Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

22.9.09

Nanas

Tentang Nanas

Di susun Oleh :

H e n d r a y a n a T a u f i k

J u r u s a n T e k n o l o g i P a n g a n

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS AL-GHIFARI

Jalan Cisaranten Kulon No. 140 Tlp. (022) 91123573, 91144855 Soekarno-Hatta Bandung 40293

KATA PENGANTAR

Tiada kata yang layak diucapkan berkenaan dengan selesainya penyusunan makalah ini, selain ucapan Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang Maha Kuasa , Rahmat dan Hidayah-Nya merupakan unsur tak terperi dalam penyusunan makalah ini.

Dari ribuan jenis tanaman di Indonesia yang dapat dijadikan makanan, masih banyak yang belum diketahui komposisi zat gizinya, termasuk komposisi zat gizi dari berbagai jenis pangan terolah dan makanan siap santap yang banyak dijumpai di pasaran, padahal informasi tentang komposisi zat pangan ini sangat diperlukan dalam menunjang program kesehatan, pangan dan gizi.

Salah satu jenis tanaman yang mempunyai banyak manfaat adalah tanaman nanas. Nanas merupakan tanaman yang mengandung banyak vitamin C. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekarang produk dari nanas telah banyak dikembangkan. Mulai dari pembuatan kripik, selai, Jeli, kecap dari nanas dan lain sebagainya, yang dapat dikonsumsi oleh konsumen dengan aman dan penuh dengan nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Dalam makalah ini, akan dibahas proses pembuatan produk-produk dari nanas itu sendiri, dengan secara ringkas, jelas, objektif, dan dilengkapi dengan diagram alir proses pembuatan tiap produk dari nanas, untuk memudahkan pemahaman proses pembuatan.

Kami menyadari bahwa makalah ini belum lengkap, belum memenuhi harapan pemakai, oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca demi peningkatan kualitas makalah ini di masa yang akan datang.

Akhirnya, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat sesuai harapan dan dapat menjadi pelengkap dalam khazanah ilmu pengetahuan dalam pengolahan pangan.

BAB I

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Nanas (Ananas comosus) ialah sejenis tumbuhan tropikal dan buahnya, adalah tumbuhan asli kepada Brazil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini berada dalam kumpulan bromeliad (Famili Bromeliaceae), tumbuhan yang rendah saka bak herba (herbaceous perennial) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, tajam mengelilingi batang yang tebal. Buahnya dikenali sebagai pineapple kerana bentuknya yang seperti pokok kon pain. Perkataan asal orang Tupi untuk buah ini ialah anana, yang bermakna "buah yang sangat baik". Burung Madu (Hummingbird) merupakan pendebunga biasa.

Nanas kini dipercayai mampu merawat barah. Dua molekul yang diestrek dari nanas menunjukkan hasil yang baik bagi melawan pertumbuhan barah. Salah satu molekul yang dikenali sebagai CCS menghalang protin yang dikenali sebagai Ras dan satu lagi yang dikenali sebagai CCZ mengukuhkan sistem imuniti badan pesakit bagi melawan sel darah.

Buah nanas sebagaimana yang dijual orang bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap 'sisik' pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung -- bersama-sama dengan tongkol (spadix) bunga majemuk -- menjadi satu 'buah' besar. Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian 'mahkota' buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif.

Dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi kini dari buah nanas dapat di hasilkan berbagai macam produk, diantaranya selai nanas, kripik nanas, dodol nanas, saus nanas, jeli nanas, dll. yang sangat bermanfaat bagi manusia. Maka dari itu sekarang banyak yang mengolah nanas menjadi makanan banyak diminati dan menjadi sumber penghasilan tersendiri.

II. TUJUAN

*Menganalisa berbagai macam proses pembuatan produk-produk makanan dari buah nanas

*Mengamati dan meneliti proses pengolahan nanas

*Memperluas wawasan dan pengetahuan tentang pengolahan pangan

*Memenegemen kepribadian agar bisa berwirausaha dengan memanfaat bahan yang ada di lingkungan kita.

*Menciptakan kekreatifan yang efisien dalam teknik pengolahan pangan dalam rangka meningkatkan khazanah ilmu pengetahuan di bidang pertanian.

III. METODE PENULISAN

Penulis menyusun makalah ini dengan berbagai metode, yaitu dengan merujuk kepada buku-buku yang sesuai dengan tema yang akan diangkat menjadi suatu karya, juga mengambil sumber-sumber dari Internet, yang merupakan sumber informasi yang sangat berarti dalam penyusunan makalah ini.

IV. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan makalah ini, yaitu :

JUDUL MAKALAH

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan

C. Metode Penulisan

D. Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

A. Dodol nanas

B. Selai dan jeli buah nanas

C. Sari dan sirup buah nanas

D. Kripik nanas

E. Saus nanas

F. Kecap keong sawah

BAB III PENUTUP

BAB II

PEMBAHASAN

DODOL NANAS

  1. PENDAHULUAN

Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan.

Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.

Dodol Nanas merupakan olahan nanas menjadi satu adonan sehingga membentuk kekenyalan tertentu. Selain buah nanas, dodol sering juga dibuat dari jenis buah lainnya seperti buah sirsak, durian, dan lain-lain.

  1. BAHAN
    1. Buah nanas 2 kg
    2. Gula pasir 1 ons
    3. Gula merah 3 ons
    4. Tepung ketan 1 ons
    5. Kelapa secukupnya
    6. Panili secukupnya
  2. ALAT
    1. Baskom
    2. Alas pemotong dari kayu
    3. Pisau
    4. Cetakan dodol
    5. Penggorengan (Wajan)
    6. Alat penumbuk (alu)
    7. Tungku
    8. Sendok kayu
    9. Ayakan halus
  1. CARA PEMBUATAN
    1. Kupas kulit nanas dan potong kecil-kecil lalu haluskan;
    2. Kupas kelapa, parut lalu ambil santannya;
    3. Campur nanas yang telah dihaluskan dengan gula pasir, gula merah, tepung ketan, panili, dan santan hingga rata kemudian panaskan sampai terbentuk adonan kental (+ 3 ½ jam);
    4. Segera tuangkan adonan yang telah jadi pada cetakan, dinginkan, setelah itu potong-potong menurut ukuran (5x3 cm). Kemudian masukkan ke dalam
      kantong plastik.
      Catatan :
      1. Penambahan tepung ketan jangan terlalu banyak agar dodol yang didapatkan tidak keras.
      2. Pembungkus dilakukan setelah dingin dan disimpan di tempat tertutup agar dodol tetap kenyal seperti semula.
      3. Dodol ini tahan sampai ± 1 bulan.

SELAI DAN JELI BUAH NANAS

PENDAHULUAN

Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.

Selai adalah produk makanan yang kental atau setengah padat dibuat dari campuran 45 bagain berat buah (cacah buah) dan 55 bagian berat gula.

Jeli adalah produk yang hampir sama dengan selai, bedanya jeli dibuat dari campuran 45 bagian sari buah dan 55 bagian berat gula.

Tiga bahan pokok pada proses pembuatan selai atau jeli adalah pektin, asam, dan gula dengan perbandingan tertentu untuk menghasilkan produk yang baik. Selai atau jeli buah yang baik harus berwarna cerah, jernih, kenyal seperti agar-agar tetapi tidak terlalu keras, serta mempunyai rasa buah asli.

Buah yang dapat digunakan untuk membuat selai atau jeli adalah buah yang masak tetapi tidak terlalu matang dan tidak ada tanda-tanda busuk. Selai yang diperoleh dari buah hasilnya lebih banyak daripada diolah menjadi jeli, sehingga pengolahan jeli lebih banyak menggunakan buah yang murah harganya. Buah yang masih muda tidak dapat digunakan untuk pembuatan selai atau jeli karena masih banyak mengandung zat pati (karbohidrat) dan kandungan pektinnya rendah. Kulit buahpun dapat digunakan untuk menghasilkan selai atau jeli tersebut.

Buah yang sering digunakan untuk pembuatan selai atau jeli antara lain : anggur, apel, murbei, arbei, gowok, jambu biji, jeruk, nanas, pala, dan lain-lain. Sedangkan kulit buah yang biasa digunakan untuk membuat selai atau jeli antara lain : kulit durian, kulit nenas, kulit jeruk, dan lain-lain.

BAHAN

    1. Buah Nanas
    2. Gula pasir ¾ kg
    3. Asam sitrat atau sari buah nipis secukupnya
    4. Natrium benzoat (sebagai zat pengawet) 1 gram
    5. Garam dapur secukupnya
    6. Panili secukupnya

ALAT

1. Botol selai yang sudah disterilkan

2. Kain saring atau kain blacu

3. Mangkok

4. Panci

5. Parutan

6. Pengaduk

7. Pisau

8. Sendok

9. Penggorengan (wajan)

10. Baskom

  1. CARA PEMBUATAN
    1. Cuci buah yang sudah tua (belum matang) lalu kupas dan buang bijinya.
    2. Untuk nenas matanya dibuang tetapi hatinya tak perlu dibuang;
    3. Khusus buah pala, kukus daging buahnya selama 10 menit;
    4. Parut daging buah dan tambahkan gula serta panili. Aduk sampai rata kemudian masak selama 1 jam;
    5. Setelah mengental, masukkan segera dalam botol dan biarkan botol dalam keadaan terbalik selama 5 menit;
    6. Balik ke posisi semula.

a. Cara Pembuatan Selai Kulit Buah :

1. Cuci kulit buah lalu rebus dalam air panas selama ± 30~45 menit, kemudian diamkan selama 12 jam;

2. Tambahkan gula dan panili serta natrium benzoat. Aduk sampai rata kemudian masak selama 1 jam;

3. Setelah mengental, masukkan segera dalam botol dan biarkan botol dalam keadaan terbalik selama 5 menit;

4. Balik ke posisi semula.

b. Cara Pembuatan Jeli Buah Segar atau Kulit Buah :

1. Cuci buah yang sudah tua (belum matang), kupas dan buang bijinya.

2. Untuk nenas matanya dibuang tetapi hatinya tidak perlu dibuang;

3. Khusus buah pala, kukus daging buahnya selama 10 menit;

4. Potong kecil-kecil, parut kemudian saring;

5. Untuk kulit, setelah dicuci bersih rebus dalam air panas ± 30~45 menit, kemudian diamkan selama 12 jam. Setelah itu saring.

6. Diamkan hasil saringan selama 1 jam;

7. Khusus untuk kulit jeruk, diamkan hasil saringan selama 1 malam.

8. Ambil sari buahnya (bagian yang jernih);

9. Tambahkan gula dan natrium benzoat. Bila rasa asam masih kurang, tambahkan asam sitrat sampai rasa asam seimbang, lalu panaskan hingga agak mengental;

10. Masukkan segera dalam botol.

Catatan :

1. Penambahan gula tidak boleh terlalu banyak atau sedikit karena bisa merubah kekentalan selai atau kekenyalan jeli.

2. Pemanasan harus diperhatikan, jangan sampai terlalu kental atau kurang kental. Terlalu kental mengakibatkan sari buah banyak yang menguap sedangkan kurang kental mengakibatkan pembentukan selai atau jeli kurang sempurna.

SARI DAN SIRUP BUAH NANAS

  1. PENDAHULUAN

Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.

Sari buah nanas adalah cairan yang dihasilkan dari pemerasan atau penghancuran buah nanas segar yang telah masak.

Pada prinsipnya dikenal 2 (dua) macam sari buah, yaitu :

    1. Sari buah encer (dapat langsung diminum), yaitu cairan buah yang diperoleh dari pengepresan daging buah, dilanjutkan dengan penambahan air dan gula pasir.
    2. Sari buah pekat/Sirup, yaitu cairan yang dihasilkan dari pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan proses pemekatan, baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti penguapan dengan hampa udara, dan lain-lain. Sirup ini tidak dapat langsung diminum, tetapi harus diencerkan dulu dengan air (1 bagian sirup dengan 5 bagian air).

Buah-buahan yang sering diolah menjadi sari buah atau sirup antara lain : pala, pisang, jambu biji, mangga, sirsak, wortel, tomat, kueni, markisa, nangka, jahe, asam, hampir semua jenis jeruk, dan lain-lain. Sari buah atau sirup buah dapat tahan selama +3 bulan.

  1. BAHAN
    1. Buah nanas segar + 5 kg
    2. Gula pasir (khusus untuk sirup 1 ¼ kg) 125 gram
    3. Asam sitrat 3 gram/liter sari buah
    4. Natrium benzoat 1 gram
    5. Garam dapur 20 gram
    6. Air secukupnya
  1. ALAT
    1. Pisau
    2. Pengaduk
    3. Panci email
    4. Parutan kelapa
    5. Tungku atau kompor
    6. Botol dan tutup yang sudah sterilkan
    7. Kain saring atau kain blacu
    8. Baskom
    9. Corong
  1. CARA PEMBUATAN
    1. Pilih buah yang telah tua, segar dan masak lalu cuci;
    2. Potong buah menjadi 4 bagian;

* Khusus untuk buah pala sebelum dipotong-potong kukus dahulu selama 10 menit. Keringkan bijinya untuk dijual sebagai rempah-rempah.

    1. Parut buah hingga menjadi bubur;

* Untuk jeruk peras airnya

    1. Tambah air, gula pasir, natrium benzoat, asam sitrat dan garam dapur;

*Air

Perbandingan sari buah dengan air adalah sebagai berikut :

      • Buah pala, pisang, jambu biji, mangga, sirsak, kueni, markisa, nangka => (untuk 1 liter sari buah campur dengan 3 liter air)
      • Buah jeruk => (untuk 1 liter sari buah campur dengan 1 ½ liter air)
      • Buah wortel, tomat, jahe, asam => (untuk 1 liter sari buah campur dengan 2 liter air)
    1. Aduk sampai rata.

Selanjutnya pengerjaan untuk pembuatan sari buah (6-9) :

    1. Saring campuran dengan menggunakan kain saring;
    2. Masukkan hasil saringan ke dalam botol dan tutup rapat. Endapan hasil penyaringan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan dodol, selai, dan lain-lain;
    3. Masukkan botol yang telah ditutup rapat dalam air mendidih selama 30 menit;
    4. Angkat botol dan segera dinginkan.

Selanjutnya pengerjaan untuk pembuatan sirup (10-11) :

    1. Panaskan campuran pada pengerjaan nomor 5 hingga mendidih dan biarkan sampai agak mengental;
    2. Dalam keadaan panas, saring hasilnya. Setelah dingin segera masukkan dalam botol. Endapannya bisa langsung digunakan sebagai selai.

KRIPIK NANAS

Tujuan penelitian adalah untuk menentukan ketebalan irisan dan suhu penggorengan vakum yang optimal dalam pembuatan keripik melon sehingga dihasilkan keripik melon dengan karakteristik yang baik. Manfaat penelitian ini adalah penganekaragaman berupa produk keripik dari buah-buahan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial yaitu Ketebalan Irisan (K) dan Suhu Penggorengan Vakum (S) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Rancangan respon yang dilakukan adalah uji organoleptik tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma, kerenyahan dan keseluruhan produk, analisis kimia dilakukan terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar karbohidrat. Kata kunci : Ketebalan irisan, penggorengan vacum suhu optimum, keripik.

Bahan pangan pada umumnya tidak selalu dikonsumsi secara langsung tetapi sebagian besar diolah menjadi berbagai jenis pangan lainnya. Renyah adalah keras tetapi mudah patah. Sifat renyah, tahan lama, praktis, mudah dibawa dan disimpan, serta dapat dinikmati kapan saja, terutama santai sambil membaca atau menonton televisi, Bahan baku untuk membuat keripik dapat berasal dari berbagai macam bahan yang mengandung pati atau campuran berbagai jenis bahan yang salah satunya mengandung pati. Selama ini keripik hanya dikenal terbuat dari pisang mentah, ubi kayu atau umbi-umbian lainnya. Tapi sejalan dengan perkembangan teknologi, buah-buahan yang sudah matang pun, seperti nanas, pepaya, nangka, wortel, mangga dan lain-lain bisa diolah menjadi keripik. Keripik nanas merupakan salah satu contoh jenis makanan olahan hasil pemanfaatan dan penganekaragaman dari buah nanas.

Dengan Mesin Penggoreng Vakum (vaccum frying) memungkinkan mengolah buah atau komoditi peka panas seperti buah dan sayuran menjadi hasil olahan berupa keripik (chip), seperti; keripik nangka, keripik apel, keripik salak, keripik pisang, keripik nenas, keripik melon, keripik salak, keripik pepaya dll.

*Bahan -bahan yang Digunakan

Bahan baku utama yang digunakan adalah buah nanas dengan varietas Action segar yang diperoleh dari pasar Induk Caringin Bandung.

*Penelitian Pendahuluan

Penelitian Pendahuluan pada pembuatan keripik Nanas yaitu penentuan perendaman dengan larutan kapur, larutan CaCL2 dan tanpa perendaman pada irisan buah nanas. Perendaman dalam larutan Kapur (Ca(OH)2) 1000 ppm, perendaman dalam larutan CaCl2 1000 ppm selama 30 menit. Perlu tidaknya perlakuan blanching pada buah, blanching dilakukan pada suhu 90 o C selama 3 menit dengan cara mencelupkan bahan kedalam air panas. Suhu penggorengan vakum yang digunakan yaitu 75o C dengan waktu penggorengan 40 menit tekanan 650 mmHg. Respon pengamatan terhadap uji organoleptik dengan skala hedonik yang meliputi warna rasa, aroma, kerenyahan dan keseluruhan produk.

Saus Nanas

  1. PENDAHULUAN

Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan, dan buah nanas untuk sumber vitamin C.

Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.

Saos nanas adalah sejenis penyedap masakan, berbentuk bubur kental dan berwarna merah, yang terbuat dari buah nanas segar yang telah matang. Selain dibuat dari nanas, saos buah dapat juga dibuat dari buah tomat, pepaya, pisang, cabai, dan lain-lain.

  1. BAHAN
    1. Buah nanas matang 12 ½ kg
    2. Gula pasir 1 ½ kg
    3. Bawang merah (sudah dikupas) 1 ¼ kg
    4. Bawang putih (sudah dikupas) 300 gram
    5. Asam cuka 25 % 1 ¼ liter
    6. Asam sitrat kristal (sari jeruk) 50 gram
    7. Cabai merah (tanpa biji) 100 gram
    8. Garam dapur 1 kg
    9. Sepuluh atau zat pewarna merah (bila diperlukan) secukupnya
  2. ALAT
    1. Panci
    2. Tungku atau kompor
    3. Sendok pengaduk
    4. Botol yang sudah disterilkan untuk tempat saos
    5. Pisau
    6. Kain saring atau kain blacu
    7. Parutan
    8. Tali
  1. CARA PEMBUATAN
    1. Cuci buah nanas sampai bersih. Kupas dan buang matanya, kemudian timbang;
    2. Potong-potong buah nanas lalu hancurkan sampai menjadi bubur. Setelah itu masukkan ke dalam panci;
    3. Tambahkan gula dan garam, aduk hingga rata lalu masak;
    4. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai. Bungkus dengan kain saring dan ikat dengan tali. Kemudian celupkan ke dalam bubur nanas yang sedang dimasak dengan memegang tali pengikatnya. Tekan-tekan dengan menggunakan pengaduk agar sarinya keluar sempurna;
    5. Biarkan mendidih selama 30 menit. Peras bungkusan bumbu lalu angkat dari adonan saos;
    6. Tambahkan sepuhan warna merah bila dikehendaki warna yang lebih menarik;
    7. Tambahkan cuka dan asam sitrat kristal ke dalam saos, aduk sampai rata;
    8. Tuangkan saos yang masih panas ke dalam botol hingga permukaan saos sekitar 1 sampai 1 ½ centimeter di bawah permukaan mulut botol. Segera

tutup hingga rapat;

    1. Masukkan botol yang berisi saos ke dalam air mendidih selama 30 menit. Angkat dan biarkan terbalik selama 5 menit.

KECAP KEONG SAWAH

*PENDAHULUAN

Keong sawah yang cukup enak dimakan ternyata mengandung protein yang tinggi (2~6 %). Keong sawah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kecap. Produk ini belum diusahakan secara ekonomis. Pemanfaatan keong sawah menjadi bahan pangan akan menambah penganekaragaman jenis bahan pangan bergizi. Proses pembuatan kecap keong sawah lebih cepat dari pembuatan kecap kedelai. Hal ini disebabkan adanya proses enzimatis (bromelin) yang hanya memerlukan waktu 7~10 hari.

*BAHAN

Ø Keong sawah 650 gram

Ø Gula merah 8 ons

Ø Keluwak (penambah warna hitam) 40 gram

Ø Garam 225 gram

Ø Bawang putih 120 gram

Ø Lengkuas (laos) 140 gram

Ø Salam dan serai 130 gram

Ø Ketumbar 50 gram

Ø Kunyit 80 gram

Ø Vetsin 50 gram

Ø Pekak (adas bintang) untuk bau dan rasa 5 gram

Ø Gelatin 5-10 gram

Ø Parutan bonggol atau daging buah nenas 100 gram

*ALAT

Ø Alat penggorengan (wajan atau sodet)

Ø Pisau

Ø Panci dan alat pengaduk

Ø Alat penghancur bumbu (cobek dan ulekan)

Ø Parutan

Ø Penyaring dan kain saring

Ø Botol dan tutup yang sudah disterilkan

*CARA PEMBUATAN

Ø Cuci keong sawah, kemudian rebus. Buang kulitnya, timbang dagingnya sebanyak 300 gram;

Ø Parut bonggol atau daging buah nenas sebanyak 100 gram, kemudian campurkan ke dalam daging keong sawah tadi;

Ø Bubuhi campuran tersebut dengan garam halus 60 gram dan gelatin;

Ø Setelah itu disimpan selama 3 hari sambil dipanaskan pada suhu kira-kira 500 C (di atas api kecil dengan tanda air mulai keluar asap);

Ø Tambah air sebanyak 1,2 liter, kemudian masak pada suhu 700~800 C (ditandai dengan adanya gelembung-gelembung kecil);

Ø Setelah itu, saring dan ampasnya dipisahkan dari filtrat yang berupa cairan kental;

Ø Sangrai pekak dan ketumbar untuk menimbulkan aroma;

Ø Kupas bawang putih dan hancurkan, kemudian goreng bersama-sama keluwak yang telah dihancurkan;

Ø Keluwak dikupas dan dipilih yang berwarna hitam mengkilat, tanpa bau yang menyimpang.

Ø Hancurkan lengkuas dan kunyit kemudian campur ke dalam masakan kecap;

Ø Hancurkan gula merah kemudian tambahkan ke dalam kecap;

Ø Masak kecap selama 15 menit pada suhu 700~800 C (ditandai dengan gelembung-gelembung kecil);

Ø Setelah itu saring dengan kain saring. Pisahkan ampasnya. Tampung filtrate yang berupa cairan kental;

Ø Masukkan filtrat ke dalam botol kemudian tutup;

Ø Lakukan proses pasteurisasi untuk botol-botol yang sudah diisi kecap.

Catatan:

Limbah proses pengolahan kecap dari keong sawah yang berupa cangkang atau kulit keong dan ampas, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan ternak.

*DIAGRAM ALIR PEMBUATAN KECAP KEONG SAWAH

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Nanas berasal dari Brasil. Di Indonesia, nanas ditanam di kebun-kebun, pekarangan, dan tempat-tempat lain yang cukup mendapat sinar matahari pada ketinggian 1-1300 m dpl. Nanas merupakan tanaman buah yang selalu tersedia sepanjang tahun. Herba tahunan atau dua tahunan, tinggi 50-150 cm, terdapat tunas merayap pada bagian pangkalnya. Daun berkumpul dalam roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun bentuk pedang, tebal, liat, panjang 80-120 cm, lebar 2-6 cm, ujung lancip menyerupai duri, tepi berduri tempel yang membengkok ke atas, sisi bawah bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya terminal dan bertangkai panjang. Buahnya buah buni majemuk, bulat panjang, berdaging, berwarna hijau, jika masak warnanya menjadi kuning. Buah nanas rasanya enak, asam sampai manis. Bijinya kecil, seringkali tidak jadi. Buahnya selain di makan secara langsung, bisa juga diawetkan dengan cara direbus dan diberi gula, dibuat selai, atau dibuat sirop. Buah nanas juga dapat digunakan untuk memberi citarasa asam manis, sekaligus sebagai pengempuk daging. Daunnya yang berserat dapat dibuat benang ataupun tall. Tanaman buah nanas dapat diperbanyak dengan mahkota, tunas batang, atau tunas ketiak daunnya.

Dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi kini dari buah nanas dapat di hasilkan berbagai macam produk, diantaranya selai nanas, kripik nanas, dodol nanas, saus nanas, jeli nanas, dll. yang sangat bermanfaat bagi manusia. Maka dari itu sekarang banyak yang mengolah nanas menjadi makanan banyak diminati dan menjadi sumber penghasilan tersendiri.

B. SARAN

Pengolahan nanas belum secara maksimal dan efisiensi. Dan juga hanya baru sedikit orang yang benar-benar mengolah nanas menjadi makanan yang sangat di gemari banyak orang. Oleh karena itu perlu direalisasikan kembali oleh pemerintah akan usaha pengolahan nanas ini, dan juga pemerintah mesti bisa membantu usaha kecil agar mereka tidak gulung tikar.

Negara kita merupakan negara yang subur yang kaya akan hasil alam, yang mesti di olah secara benar agar dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Khusunya warga Negara kita, mari kita sama-sama manfaatkan potensi yang kita miliki, dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang berarti.