Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

25.9.09

Laporan Kromatografi

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Kimia analitik adalah ilmu kimia yang mengidentifikasi dan memisahkan zat menjdi komponen-kompenennya dan penentuannya lebih lanjut.Dengan analisis intrumen sebenarny, pemisahan diusahakan semenimal mungkin, sebgai gantinya digunakan teknik: masking,pengendalian Ph,dan sebagainya.Tetapi meskipun demikian pemurnian dn isolasi suatu zat. Teknik-teknik pemisahan, seperti yng ditunjukkn oleh kemajuan dalam bidang kimia, tergantung pada berbgi sifat fisika dan kimia molekul-molekul sampel. Pemisahan teknik yang digunakan tergntungpada banyak sedikitnya sampel, selektivitas metode, tingkat, resolusinya dan kepraktisan prosedurnya.(S.M. Khopkar,2007)

Kromatografi adalah suatu metode analitik untuk pemurnian dan pemisahan senyawa-senyawa organic,dan anorganik. Metode ini berguna untuk fraksionasi campuran kompleks dan pemisahan untuk senywa-sentawa yang sejenis. Pada tahun 1941 Martin dan Synge mengembangkan kromatogrfi partisi sedangkn Gordon menemukan kramotografi kertas. Kromatografi partisi terutama dilakukan pada kromatografi kertas. (S.M.Khopkhar, 2007)

Kromatografi digunakan untuk memisahkan campuran dari substansinya menjadi komponen-komponennya. Seluruh bentuk kromatografi bekerja berdasarkan prinsip yang sama. Seluruh bentuk kromatografi memiliki fase diam (berupa padatan atau cairan yang didukung pada padatan) dan fase gerak (cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen dari campuran bersama-sama. Komponen-komponen yang berbeda

akan bergerak pada laju yang berbeda pula. Dalam kromatografi kertas. Fase diam adalah kertas serap yang sangat seragam. Fase gerak adalah kertas serap yng sangat sesuai. (www.kimia.lipi.go.id)

Di tahun 1903 Tswett menentukan teknik kromotgrafi. Tnik ini bermanfaat sebagai cara untuk menguraikan campuran. Dalam kromotgrafi, komponen-komponen terdistribusi dalam du fase. Salah satu fase diam. Transef massa antara fase bergerak dan fase diam terjadi bila molekul-molekul campuran serp pada permukan partikel-partikel atau terserap did lm pori-pori partikel tau terbagi ke dalam sejumlah cairn yang terikat pada permukan atau di dalam pori. Ini adalah sorpsi (penyerapkan). Laju perpindahan suatu molekul zat terlarut tertentu di dalam kolom tau lapisan tipis zat penyerap secara langsung berhubungann dengan bagian molekul-molekul tersebut did lam fase bergerak dan fase diam. Jika perbedaan gerak sepanjang kolom dengan laju yang tergantung pada karekteristik masing-masing penyerapan. Jika di pisahkan terjadi masing-masing komponen keluar dri kolom pada interval waktu yang berbeda, mengingat bahea proses keseluruhannya dalah fenomena migrsi secra diferensial yng dihasilkan oleh tenaga pendorong tidak selektif berupa aliran fase gerak. (S.M.Khopkar)

1.2. Tujuan Percobaan

Memahami aplikasi dari pemisahan dengan metode kromatografi kertas. Mampu memahami dasar-dasar kertas pemisahan dalam kromografi kertas

1.3. Prinsip Percobaan

Rf = Jarak gerak zat terlarut

Jarak gerak pelarut

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kromatogram Kertas

Anda mungkin telah menggunakan kromatografi kertas sebagai salah satu hal pertama yang pernah anda kerjakan dalam bidang kimia untuk pemisahan, misalnya campuran dari pewarna-pewarna yang menyusun warna tinta tertentu. Ini merupakan contoh yang mudah, mari memulai dari hal itu.
Anggaplah anda mempunyai tiga pena biru dan akan mencari tahu dari tiga pena itu, yang mana yang digunakan untuk menulis sebuah pesan. Sampel dari masing-masing tinta diteteskan pada garis dasar pinsil pada selembar kromatografi kertas. Beberapa pewarna larut dalam jumlah yang minimum dalam pelarut yang sesuai, dan itu juga di teteskan pada garis yang sama. Dalam gambar, pena ditandai 1, 2 dan 3 serta tinta pada pesan ditandai sebagai M.

Kertas digantungkan pada wadah yang berisi lapisan tipis pelarut atau campuran pelarut yang sesuai didalamnya. Perlu diperhatikan bahwa batas pelarut berada dibawah garis pada bercak diatasnya. Gambar berikutnya tidak menunjukkan terperinci bagaimana kertas di gantungkan karena terlalu banyak kemungkinan untuk mengerjakannnya dan dapat mengacaukan gambar. Kadang-kadang kertas hanya digulungkan secara bebas pada silinder dan diikatkan dengan klip kertas pada bagian atas dan bawah. Silinder kemudian ditempatkan dengan posisi berdiri pada bawah wadah. .Alasan untuk menutup wadah adalah untuk meyakinkan bahwa astmosfer dalam gelas kimia terjenuhkan denga uap pelarut. Penjenuhan udara dalam gelas kimia dengan uap menghentikan penguapan pelarut sama halnya dengan pergerakan pelarut pada kertas.Karena pelarut bergerak lambat pada kertas, komponen-komponen yang berbeda dari campuran tinta akan bergerak pada laju yang berbeda dan campuran dipisahkan berdasarkan pada perbedaan bercak warna.

Ditinjau dari sistem pelarut yamg digunakan dalam kromatografi partisii, dikenal tiga kategori sebagai: a. fase dan berair. (aqueous), b. fase diam pelarut organic hidrofilik, dan c. fase diam pelrut organic hidrofobik seperti digunakan dalam RPPC.

2.2. Teknik Kromotografi Kertas

Proses pengeluaran asam mineral kertas disebut desalting. Larutan ditempatkan pada kertas dengan menggunakan mikropipet pada jarak 2-3 cm dari salah satu ujung kertas dalam bentuk coretan garis horizontal. Setelah kertas dikeringkan, ia diletakkan di dalam ruang yang sudah dijenuhkan dengna iar atau dengan pelarut yamg sesuai. Penjenuhan dapat dilakukan 24 jam sebelum analisis. Terdapat tiga teknik pelaksanaan analisis. Descending adalah salah satu teknik di mana cairan dibiarkan bergerak memenuhi kertas akibat gravitsi. Pada teknik ascending; pelarut bergerak ke atas dengan gaya kapiler. Nilai Rf harus sama baik pada descending maupun ascending. Sedangkan yang ketiga dikenal sebagai cara radial atau kromatografi kertas sirkuler. Kondisi-kondisi berikut harus diperhatikan untuk memperoleh nilai Rf yang reprodusibel. Temperatur harus dikendalikan dalam variasi tidak boleh lebih dari 0,5 C. Kertas harus didiamkan dahulu paling tidak 24 jam dengan atmosfer pelarutnya, agar mencapai kesetimbangan sebelum pengaliran pelarutnya pada kertas. Dilakukan beberapa pekerjaan yang parallel, Rf nya tidak boleh berbeda lebih dari 0,02.

2.3. Kromatografi Lapisan Tipis

Teknik ini dikembangkan tahun 1938 oleh Ismailoff dan Schraiber. Adsorbent dilapiskan pd lempeng kaca yang bertindak sebagai penunjang fase diam. Fase bergerak akan menyerap seapnjang fase diam dan terbentuklah kromatogram. Ini dikenal juga sebagai kromatografi kolom terbuka.Metode ini sederhana, cepat dalam memisahkan dan sensitive. Kecepatan pemisahan tinggi dan mudah untuk mempeloleh kembali senyawa-senyawa yang terpisahkan.

Pemishan sistem pelarut dan komposisi lapisan tipis ditentukan oleh prinsip kromatografi yang akan digunakan. Untuk meneteskan sempel yamg akan dipisahkan digunakan suatu mikro-syringe (penyutik berukuran mikro). Sampel diteteskan pada salah satu bagian tepi plat kromatografi (sebanyak 0,01-10g zat).Pelarut harus nonpolar dan mudah menguap.

Zat-zat berwarna dapat dilihat langsung, tetapi dapat juga digunakan reagent penyemprot untuk melihat bercak suatu zat. Asam klomat sering digunkan ubtuk zat organic.Untuk analisis kuantitatif dapat digunakan plot fotodensitometer.Analisanya dapat digunakan dengan spektrofotometer uV, sinar tampak, IR atau fluorosens atau dengan reaksi kolorimeter dengan reagent kromogenik.

2.4. Kromatografi Pasangan Ion

Pemisahan sampel-sempel yng mudah terdisosiasi dalam larutan air dapat dioptimasikan dengan mengatur PH fase diam atau fase bergeraknya. Hal ini akan menghalangi disosiasi dan zat terlarut terelusisebagai punjak yang lebih tjm. Misalnya CH3COOH ditambahakan pad pelarut yang digunakan dalam KLT atau kromatografi kertas untuk memperoleh punjak yang tajam. Demikian juga basa seperti ammonia atau basa organic dapat ditambahkan untuk mempertajampuncak.

Kromatografi pasangan ion didasarkan pada pembentukan suatu pasangan ion antara sempel dan fase berfgerak maupun fase diamnya.teknik ini sudah sering digunakan KCBT untuk pemisahan senyawa ionik. Biasanya silica-gel digunakan sebagai penunjang fase diam berair yang mengandung ion pengimbang dan buffer. Pelarut lain yang tidak bercampur digunakan sebagai pengelusi (eluen)

2.5. Prinsip Dasar Kromatografi Partisi Cair-cair

Dalam kromatografi partisi cair-cair, suatu pemisahan dipenggaruhi oleh distribusi sampel antara fase cair diam dan fase cair bergerk dengan membatasi kemampuan pencampuran. Jika suatu zat terlarut dikocok dalam sistem 2 pelarut yang tidak bercampur (melarutkan) maka zat terlrut akan terdistribusi di antara kedua fase dn jika ke setimbangan tercapai, mk koefesien partisinya (Kd):

Kd = Koefesien zat terlarut pada pelarut A

Koefesien zat terlarut pada pelarut B

Martin dan Synge melakukan teknik ekstraksi cair-cair secara fraksional dengan cara mengepak kolom silica gel kemudian meletakkan larutan campurannya pda kolom dan mengelusinya dengan pelarut tidak percampur, sepeti butanol.Cairan yang tertahan did lam kolom adalah fse diam sedangkan cairan yang bergerak sepanjang kolom adalah fase gerak. Pemisahan didasarkan pada pemanfaatan perbedaan koefesien partisi zat terlarut, oleh karena itu teknik ini dikenal sebagai kromatografi partisi.

Teori dasar kromatografi partisi mirip dengan teori destilsi bertingkat. Persamaan yang menghubungkan laju pergerakan suatu wilayah dengan koefesien partisi adalah:

Rf =

Dimana Am adalah luas wilayah fase gerak , As adalah luas wilayah fase diam.Jadi

Rf = Jarak yang ditempuh zat terlarut

Jarak yang ditempuh pelarut

2.6. Kromatografi Partisi Cair-cair

Teknik ini terdiri dari suatu kolom yang berisi zt padat penunjang halus di man pda permukan terdpat pelrut sebagai fase diamnya. Fase keduan, yaitu fase bergerak yang tidak bercmpur dengan ciran dari fase diamnya akan mengalir sepanjang kolom. Komponen-komponen yang terpartisi lebih banyak pada fse diam kan berthan lebih lama di dalam kolom dibndingkan yng lebih banyak terpartisi pada fase gerak.

Zat padat penunjang merupakan suatu materi padat yng berpori-pori dengan menggunakan ukuran antara 100-300 mesh, dan dapat mengandung sampai 50% berat cairan penunjang. Kieselguhr, tanah diatome, selulosa dan silica gel paling sering digunakan sebagai zat padat penunjang. Silika gel dapat mengabsorpsi sampai 70% berat air tanpa cairan terabsorpsi karena sifatnya sebagai materi yang terserat.

Pada pemisahan pelarut, maka biasanya pelarut hidrofilik bertindak sebagai pelarut yang berfungsi sebagai fase diam, sedangkan pelarut hidrofobik sebagai fase bergerak. Pelarut dapat diklasifikasikan berdasarkan ikatan hidrogennya.Pelarut-pelarut dengan sifat sebagai donor taupun akseptor pasangan electron mempunyai kemampuan untuk membentuk ikatan hydrogen intermolekuler.

2.7. Kromatografi Ekstraksi Fase Terbalik

Dikel juga sebagai kromatografi fase terbalik. Sesuai dengan namanya, maka fase yang digunakan dalam kromatografi prtisi cair-cair adalah terbalik.Ada suatu teknik tertentu untuk melapisi zat padat penunjang dengan pelarut hidrofobik (materi penoleflon atau kieselguhr). Zat tersebut dibuat hidrofobik dengan cara mengalirkan uap kloroilan kepadanya. Dari berbagai pelarut , mka telah diketahui bahwa berbagai pelarut pengsolvsi seperti TBP, TBPO. TOPO,MIBK, etil asetat, mesitil oksida dapat digunakan sebagai fase hidrofobik. Demikin juga pelrut-pelarut yang menunjukkan kemampuan ekstraksi dengan pembentukn pasangan ion seperti: amina-amin berberat molekul tinggi seperti TOA, TIOA. MDOA,TBA, Amberlit LA-1, LA-2, aliquat 336S, Arquad 6C juga dapat digunkan sebgai fase hidrofobik. Di akhir-akhir ini ada suatu kecendrungan untuk menggunakan pengkhelat sebagai fase hidrofobik fase ter balik seperti HdEHP, DNS dan sebagainya.

Dengan menggunakan teknik RPPC (reversed phase pertition chromatografi) atau kromatografi partisi fase terbalik, pemisahan-pemisahan terbalik ion logam yang tdinya sulit dilakukan, dapat dilaksanakan dengan mudah. Misalnya dengan fase diam TBP, pemisahan yang sempurna dapat dilakukan terhadap Besi (III); chrom (VI); germanium (IV); molybdenum (VI); vanadium (V); emas (III); dan merkuri (II) dari satuan campuran multi komponen.

BAB III

ALAT, BAHAN, DAN METODE

3.1. Alat Percobaan

Alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu, Gelas ukur, kertas whatman no 1 dengan ukuran 2,5 cm *10 cm,

3.2. Bahan Percobaan

Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: Ekstraks curcuma sp,alcohol, amonia, klorofom.