Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

2.9.09

Kumpulan Berita Gempa Tasik Malaya

DENPASAR - Gempa 7,3 Richter yang berpusat di 142 kilometer sebelah barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, terasa hingga ke Pulau Bali. Sejauh ini, belum ada laporan korban maupun kerusakan.

Di Bali, kekuatan gempa yang dirasakan termasuk dalam skala II Modified Mercally Intensity (MMI). "Getarannya seperti halnya ketika ada truk yang melintas di depan kita," kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMG Wilayah III Denpasa, Endro Tjahjono ketika dihubungi, Rabu (2/9/2009).

Endro menyatakan, getaran gempa di Bali lebih keciil dibandingkan sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun demikian, hampir semua masyarakat di Bali merasakannya.

Di Denpasar, gempa sempat membuat panik karyawan yang bekerja di gedung bertingkat. Selain merasakan getaran cukup kuat sekira setengah menit, mereka juga melihat sejumlah benda ikut bergoyang seperti lampu, kaca, dan sejumlah peralatan kantor.

"Teman-teman juga berteriak sambil beranjak dari tempat kerja," ujar Ni Komang Malini, salah satu karyawan swasta di Denpasar saat dikonfirmasi. (Miftachul Chusna/Koran SI/teb)

Sumber :http://news.okezone.com
Korban Tewas di Garut Bertambah Menjadi Empat

Rabu, 2 September 2009 - 22:46 wib

GARUT - Korban tewas akibat gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat, bertambah. Data yang dihimpun di lapangan, empat orang tercatat tewas di Kabupaten Garut.

Korban diketahui bernama Sahrijo (70), warga Peundeuy, Garut.

"Korban masih akan bertambah, pemkab sudah turun ke daerah-dareha yang terkena bencana dan akan segera mengirimkan bantuan," ujar Plt Sekda Garut Iman Alirahman, Rabu (2/9/2009).

Berdasarkan data di lokasi, 965 rumah rusak berat dan 1.296 rusak ringan. Sementara tiga gedung sekolah rusak berat dan dua rusak ringan.(Dede Ibin Muhibbin/Koran SI/lam)

Sumber :http://news.okezone.com

1 Warga DKI Meninggal, Total Korban Tewas 35

Kamis, 3 September 2009 - 00:48 wib

JAKARTA - Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter (SR) yang melanda wilayah Tasikmalaya menimbulkan banyak koran luka-luka dan tewas.

Menurut data yang diperoleh dari Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan dr Rustam
S Pakaya, pada pukul 23.00 WIB tercatat satu korban meninggal di wilayah DKI Jakarta.

"DKI wafat 1, 38 luka-luka," demikian isi pesan singkat Rustam Pakaya yang diterima
okezone, Kamis (3/9/2009), dini hari.

Rustam menambahkan, total korban tewas akibat gempa yang juga dirasakan di wilayah Ibukota itu mencapai 35 orang, 422 orang mengalami luka-luka, dan 40 orang dinyatakan hilang.

Sebanyak total 35 korban tewas tersebut, berasal dari wilayah Jawa Barat sebanyak 34 orang, diantaranya Kabupaten Bandung enam orang, Cianjur 11 orang, Kabupaten Tasik tiga orang, Kota Tasik dua orang, Kota Banjar enam orang, dan Sukabumi satu orang.

Sedangkan untuk daerah Cinajur, korban luka-luka tertinggi mencapai 384 orang dari total 422 orang, dan hingga berita ini diturunkan total 40 orang hilang dinyatakan berasal di wilayah Cianjur. (lam)
Sumber :http://news.okezone.com

Bocah di Bandung Tewas Akibat Gempa

BANDUNG - Seorang pasien gempa bumi yang dirawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Feby (6), warga Pangalengan Kabupaten Bandung meninggal dunia sekira pukul 19.00 WIB.

Sedangkan empat dari sembilan pasien yang datang ke ruang IGD akibat gempa, masih ditangani secara intensif oleh tim medis. Jumlah pasien yang masuk ke IGD asal Pangalengan, Kabupaten Bandung sekitar 9 orang.

Kepala IGD RSHS, dr. Monti, mengatakan korban meninggal akibat mengalami luka serius di bagian kepala. "Karena mengalami luka serius pada bagian kepala, akhirnya korban tidak bisa tertolong lagi. Apalagi, saat dibawa ke IGD, kondisinya sangat kritis," jelas dr. Monti saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9/2009).

Selain itu pihaknya juga sempat menangani pasien secara instensif di ruang IGD, bahkan pasien sempat dipasang ventilator dan infvus sebagai alat bantuan pernafasan. "Kita sudah melakukan penanganan sejak pasien tiba di IGD, hal itu juga kita lakukan pada 8 orang pasien lainnya yang datang," ujarnya.

Saat ini diterangkannya, kondisi empat pasien lainnya sudah mulai membaik dibandingkan kondisi sebelumnya ketika baru datang. "Dari sembilan pasien yang datang ke IGD, tinggal empat orang yang masih kami rawat. Tapi keempat orang tersebut kondisinya sudah membaik, sedangkan lima pasien lainnya sudah pulang sekira pukul 18.45 WIB," tambahnya. (Yugi Prasetyo/Koran SI/ahm).

Sumber :http://news.okezone.com

26 Korban Tewas Akibat Gempa

JAKARTA - Korban tewas akibat gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat, terus bertambah. Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, 26 orang tewas, sementara 305 korban menderita luka-luka.

"Itu data sampai pukul 20.30 WIB," kata Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan dr Rustam S Pakaya kepada
okezone, Rabu (2/9/2009).

Sebelumnya, jumlah korban tewas dilaporkan sebanyak 12 orang. Sembilan korban tewas di Cianjur, sedangkan tiga korban tewas di Garut.(lam)

Sumber :http://news.okezone.com

Laporan wartawan KOMPAS RONY ARIYANTI NUGROHO

TASIKMALAYA, KOMPAS - Warga di Desa Jayapura, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi di tenda-tenda darurat, Rabu (2/9) malam, menyusul gempa berkekuatan 7,3 skala richter yang terjadi pada sore hari.

Warga mengungsi di sejumlah tenda darurat karena masih trauma atas musibah ini. Data sementara hingga kini korban tewas akibat gempa mencapai 33 orang. FIA

Sumber : http://regional.kompas.com

Gempa Tasikmalaya menimbulkan Korban Jiwa

http://www.bloggaul.com/tpl/main/img/s.gifRabu, 2 September 2009 @ 19:08 WIB

Diari http://www.bloggaul.com/tpl/main/img/s.gif Gempa di Tasikmalaya menyebabkan korban jiwa di Garut, Tasik dan Cianjur serta korban luka-luka dan hilang.Sampai saat ini tercatat di Cianjur 6 orang Tewas, Garut (tepatnya di Pameungpeuk) 3 Orang Tewas dan Tasikmalaya 9 Orang Tewas. Korban luka-luka sampai saat ini kurang lebih 27 Orang. Komunikasi belum bisa berjalan lancar karena sepertinya jaringan telepon terputus di beberapa daerah akibat Gempa Tasikmalaya


quote:


Gempa Tektonik berkekuatan 7,3 skala richter yang terjadi di Tasikmalaya petang tadi, getarannya juga terasa di Kabupaten Garut. Puluhan rumah warga rusak bahkan beberapa di antaranya roboh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, Rabu (2/9/2009), sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan di antaranya terjadi di Kecamatan Pamengpeuk, Kecamatan Karang Pawitan, dan Kecamatan Garut Kota.

Bahkan, salah satu ruko penjual sepatu di Jalan Cileduk, Garut Kota, juga tak kuasa menahan getaran hingga akhirnya roboh. Belum diketahui adanya korban jiwa akibat kejadian ini, namun kabarnya, sejumlah warga mengalami luka akibat gempa bumi yang sempat berpotensi tsunami tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga Garut masih berada diluar rumah. Mereka belum berani kembali ke dalam rumah karena khawatir gempa susulan terjadi. "Nanti saja kita kembali ke rumah kalau benar-benar sudah aman," ujar seorang warga.


Sumber : http://www.bloggaul.com

Gempa Tasikmalaya

Lonjakan Trafik Iringi Gempa Tasikmalaya

Gempa membuat trafik suara operator selular melonjak dan macet.

Rabu, 2 September 2009, 20:13 WIB

Indra Darmawan, Hadi Suprapto


VIVAnews - Gempa Tasikmalaya membuat jaringan telekomunikasi di Tasikmalaya dan Jakarta sempat lumpuh.

Sesaat setelah gempa terjadi sekitar 14.55 WIB, trafik panggilan suara telepon fix maupun mobile melonjak karena para pelanggan berusaha melakukan panggilan dalam waktu yang bersamaan, sehingga mengakibatkan kemacetan komunikasi.

"Sempat terjadi congestion (kepadatan trafik) di jaringan kami, sehingga sempat sulit untuk melakukan panggilan telepon," ujar GM Corporate Communication XL Myra Junor kepada VIVAnews, Rabu 2 September 2009.

Menurut Myra, kondisi itu terjadi selama sekitar setengah jam, sejak gempa terjadi. "Namun, kemudian jaringan kami kembali normal," Myra menerangkan. Beberapa BTS XL sempat mengalami gangguan listrik, namun kini telah kembali beroperasi menggunakan genset.

Hal serupa juga dialami oleh jaringan Indosat. Sesaat setelah terjadi gempa pelanggan Indosat sangat sulit untuk melakukan penggilan telepon ke sesama pelanggan Indosat maupun ke operator lain.

"Occupancy (kepadatan) jaringan kami di Jakarta, Cianjur, Tasikmalaya, dan Bandung mencapai 100 persen setelah gempa terjadi," ujar Adita Irawati, Group Head Corporate Communication Indosat kepada VIVAnews.

Hingga pukul 16.00, kepadatan jaringan menurun menjadi 80 persen. Sekitar dua jam setelah itu, kata Adita, kepadatan jaringan Indosat baru surut hingga menjadi 50 persen. Gempa Tasik juga membuat menara BTS di daerah selatan Tasikmalaya yang dekat dengan pusat gempa mengalami gangguan.

"Kami masih mendeteksi menara-menara BTS kami yang mengalami gangguan," ujar Adita. Jumlah BTS dan gangguan yang dialami, kata Adita, sementara ini masih belum bisa diidentifikasi secara detail.

Gempa juga sempat melumpuhkan jaringan Telkomsel di Tasikmalaya. Malahan, 15 menara BTS Telkomsel sempat lumpuh akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter itu.

"Sebagian besar, kerusakan terjadi karena terputusnya aliran listrik. Ini menyebabkan BTS kami tidak berfungsi," ujar Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno kepada VIVAnews.

Sumber : http://teknologi.vivanews.com