Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

11.11.09

Perancangan Sistem Kerja

PERANCANGAN SISTEM KERJA


Perancangan system kerja merupakan factor penting dalam manajemen operasi karena selain berkaitan dengan produktivitas juga menyangkut tenaga kerja yang melaksanakan kegiatan operasi perusahaan. Kemampuan untuk dapat membentuk atau menciptakan cara-cara kerja yang baik merupakan kebutuhan utama dalam kegiatan perusahaan yaitu mencari satu system kerja yang baik dari yang lainnya, karena dari alternative-alternatif cara-cara kerja kerja yang baiklah diadakan pemilihan tersebut dan bukan dari cara-cara yang dibentuk dengan sembarangan.


Rancangan Tugas

Rancangan tugas (job design) adalah rincian isi dan cara pelaksanaan tugas atau kegiatan, yang mencakup siapa yang mengerjakan tugas, bagaimana tugas dilaksanakan, dimana tugas itu dikerjakan dan hasil apa yang diharapkan. Tujuan rancangan tugas untuk menciptakan suatu system kerja yang produktif dan efesien.


  • Pendekatan dalam Rancangan Tugas

Ada tiga jenis pendekatan dalam rancangan tugas, yaitu :

  1. Manajemen ilmiah

Pendekatan manajemen ilmiah dalam rancangan tugas dikembangkan oleh Federick Tylor (1947) dalam bukunya Scientific Management. Pendekatan ini yang juga dikenal sebagai aliran efisiensi, dengan menggunakan konsep labor specialization dari Adam smith yang menekankan pada pendekatan yang sistematis dan logis terhadap perencanaan tugas, standar kinerja dan teknik dalam pengukuran kerja perorangan atau kelompok.

Pendekatan manajemen ilmiah mendasarkan pada konsep bahwa dalam mencapai efisiensi yang tinggi seorang pekerja dituntut untuk dapat menguasai pekerjaannya. Dapat diperoleh apabila pekerja yang bersangkutan hanya menangani suatu jenis pekerjaan tertentu dan tidak berganti-ganti pekerjaan. Dengan spesialisasi, pekerja dapat mengenal benar tugasnya sehingga menghasilkan output yang lebih besar dan tingkat kesalahan yang kecil. Misalnya operator yang tugasnya hanya melakukan pengelasan, peneliti yang hanya mendalami satu disiplin ilmu, karyawan yang tugasnya hanya melakukan pembukuan keuangan, dan sebagainya.

Secara umum keuntungan penerapan spesialisasi dalam pekerjaan sebagai berikut :

  1. Memungkinkan diperolehnya produktivitas yang tinggi karena setiap pekerja hanya menangani suatu tugas yang spesifik sehingga penguasaan terhadap tugasnya menjadi lebih baik.

  2. Biaya produksi per unit menjadi lebih rendah karena meningkatnya produktivitas.

  3. Berkurangnya waktu yang terbuang karena pekerja tidak perlu berganti tugas ataupun peralatan yang dipakai.

  4. Rendahnya investasi karena setiap pekerja hanya menggunakan alat secukupnya sesuai dengan yang diperlukan untuk tugasnya saja.

  5. System pelatihan yang sederhana karena terbatasnya jenis tugas.

Kekurangannya yaitu mengakibatkan kebosanan bagi para pekerja karena pengulangan jenis tugas yang mana terus menerus sehingga mendorong meningkatnya ketidakhadiran ataupun perputaran (turn over) pekerja.

  1. Pendekatan Prilaku

Pendekatan prilaku (behavioral) mulai berkembang pada akhir 1950-an dipelopori oleh Federick Herzberg. Pendekatan perilaku menekankan pada pengertian bahwa manusia merupakan makhluk hidup yang kompleks sehingga perlu pendekatan factor-faktor perilaku dan pemenuhan kepuasan terhadap kemauan atau keinginan manusia.


  1. Pendekatan Sosioteknis

Pendekatan sosioteknis dalam rancangan tugas diperkenalkan oleh Eric Trist dan kawan-kawan (1963). Pendekatan ini mengarah pada pengembangan tugas yang semata-mata mencerminkan teknologi yang paling ekonomis, tetapi juga memperhatikan factor social tempat karyawan bekerja. Oleh karena itu dalam rancangan tugas perlu memperhatikan kedua aspek, yaitu aspek teknologi dan aspek social.


  • Analisis Metode

Analisis metode dapat dilakukan melalui prosedur, sebagai berikut :

  1. Identifikasi operasi yang akan dipelajari, dan kumpulkan data yang relevan.

  2. Diskusikan dengan operator dan supervisor untuk memperoleh masukan.

  3. Pelajari dan dokumentasikan metode yang berlaku dengan menggunakan bagan proses.

  4. Lakukan analisis terhadap metode yang berlaku

  5. Usulkan metode baru apabila metode lama kurang sesuai

  6. Terapakan metode baru

  7. Pelihara dan lakukan penyesuaian jika perlu.


  1. Alat Bantu dalam Analisis Metode

  • Bagan Proses Aliran (Flow Process Chart)

Bagan ini menggambarkan urutan operasi, baik gerakan pekerja maupun aliran material. Bagan ini bermanfaat dalam memperlihatkan bagian proses yang tidak produktif seperti delay, penyimpanan sementara dan untuk mengetahui panjang pendeknya jarak yang ditempuh.


  • Bagan Pekerja – Mesin (Worker – Machine Chart)

Bagan ini menggambarkan suatu siklus kerja dimana pekerjaan dan mesin sibuk atau menganggur (idle). Analisis dapat dengan mudah mengetahui kapan pekerja dan mesin secara bersamaan atau bekerja secara sendiri-sendiri (independen). Salah satu kegunaan bagan ini adalah untuk mengetahui berapa mesin/ peralatan yang dapat di tangani oleh seorang pekerja atau sebaliknya berapa orang atau bagian untuk sebuah mesin/peralatan.


  • Bagan Proses – Kelompok (Gang – Process Chart)

Bagan proses – kelompok menggambarkan kesibukan beberapa pekerja dan mesin yang bekerja bersama-sama dalam suatu kelompok. Bagan ini bermanfaat untuk mengkoordinasikan kegiatan sekelompok pekerja dan mengetahui utilisasi dari masing-masing pekerja.