamur merang adalah jerami dari padi varietas ketan, muncul ataupun dari varietas lainnya asalkan yang sudah kering dan berwarna kuning, biasanya petani jamur merang melakukan pengumpulan jerami dalam jumlah banyak untuk satu tahun.

Dalam penyimpanan jerami agar tidak rusak dan tahan lama biasanya petani jamur merang melakukan :

Pada saat jerami masih disawah keringkan terlebih dahulu dengan cara disebar agar keringnya merata.

1. Ikatan jerami jangan terlalu besar agar mudah dalam penyusunannya, maksimal berdiameter 50 cm.

2. Penyusunan jerami berbentuk piramit dan harus rapi, jangan sampai bocor bila terkena hujan, akan lebih baik jka diberi atap atau penyimpanannya dalam ruangan.

3. Susunan jerami jangan terlalu besar, satu susunan berbntuk piramit untuk dua periode budidaya atau sekutar 1000 ikat.

Kapas/ampas tebu

Kapas yang dipakai biasanya kapas limbah dari pebrik tekstil, kapas yang bagus adalah kapas yang tidak menggumpal dan tidak tercampur dengan bahan lainnya seperti plastik dan limbah keras lainnya.

Ampas tebu yang dipakai untuk budidaya jamur merang adalah ampas tebu yang berwarna putih bukan blotong yang berwarna hitam.

Dedak/bekatul

Dedak atau bekatul yang dipakai dalam budidaya jamur merang adalah dedak halus dan masih banyak menirnya, biasa juga menggunakan dedak yang kasar tanpa menir namun menurut beberapa pengalaman hasil yang didapat kurang maksimal.

BUDIDAYA

1. PENGOMPOSAN / PEMBUATAN MEDIA

Kompos adalah bahan organik yang telah mengalami pelapukan, proses ini dikenal dengan istilah fermentasi yaitu peristiwa penguraian bahan-bahan komplek menjadi bahan yang lebih sederhana oleh mikroorganisme. Misalnya selulosa dan lignin yang terdapat pada jerami padi diuraikan oleh mokroorganisme menjadi karbohidrat yang dapat dikonsumsi oleh jamur.

Kompos yang baik mampu menyediakan sumber makanan yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan jamur merang sampai siap dipanen, sehingga penngomposan haruslah dilakukan dengan sebaik mungkin.

Formula Kompos 1

Pembuatan kompos kapas/ampas tebu

Bahan yang digunakan adalah 150 kg Kapas/50 kg Ampas tebu, dedak 50 kg dan kapur 5 kg atau secukupnya. Pengomposan dilakukan sebaiknya seminggu sebelum pengomposan jerami. Kapas, dedak dan kapur merupakan bahan tambahan yang diperlukan, untuk melengkapi kandungan organik media tanam jamur.

· Langkah pertama kapas/ampas tebu direndem sambil diuraikan atau disiwir-siwir untuk menghancurkan kapas/ampas tebu yang menggumpal.

· Buat lubang dengan ukuran 1 x 2 m, dengan kedalaman 50 cm dan lapisi plastik agar tidak bocor. Rendam kapas dalam lubang tersebut dengan air selama 3 hari, setelah 3 hari rendaman kapas dibalik dan di injak-injak kembali. 3 hari kemudian kapas diangkat dan diberi kapur bersamaan dengan dimulainya pengomposan jerami.

· Ditata diatas tanah dan setiap 10 cm ditaburi kapur secara merata. Komposan yang telah diberi kapur disusun dengan ukuran 100 X 80 X 50 cm, kemudian ditutup plastik rapat-rapat.

· Kompos kapas/ampas tebu dibalik pada hari kelima atau satu hari sebelum pembalikan kompos jerami, cara dengan menghamparkan lembaran plastik diatas lantai kemudian komposan dibalik dengan menggunakan garu sambil ditaburi dedek sedikit demi sedikit sampai merata, selanjutnya tata kembali seperti semula.

· Bila kompos kapas dalam keadaan kering dapat ditambahkan dengan air supaya pada saat kompos dimasukkan kedalam kumbung tidak terlalu kering, ini akan mengganggu pertumbuhan jamur.

· Komposan kapas / ampas tebu dimasukan setelah komposan jerami dimasukan. Ditaburkan merata diatas media jerami.

Pembuatan kompos jerami

Bahan yang digunakan sebanyak 1200 kg/400 ikat jerami kering, 25 kg kapur, dan 150 kg dedak. Jerami padi yang berkualitas baik adalah jerami yang kering yang kadar air sekitar 20% dan memiliki warna yang kuning cerah, (tidak ada yang masih berwarna hijau ) Untuk menjamin keberlangsungan produksi yang dilakukan maka penyedian/stok bahan baku jerami harus cukup untuk kebutuhan satu tahun, dengan penyusutan bahan baku yang rusak. Kebutuhan satu kumbung dalam satu tahun dengan sepuluh kali produksi adalah 12.000 kg/4.000 ikat jerami kering.

· Langkah pertama adalah merendam jerami dalam bak perendaman, jerami diinjak-inajak hingga patah dan mampu menyerap air lebih banyak atau sampai mengeluarkan busa, sampai semua jerami terendam dan tidak terapung diatas air.

· Jerami diangkat menggunakan garu lalu dibentuk bundelan, sebelumnya permukaan tanah dasar komposan ditaburi dengan kapur secukupnya, sertelah itu baru jerami ditata selebar 300 cm serta panjang 400 – 500 cm..

· Pada setiap lapisan bundelan setebal kira-kira 30 – 40 cm jerami diinjak dan ditaburi kapur secukupnya begitu seterusnya hingga tumpukan media setinggi 160 – 170 cm.

· Bagian samping tumpukan jerami harus terlihat lurus agar suhu didalam komposan bisa merata.

· Tumpukan jerami ditutup dengan plastik rapat-rapat kemudian ditutup dengan lembaran yang tidak dapat tembus cahaya, sehingga air dalam komposan tidak menguap dan kondisi komposan tidak kering.

· Pada hari keenam komposan dibalik dan dicampur dengan dedek sebanyak 150 kg, masa pembalikan jerami yang masih baru biasanya diperpanjang sampai 9 hari.

· Cara pembalikan kompos dimulai dengan menghamparkan lembaran plastik diatas lantai, komposan dibongkar dengan garu mulai dari atas dan diletakan diatas hamparan plastik. Pembukaan penutup kompos sebaiknya bertahap dengan tujuan untuk mengurangi pengaruh langsung dari lingkungan luar.

· Jika komposan terlihat kering lakukan penyiraman menggunakan embrat secukupnya. Untuk mengetahui kadar air dalam komposan dilakukan dengan cara diperas menggunakan tangan, Jika air dari komposan tidak banyak yang menetes maka kadar air dalam komposan dapat dianggap cukup.

· Jerami diuraikan ( diuyab ) dan dicampur dengan dedek, setiap jerami yang jatuh langsung ditaburi dedek dan harus diusahakan agar setiap lembar jerami dapat tercampur dedek secara merata.

· Komposan disusun kembali tanpa dipadatkan, lebar susunan komposan jangan lebih dari 200 cm dan tinggi 150 cm agar suhu yang dihasilkan tidak terlalu tinggi dan proses permentasi dapat berjalan sempurna, tumpukan komposan ditutup kembali dengan plastik.

· Setelah 4 hari jika menggunakan jerami baru sampai 5 hari komposan harus dimasukan kedalam kumbung, jika lebih dari 4 – 5 hari dikhawatirkan bahan makanan atau nutrsi akan terurai lebih lanjut, sehingga makanan yang tersedia untuk jamur tinggal sedikit.

2. PEMASANGAN KOMPOS

· Sebelum komposan dimasukan dan diletakan diatas rak, kumbung harus dibersihkan lebih dahulu. Dibersihkan dengan cara dilap menggunakan karung bekas atau dapat disikat dan dibasuh dengan air sampai semua terlihat bersih dari bekas kotoran sisa jerami. mengikuti panjang rak. Apabila dibersihkan dengan air sebaiknya 3 atau 4 hari sebelum media dimasukkan agar lantai kumbung tidak terlalu basah saat penyetiman.

· Komposan disusun sambil diurai dan tidak dipadatkan agar sirkulasi atau pertukaran udara dapat berjalan dengan baik.

· Tinggi guludan pada rak pertama dan kedua antara 40-50 cm dan pada rak ke tiga dan seterusnya antara 25-30 cm, agar suhu bagian atas dan bawah kumbung relatif sama.

· Kompos jerami ditata rapih diatas rak, dan sebelum media kapas dimasukkan periksa kembali jangan sampai ada jerami yang menjuntai dari rak diatas ke rak dibawahnya. Bila jerami yang terjuntai tidak dibersihkan, pada saat penyiraman ada air yang menetes dari jerami tersebut ke rak dibawahnya ini dapat mengakibatkan pertumbuhan mesilium terganggu, dan pada saat jamur dalam stadia kancing bila ketetesan akan mati.

· Kompos kapas / tebu ditebarkan diatas jerami sedikit demi sedikit sampai merata dengan ketebalan 0,5 – 1 cm, dimulai dari rak paling atas. Kalau pemasangan media kapas dari bawah, saat pemasangan pada rak diatasnya media akan terinjak.

· Bentuk pemasangan media diatas rak ada bermacam-macam, ada bentuk kampak tidur (kampak ngagoler) yaitu bentuk media tebal dibagian luar (dekat plastik), ada yang berbentuk tipis bagian tengah tebal bagian pinggir. Ada pula yang berbentuk seperti gunung dengan gundukan lebih tinggi pada bagian tengah.

3. PASTERISASI/ STEAM /GAS

Pasterisasi adalah proses pemanasan rumah tumbuh dan media jamur merang, tujuan untuk pembersihan media dan kumbung dari kontaminasi mikroorganisme pengganggu lainnya. Dilakukan sehari setelah media dimasukkan kedalam kumbung.

Persiapan

· Persiapan pasterisasi dilakukan bersamaan dengan pemasukan media. Persiapan diawali dengan membersihkan lantai dan seluruh bagian dalam kumbung. Jika kondisi tanah didalam dan diluar kumbung terlihat kering sebaiknya disiram dengan air sampai semuanya terlihat basah, hal ini bertujuan agar tanah tidak kering dan retak pada saat pasterisasi, bila kondisi ini terjadi dikhawatirkan udara panas dari dalam akan keluar sehingga pasterisasi tidak berjalan sempurna.

· Persiapan selanjutnya mengecek dinding dan atap plastik untuk memastikan tidak ada yang robek atau bocor.

· Tutup pintu dan jendela dan dikuatkan dengan menggunkan paku.

· Persuiapan alat-alat steamer yaitu mengisi air pada drum, minyak dan blower.

· Lokasi peralatan stemer diberi atap sementara dan blower dikelilingi dinding penghalang dengan tujuan untuk menghindari gangguan angin dan mengantisipasi kemungkinan turun hujan.

· Pasang termometer dengan membuat lubang kecil pada dinding, selelah semua per siapan selesai, proses pasterisasi dapat dilakukan keesokan harinya.

Proses pasteurisasi

· Bila semua peralatan sudah siap, nyalakan dan lakukan pemanasan blower agar minyak yang ada di dalam lingkaran blower benar-benar matang, selanjutnya aliran minyak dapat dibuka secara perlahan sampai api keluar stabil (harus berwarna biru), pengaturan ini tergantung besarnya spuyer.

· Selanjutnya arahkan blower sehingga api yang keluar menabrak tumpukan batu bata yang ada dibawah drum. Agar api yang dihasilkan tetap stabil tekanan angin didalam tangki minyak harus dipertahankan pada kisaran 7,5 - 8 psi.

· Jika berjalan sempurna, empat jam pertama suhu kumbung akan mencapai 60° C, pada saat ini ketiga drum harus ditambahkan air sampai penuh.

· Empat jam berikutnya suhu akan mencapai 70° C dan harus dipertahan kan selama empat jam, bila setelah penambahan pertama suhu yang diharapakan tidak tercapai maka pasterisasi harus dihentikan dan diulangi keesokan harinya seperti pada tahapan diatas sampai suhu minimal 70° C dapat dicapai.

· Proses pemanasan atau penyetiman ini sangan tergantung pada volume air didalam drum, apabila air didalam drum berkurang saat penyetiman, segera tambah kembali hingga penuh kembali. Batas minimum volume air dalam drum adalah ¾ nya, artinya apabila air sudah berkurang hingga batas tersebut segera diisi kembali hingga penuh.

4. PEMBIBITAN

Pemilihan bibit

· Bibit sebaiknya di pesan 15 hari sebelum melakukan penaburan pada tanggal yang sudah direncanakan. Dengan demikian bibit yang ditanam tidak terlalu muda atau kadaluarsa.

· Pilih bibit yang mesiliumnya merata, tidak terlalu tebal ataupun terlalu tipis. Jangan menggunakan bibit yang wadah atau plastiknya rusak atau sobek untuk menghindari kontaminasi.

· Bibit yang terkontaminasi sebaiknya tidak digunakan atau jika terpaksa maka penanaman bibit yang terkontaminasi harus dilakukan setelah semua bibit yang baik selesai ditanam, caranya dengan membuang bibit yang terkontaminasi dan sisa yang masih bagus dapat ditanam.

· Bibit yang dibutuhkan dalam satu kumbung bervariasi antara 50 – 70 log bibit siap tanam. Idealnya 1 log / m2

Penaburan bibit

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penanaman bibit jamur merang :

Ø pertama pekerja yang melakukan harus dalam kondisi bersih (sebaiknya mandi terlebih dahulu) dan tangan yang mengerjakan harus dicuci dengan alkohol 70 %.

Ø Kedua, penanaman sebaiknya dilakukan sore hari (setelah jam 15.30 WIB) maksudnya kondisi bibit tidak stres terkena panas siang, seandainya penanaman dilakukan pagi hari.

Ø Ketiga jendela dan pintu kumbung harus dibuka satu jam sebelum penanaman, tujuannya untuk mengeluarkan gas amoniak yang terbentuk selama pasterisasi.

Penanaman bibit dilakukan sehari setelah pasterisasi, dimana suhu didalam kumbung sudah mencapai kisaran 35 - 38° C, tahapannya adalah :

· bibit diuraikan didalam kumbung atau tempat steril lainnya, dengan syarat pada saat dibawa bibit tidak terkena sinar matahari langsung, tempat bibit dalam ember yang bersih.

· Tebarkan bibit secara merata merata keatas media tanam, dimulai dari rak yang paling atas kemudian disusul rak dibawahnya, pada bagian pinggir yang berdekatan dengan plastik, pasokan cahaya lebih memadai sehingga bagian ini memiliki potensi tumbuh lebih tinggi, maka bibit ditaburkan lebih banyak supaya potensinya dapat dimaksimalkan.

· Selipkan bibit pada kolong rak bagian pinggir (cukup dua lubang tanam tiap ruas), hal ini dilakukan untuk memaksimalkan media tanam yang tersedia sehingga jamur yang dihasilkan bisa lebih banyak.

· Lakukan pemeriksaan ulang pada semua media tanam, untuk memastikan bahwa media yang sudah tertanam bibit secara keseluruhan, jika lantai kumbung terlihat kering sebaiknya disiram dengan air, maksudnya agar kelembaban kumbung tetap terjaga selama pertumbuhan miselium jamur.

· Tutup rapat semua pintu dan jendela kumbung dan dikuatkan dengan paku serta pertahankan suhu berkisar antara 32 – 35oC pada masa pertumbuhan, biarkan kumbung dalam keadaan tertutup selama 3 - 4 hari.

5. PERAWATAN / PEMELIHARAAN

Penyiraman

Penyiraman pertama

Pada usia 4 hari setelah tanam, biasanya mesilium jamur merang didalam kumbung sudah kelihatan berwarna putih seperti sarang laba-laba. Dan pada saat ini perlu dilakukan penyiraman pertama untuk mempercepat pertumbuhan jamur.

· Alat penyiraman

Tangki sprayer, Ember, Pompa

· Langkah-langkah penyiraman

a. Persiapkan semua alat-alat untuk penyiraman, penyiraman biasanya dilakukan pada sore hari pada jam 17.00 WIB

b. Satu jam sebelum penyiraman 16.00 WIB jendela dan tirainya serta pintu kumbung dibuka supaya suhu didalam kumbung menuruh dan tidak mengakibatkan mesilium jamur mati karena perubahan suhu yang drastis saat penyiraman.

c. Penyiraman dimulai dari rak paling bawah dengan semburan pada sprayer mengembun dan jangn terlalu dekat dengan media, apabila sprayer tidak mengembun dan terlalu dekat dihawatirkan mesilium jamur akan rusak dan mati.

d. Penyiraman pertama kurang lebih 100 lt air jangan terlalu sedikit, karena akan menyulitkan perawatan seterusnya. Dimana pada waktu pertumbuhan primordia, media kekeringan dan melakukan penyiraman akan mempengaruhi pertumbuhan.

e. Ada sebagian petani jamur yang menyiram media dengan air yang ditambahkan dengan gula pasir, tujuannya adalah untuk mempercepat pertumbuhan miselia. Dosis yang biasa dipakai adalah 250 gram untuk 1 tangki sprayer berkapasitas 14 liter.

f. Setelah penyiraman media selesai, pintu dan jendela kumbung jangan langsung ditutu biarkan terbuka selama 30 – 60 menit. Setelah itu tutup kembali rapat-rapat pintu dan jendela ditutup 5 jam kemudian

Penyiraman ke dua

Ø Pada hari ke 8 – 10 setelah tanam, mulai muncul perintisan bakal buah jamur merang. Pada saat inilah masa kritis pertumbuhan jamur merang, saat pengontrolan suhu pada malam hari pertumbuhan jamur merang yang baik dapat terlihat dari banyaknya kabut putih didalam kumbung. Masa-masa kritis ini apabila kita salah dalam melakukan perawatan maka dapat mengurangi hasil penen bahkan gagal panen.

Ø Pengawasan suhu terutama dilakukan pada tengah hari dan malam hari, karena pada saat-saat tersebut terjadi kenaikkan suhu yang drastis. Suhu yang dipertahankan pada masa pertumbuhan jamur merang adalah 33 – 35oC dengan kelembaban 91 – 94% dan usahakan bagian kumbung dapat sinar matahari dengan cara membuka sedikit dinding luar kumbung.

Ø Langkah-langklah penyiraman kedua sama dengan langkah-langkah pada penyiraman pertama, usahakan air yang keluar dari sprayer mengembun dan sehalus mungkin. Saat penyemprotan sprayer jangn terlalu dekat dengan perintisan jamur merang karena dapat mengganggu pertumbuhan jamur bahkan mati. Usahakan jarak penyiraman antara media dengan spayer 40 – 50 cm.

Ø Setelah penyiraman media selesai, pintu dan jendela kumbung jangan langsung ditutu biarkan terbuka selama 1 – 2 jam. Setelah itu tutup kembali rapat-rapat pintu kumbung, sedangkan jendela biarkan tetap terbuka satu jengkal.

Untuk penyiraman berikutnya dilakukan berdasarkan kondisi media dalam kumbung, dengan pengontrolan suhu dan kelembaban setiap hari maka apabila kondisi media dalam keadaan kering dapat pula segera terkontrol dan segera melakukan penyiraman. Pada saat musim panas atau musim kemarau penyiaraman bisa dilakukan setiap 2 atau 3 hari sekali, pada bagia dasar atau lantai kumbung juga dapat dilakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban kumbung.

Pembukaan pintu dan jendela

Buka jendela bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan jamur merang karena adanya pergantian udara didalam kumbung, juga untuk mengontrol suhu didalam kumbung supaya tidak terlalu panas yang dapat menyebabkan mesilium jamur mati.

Buka jendela dilakukan pada saat mesilium jamur merang didalam kumbung sudah merata dengan indikasi lain jerami yang menggantung dipenuhi dengan putihnya miselia atau sekitar 2 – 3 hari setelah penyiraman pertama, biasanya dilakukan jam 12 – 1 malam dimana udara dalam keadaan segar.

Langkah-langkah :

1. Buka jendela kumbung dengan mengikatkan tali jendela pada kumbung luar.

2. Buka juga tirai plastik jendela kumbung, lipat dan selipkan pada sisi jendala.

3. Posisi jendela jangan dibuka terlalu lebar, cukup satu jengkal saja yang terbuka.

4. Lakukan pada kedua jendela utama kumbung yang terletak diatas pintu kumbung.

5. Besar atau kecilnya jendela dibuka tergantung suhu dalam kumbung, pengontrolan jendela dilakukan dari mulai buka jendela pertama hingga masa panen jamur merang selesai.

6. PANEN

Sepuluh sampai dua belas hari setelah penanaman bibit, biasanya tubuh buah jamur sudah siap dipanen. Pada masa ini buah jamur dalam stadia kancing (Button Stage). Apabila telah lewat dari 15 hari dari masa penanaman bibit jamur merang belum tumbuh, maka sudah dapat dipastikan kegagal panen akan kita alami. Ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :

1. Pengolahan bahan baku tidak sempurna.

2. Saat penyetiman tidak sempurna.

3. Pemilihan bibit yang kurang baik.

4. Pemeliharaan dan pengolahan pada saat penyiraman kedua yang kurang baik.

5. Pengontrolan suhu dan kelembaban pada masa mesilium dan pertumbuhan yang kurang baik, bisa terlalu dingin bisa juga terlalu panas, teralu kering ataupun terlalu basah.

Waktu panen

Biasanya dilakukan pada pagi hari, tetapi bisa juga dilakukan dua kali dalam satu hari yakni pagi dan sore hari. Tujuannya adalah untuk menghindari jamur merang yang mekar (BS) karena dapat menurunkan kwalitas jamur bahkan dapat menurunkan harga jual jamur. Masa panen jamur merang biasanya berkisar antara 10 – 15 hari namun ada juga yang mencapai 20 hari masa panen, tergantung dari perawatan dan pemeliharaan.

Pemetikan buah jamur merang harus menggunakan tangan, dan tenaga kerja pemanen harus dalam keadaan bersih. Pada saat pemetikan usahakan jangan sampai menggangu buah jamur yang masih sangat muda karena dapat mengganggu pertumbuhan bahkan dapat menggagalkan perkembangan selanjutnya.

Ciri-ciri jamur yang sudah siap panen adalah berwarna putih, besarnya maksimal sebesar telor ayam dan minimal sebesar telor puyuh, permukaannya sedikit menonjol. Pemilihan jamur merang yang BS dan yang super dilakukan setelah, kumpulkan semua jamur merang dan bersihkan dari sisa-sisa jerami dan kapas yang masih terbawa saat panen. Sambil dibersihkan pisahkan jamur merang yang masih bulat (super) dari jamur merang yang sudah mulai kekar (BS), pisahkan pula tempatnya agar tidak tercampur kembali.

Untuk dapat memisahkannya kita harus mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri mana jamur yang super dan mana yang BS. Adapun cici-cirinya sebagai berikut :

Ciri-ciri jamur super ;

1. Jamur masih berbentuk bulat atau bulat telor dan masih utuh dan tidak pecah

2. Berwarna putih, ada pula yang bagian atasnya sedikit berwarna hitam ini biasanya terjadi bila proses pemanenan telah lama lebih dari 7 hari

3. Pada bagian atas jamur masih tebal.

Sedangkan ciri-ciri jamur BS ;

1. Bentuk jamur sudah menonjol, bahkan mekar

2. Bagian atas jamur sudah menipis dan mulai pecah.

3. Buah jamur rusak saat proses pemanenan

Penanganan pasca panen

Daya tahan jamur merang sangat singkat, bisa bertahan maksimal dua hari setelah penen. Oleh karena itu sangan dibutuhkan pennganan pasca panen yang baik supaya jamur merang tidak rusak apalagi untuk pengiriman dengan jarak yang jauh dan membutuhkan waktu yang lama.

Ada dua cara pengemasan buah jamur merang yang biasa dilakukan petani, pertama dikemas dalam bentuk segar dan yang kedua dikemas dalam bentuk kering.

Pengemasan dalam bentuk segar

· Alat dan bahan

Jamur merang baru panen, Kipas angin, Keranjang plastik, Tali rafia, Daun pisang yang masih basah secukupnya, Air bersih untuk merendam

· Langkah-langkah :

1. Bersihkan jamur merang dari sisa-sisa kapas dan jerami pada saat setelah panen.

2. Letakkan dilantai yang bersih dan jangan terkena sinar matahari langsung, usahakan dalam ruangan yang sirkulasi udaranya lancar.

3. Ratakan semua jamur dngan tangan dan jangan sampai ada jamur yang tertumpuk satu sama lainnya. Angin-anginkan hingga kering, apabila untuk perkjalanan jauh gunakan kipas angin untuk mengeringkan jamur merang selama 10 – 15 menit.

4. Setelah kering, masukkan kedalam keranjang plastik dan padatkan. Biasanya untuk satu keranjang plastik supermarker dapat memuat 10 Kg jamur merang.

5. Tutup dengan menggunakan daun pisang yang masih basah, lalu diikat dengan menggunakan tali plastik.

6. Setelah kemasan terbentuk dengan rapi, rendam kemasan jamur merang kedalam air bersih selama 10 – 15 menit. Angkat dan tiriskan selama 5 – 10 menit. Jamur siap dibawa atau dipasarkan.

7. Untuk perjalanan jauh apabila jamur merang dalam kemasan sudah mengeluarkan uap panas, dapat melakukan penyiraman kembali dengan menggunakan air bersih jangan direndam kembali karena dapat merusak jamur merang.

Pengemasan delam bentuk kering

Walaupun tudak sebaik jamur segar, baik rasa maupun bentuknya, jamur merang juga dapat dikemas dalam bentuk kering tanpa menggunakan bahan pengawet.

Sebelum dikeringkan jamur merang stadia kancing dibelah secara memanjang, kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari. Pengeringan juga dapat dilakukan dengan udara panas atau menggunakan oven pada suhu 40oC yang kemudian dinaikkan perlahan-lahan sampai suhu 45oC dalam waktu 8 jam. Selama proses pengeringan hinga selesai jamur merang akan kehilangan berat 10% dari berat basahnya.

Kiat-kiat berbudidaya jamur merang

· Petani harus teliti, tekun dan rajin dalam setiap tahapan dalam budidaya jamur merang.

· Kumbung, bahan baku atau media, tenaga kerja dan faktor pendukung lainnya harus benar-benar terpelihara kebersihannya.

· Petani sebisa mungkin mengurangi ketergantungan kepada pihak lain, mulai dari bibit, bahan baku, tenaga kerja, pemasaran serta penyediaan modal.

· Jangan takut untuk memulai dan memcoba teknis-teknis baru dalam budidaya jamur merang. Karena dalam budidaya jamur merang beda wilayah, beda tempat dan beda kumbung akan beda lagi teknis yang digunakan.

· Memcatat setiap proses kedalam suatu catatan proses budidaya, yang nantinya dapat digunakan sebagi evaluasi dan acuan pada budidaya jamur merang tahap berikutnya.

Keberhasilan Budidaya Jamur Merang Sangat Ditentukan Oleh Tiga Faktor

1. Media

Media tumbuh jamur merang adalah dari bahan bahan organik yang telah mengalami pelapukan, proses ini dikenal dengan istilah fermentasi yaitu peristiwa penguraian bahan-bahan komplek menjadi bahan yang lebih sederhana oleh mikroorganisme. Misalnya selulosa dan lignin yang terdapat pada jerami padi diuraikan oleh mikro organisme menjadi karbohidrat yang dapat diserap oleh jamur. Selain menyediakan nutrisi yang dibutuhkan jamur merang juga media harus bebas dari kontaminasi mikro organisme lain yg dapat menggangu pertumbuhan jamur. Untuk membuat media yang baik harus dilakukan dengan secermat mungkin dan penambahan bahan lain sebagai tambahan nutrisi yang dibutuhkan jamur bisa dilakukan dengan pertimbangan bahan mudah didapat dan murah harganya.

2. Bibit

· Bibit yang baik adalah dari strain yang unggul dengan keturunan masih dekat dengan biakan inti.

· Tidak terkontaminasi.

· Miselium terlihat kasar dan pertumbuhan merata.

· Pertumbuhan miselium masih aktif.

3. Cuaca

Cuaca mempengaruhi suhu dan kelembaban didalam kumbung, untuk pertumbuhan jamur merang suhu berkisar antara 30 – 36oC dengan kelembaban 90-95 %. Suhu untuk pertumbuhan miselium 33 – 36oC sedangkan suhu setelah terbentuk primordia (tubuh buah jamur) 30 – 33oC

Usahakan dari ketiga faktor tersebut terpenuhi maka jamur akan memberikan hasil yang maksimal, apabila salah satu faktor jelek maka jangan harap penghasilan dari budidaya jamur merang memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

ANALISA USAHA BUDIDAYA JAMUR MERANG UNTUK 10 BUAH RUMAH PRODUKSI (KUMBUNG) 1 TAHUN 10 KALI PRODUKSI (2 TAHUN 20 KALI PRODUKSI)

A. Modal Investasi

No

Uraian

Banyaknya

Satuan

Harga

Jumlah

1

Kumbung

10

buah

4.313.000.00

43.130.000.00

2

Boiller

2

buah

2.000.000.00

4.000.000.00

3

Blower gas

2

buah

750.000.00

1.500.000.00

4

Tabunhg LPG 12 kg

2

buah

500.000.00

1.000.000.00

5

Stok Jerami 1 Tahun

40000

ikat

1.000.00

40.000.000.00

Total Modal Investasi

89.630.000.00

B. Biaya Modal Kerja

No

Uraian

Banyaknya

Satuan

Harga

Jumlah

1

Biaya Bahan Baku

1.1

Jerami

4000

ikat

950.00

3.800.000.00

1.2

Kapas

2000

kg

400.00

800.000.00

1.3

Dedak

2000

kg

1.000.00

2.000.000.00

1.4

Kapur

10

karung

12.000.00

120.000.00

1.5

LPG

240

kg

5.000.00

1.200.000.00

2

Tenaga Kerja

2.1

Kompos

20

HOK

35.000.00

700.000.00

2.2

Pembalikan

20

HOK

35.000.00

700.000.00

2.3

Memasukan Media

40

HOK

35.000.00

1.400.000.00

2.4

Steam

10

HOK

35.000.00

350.000.00

2.5

Pembibitan

10

HOK

35.000.00

350.000.00

2.6

Pembongkaran Media

20

HOK

35.000.00

700.000.00

Total Biaya Modal Kerja/Biaya Tidak Tetap

12.120.000.00

C. Total Biaya Tidak Tetap Perbulan = B x (20/24)

10.100.000.00

D. Biaya Tetap

No

Uraian

Banyaknya

Satuan

Harga

Jumlah

1

Penyusutan Kumbung

1

siklus

2.156.500.00

2.156.500.00

2

Penyusutan Boiller

1

siklus

80.000.00

80.000.00

3

Penyusutan Blower

1

siklus

30.000.00

30.000.00

Total Biaya Tetap

2.266.500.00

E Total biaya tetap per bulan = D x (10/12) 1.888.750.00

F Total biaya Produksi (B + D) 14.386.500.00

G Total biaya produksi per bulan = F x (20/24) 11.988.750.00

H Hasil panen 3000 kg 14.000.00 2.000.000.00

I Hasil panen per bulan = H x (20/24) 35.000.000.00

J Keuntungan (H - F) 27.613.500.00

K Keuntungan per bulan = J x (20/24) 23.011.250.00

L Modal Investasi + Biaya tidak tetap 101.750.000.00

Modal Investasi kumbung digunakan selama 2 tahun, dapat dilakukan 20 siklus produksi

untuk Boiler, blower dan tabung LPG diperkirakan 5 tahun atau 50 siklus produksi

BEP harga poko produksi jamur = total biaya produksi / produksi jamur merang

= Rp 4.796

BEP volume produksi jamur = total biaya produksi / harga jamur merang

= 1.028 kg

ROI = (H / F x 100%) = 2,91%

Artinya dengan modal Rp 1 akan kembali Rp 1.7880122

J/F = 1,91%

Menunjukan bahwa dari modal Rp 1 akan diperoleh keuntungan Rp 1,919403608