Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

13.1.10

JAMU BERSIH DARAH

JAMU BERSIH DARAH

Komposisi : Tinosporae caulis 80%

Curcumae rhizoma 10%

Gelidium 10%

Khasiat dan Kegunaan :

Jamu ini berkhasiat untuk membersihkan darah,membuat badan sehat dan segar.

Pantangan :

Hindari petis udang,ikan laut dan kerang-kerangan.

Uraian Komposisi :

Tinosporae caulis (Bratawali)

Sinonim :
Tinospora rumphii, Boerl. T. tuberculata Beumee.Cocculus crispus, DC. Menispermum verrucosum. M.crispum, Linn. M.tuberculatum, Lamk.

Familia :Menispermaceae

Nama simplesia: Tinosporae Caulis

Uraian :
Tumbuhan liar di hutan, ladang atau ditanam dihalaman dekat pagar. Biasa ditanam sebagai tumbuhan obat. Menyukai tempat panas, termasuk perdu, memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak budar telur berujung lancip, panjang 7 - 12 cm, lebar 5 - 10 cm. Bunga kecil, warna hijau muda, berbentuk tandan semu. Diperbanyak dengan stek.

Nama Lokal :
Antawali, bratawali, putrawali, daun gadel (Jawa); Andawali (Sunda), Antawali (Bali); Shen jin teng (China).;

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Pahit, sejuk. Menghilangkan sakit (Analgetik), penurun panas (antipiretik), melancarkan meridian.Tonikum; Diuretikum; Antidiabetik KANDUNGAN KIMIA : Alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid,zat pahit pikroretin, harsa, berberin dan palmatin. Akar mengandung alkaloid berberin dan kolumbin.

Contoh pemanfaatan

Kudis (scabies) : 3 jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.

Luka : Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.

Gatal-gatal:Batang bratawali secukupnya; Air 1 periuk, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Digunakan untuk merendam diri, terutama pada bagian yang gatal.Daun bratawali (Tinospora tuberculata) berkhasiat mendinginkan dan membersihkan darah.

Curcumae rhizome

Familia:Zingiberanceae

Uraian:
Temulawak (curcuma xanthorrhiza) banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar pemukiman, terutaama pada tanah gembur, sehingga buaah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar. Temulawak termasuk jenis tumbuh-tumbuhan herba yang batang pohonnya berbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 meter. Daunnya lebar dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelapah dan tangkai daun yang agak panjang. Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik (bergerombol) dan berwarna kuning tua. Rimpang temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan. Daerah tumbuhnya selain di dataran rendaah juga dapat tumbuh baik sampai pada ketinggian tanah 1500 meter di atas permukaan laut.

Nama Lokal :
Temulawak, Temu putih (Indonesia), Temulawak (Jawa); Koneng Gede (Sunda), Temulabak (Madura);


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit limpa, Sakit ginjal, Sakit pinggang, Asma, Sakit kepala; Masuk angin, Maag, Sakit perut, Produksi ASI, Nafsu makan; Sembelit, Sakit cangkrang, Cacar air, Sariawan, Jerawat;

KANDUNGAN KIMIA : Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol. Dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Gelidium

Klasifikasi Tumbuhan » Gelidium spinosum (S.G. Gmelin) P.C. S

Gelidium spinosum (S.G. Gmelin) P.C. S

Divisi

:

Rhodophyta

Kelas

:

Rhodophyceae

Bangsa

:

Gelidiales

Suku

:

Gelidiaceae

Marga

:

Gelidium

Jenis

:

Gelidium spinosum (S.G. Gmelin) P.C. S

Sinonim

:

o Fucus spinosus S.G. Gmelin

o Gelidium latifolium Bornet ex Hauck

o Gelidium attenuatum Thur. ex Bornet

Nama Umum

:

Agar-agar halus

Nama Daerah

:

Kades (Pameungpeuk, Garut)

Nama Asing

:

Tidak diketahui

Kandungan Senyawa

:

Tidak diketahui

Kegunaan

:

Bahan agar-agar,

Agar-agar [Gelidium cartilagenium (L) Gaillon dan Gracillaria confervoides (L) Greville] juga bisa dipilih untuk mengatasi aterosklerosis. Makanan ini mengandung senyawa polisakarida bukan pati (amilum) yang kurang dicerna oleh saluran pencernaan. Karena kandungan itu, oleh Cuming dan Heaton, agar-agar dimasukkan dalam kelompok dietary fiber yang kemudian diterjemahkan sebagai serat diet. Padahal, lebih tepat bila terjemahannya adalah bahan pengembang.

Makanan atau bahan apa pun yang mengandung bahan tersebut akan mengembang jika bersentuhan dengan air. Kandungan dietary fiber itu yang membuat agar-agar bersifat dapat menyerap kolesterol dan lemak, bahkan glukosa (gula), dari makanan yang kita konsumsi. Sifat ini membuat agar-agar bisa mengurangi jumlah kolesterol, lemak, dan glukosa yang diserap saluran pencernaan dari makanan. Hasilnya, ketiga zat gizi yang tak terlalu diharapkan itu bisa dikurangi masuknya ke dalam darah.

Kesimpulan

Telah diuraikan komposisi yang terdapat dalam jamu tersebut diatas Penggunaan

ini dapat dipertanggungjawabkan, karena selain berdasarkan penelitian macam-macam simplisia yang digunakan dalam jamu ini memiliki kandungan kimia yang memiliki khasiat sesuai dengan yng tertulis pada kemasan.

Pada kemasan terdapat perhatiah dilarang untuk mengkonsumsi udang,ikan laut dan kerang berkaitan dengan sifat makanan trsebut yang dapat mengotori darah.