Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

22.11.09

Pers Mahasiswa: Dinamika dan Kelembagaan

Pers Mahasiswa: Dinamika dan Kelembagaan

Dunia kelembagaan nampaknya berjalan sepanjang kehidupan kita, apapun bentuknya, dimana pun dan seperti apa kondisinya, mempunyai kesan yang berarti dan berbeda-beda.
Dari sekian banyak motif kelembagaan, pers mahasiswa memiliki karakteristik sendiri, artinya tidak banyak yang bisa dikatakan bahwa lembaga yang satu ini juga menjadi bagian yang mewarnai kualitas pers mahasiswa. Yuk kita bertanya apakah kita dalam pers mahasiswa ini sebagai pegiat atau pelaku progresif pers, artinya memungkinkan atau tidak perlu keberanian untuk menunjukkan bahwa pers tidak hanya sebagai kebutuhan tapi juga sebagai alat untuk mengembangkan potensi, bahkan lebih dari itu pun bisa saja, namun dinamikanya tidak berjalan dengan sendirinya, perubahan yang konstruktif pers mahasiswa secara substansi memang tidak mudah untuk digagas, ada tahapan yang harus ditempuh yang secara sadar, baik struktur, kultur, bahkan kesadaran yang dibangun harus bisa dipahami sebagai kondisi terbaik sampai yang terburuk untuk tetap melakukan perubahan secara proporsional adalah tugas berat. Pers mahasiswa menjadi alat dunia pencitraan yang sangat abstrak sekiranya dapat membuat settingan yang jelas, bahkan yang lebih heroik lagi membuat rekayasa sosial.
Memang pada perkembangannya dinamika pers mahasiswa sebagai suatu fenome yang terkadang tidak terdengar dunia kampus dan masyarakat, tapi ini tidak menjadikannya seperti kehilangan peranan dimana perkembangannya dengan paradigma radikal menjadi cenderung akademis (keilmuan). Prosesnya memang membutuhkan gerak yang jelas dengan berbagai keabstrakkannya, demikian juga kekuatan yang dimiliki menjadi salah satu wujud motivasi untuk mengembangkan pendewasaan kelembagaan yang memang diperlukan sebagai suatu perubahan penting dalam membuat ide yang inovatif.
Dunia persma memang lambat laut memang harus mengalami perubahan yang tepat, dimana kelembagaan yang katanya memang mempunyai sebuah arti dan proses yang berkesinambungan dalam kehidupannya. Adapun metode atau tehnik yang digunakan memang sama, karena organisasi yang membuat sebuah karya dalam bentuk tulisan/ media cetak. Dengan berbagai perencaannya, jelas persmahasiswa mempunyai keterkaitan dengan media umum, karena gambaran untuk memulai sebuah media menjadi sangat bergantung dengan berbagai macam aktifitas media yang dihubungkan dengan berbagai macam kesepakatan yang dibuat masing-masing lembaganya.
Tapi inilah yang membuat pers mahasiswa mempunyai tantangan besar untuk terus mencari format yang tepat untuk melakukan pengembangan karakteristiknya sendiri. Memang sulit prosesnya karena ini hanya akan diberlakukan pada saat adanya suatu komunikasi yang dinamis dalam menghidupkan kondisi, artinya potensi dalam kampus menjadi peluang untuk dijadikan inspirasi yang bermanfaat untuk mengenali media cetak kampus sebagai media alternatif yang tetap segar enak dipandang dan menarik untuk diamati.
Dengan berbagai macam informasilah hal tersebut dapat terwujud, karena ternyata bagaimana pun kondisi ini tidak akan pernah berkembangan dengan inovasi baru jika informasi, dialektika dan berbagai macam masukan tidak dijadikan peluang untuk mengembangkan pers mahasiswa sebagai kebutuhan yang memang harus dapat terwjud dalam sebuah karya yang memang bisa dihargai oleh pembacanya.
Persma mempunyai ruang lingkup yang berbeda dengan berbagai macam kultur yang berbeda, mengapa demikian? Karena saling berbeda lembaga ini memerlukan imajinas yang kaya dengan sesuatu yang berbeda, dimana pun lembaga ini ada kiranyalah diperlihatkan dengan kondisi yang bisa kita bahas bersama.

Disampaikan pada Training Pers dan Jurnalistik Mahasiswa 2004