Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

22.9.09

Bumi

BUMI

Berbagai bukti telah dikemukakan orang bahwa bentuk bumi kita ini bulat. Bukti yang paling mutakhir ialah bentuk bumi sebagaimana yang dilihat dari satelit buatan dan kapal ruang angkasa pada abad 20. tapi, pengukuran-pengukuran yang lebih teliti menunjukkan bahwa bentuk bumi tidak bulat benar, melainkan agak pepat ke bagian kutub dan agak menggelembung di sekitar khatulistiwa.

Bumi adalah planet yang merupakan tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Berikut ini akn kita bahas bumi secara strukturnya yang terdiri dari hidrosfer, litosfer, dan atmosfer.

  1. Hidosfer

Air adalah kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Air dapak kita jumpai di udara, di permukaan bumi maupun di bawah permukaan bumi.

Air yang ada dipermukaan air maupun di bawah permukaan bumi disebut hidosfer.

1. Laut

Air yang menutupi sebagian besar permukaan bumi ini dan yang paling rendah disebut laut. Permukaan laut dibuat sebagai acuan atau titik pangkal untuk mengukur ketinggian gunung atau kedalaman dasar laut.

Air laut rasanya asin karena mengandung garam. Garam tersebut terdiri atas senyawa-senyawa kimia yaitu natrium klorida, magnesium klorida, natrium sulfat, kalsium klorida, kalium klorida, dan lain-lain.

Kandungan garam dalam air laut berbeda-beda, rata-rata 3,5% dari berat laut. Kadar garam 3,5% berarti untuk 1 kg air laut rata-rata terdapat 35 gram garam.

2. Air Laut

Arus laut dapat terjadi karena perbedaan kerapatan air laut, pengaruh tiupan angin, dan perbedaan suhu. Perbedaan kerapatan air laut menyebabkan terjadinya arus laut vertical dan horizontal.

3. Dasar Laut

Kedalaman laut berbeda-beda ada yang dangkal ada pula yang dalam. Ini dikarenakan dasar laut tidak datar. Gambar 2.1menunjukkan penampang dasar laut. Permukaan dasar laut terdiri atas paparan atau landasan kontinen, cekungan, dan palung.

Paparan atau landasan kontinen adalah daratan di dasar laut yang dangkal dan landai. Kedalaman rata-rata 200 m.

Cekungan adalah batas paparan benua ke arah laut dan berupa lereng benua dengan kedalaman 130 m sampai 4000 m.

Palung merupakan lembah sempit, dalam, dan dindingnya curam.

4. Perairan di Daratan

Perairan di daratan dapat dibedakan menjadi sungai, danau, rawa, dan waduk.

Sungai terjadi karena adanya pengikisan air hujan pada daerah yang dilewatinya.

Danau adalah air yang mengumpul di dalam cekungan. Danau dapat dibedakan berdasarkan bentuknya yaitu, danau tektonik, danau kawah, dan danau dolina.

Bagian permukaan bumi yang rendah digenangi air dan air yang berlebih tidak dapat dibuang sehingga daerah tersebut dinamakan rawa.

Suatu tempat yang digunakan untuk menampung air hujan atau air sungai disebut waduk. Pemanfaatannya untuk berbegai keperluan seperti pengairan sawah, pembangkit tenaga listrik, perikanan dan tempat rekreasi.

5. Air di Bawah Permukaan Laut

Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi sebagian mengalir dan sebagian lagi meresap ke dalam tanah. Air di bawah permukaan bumi dapat menjadi air diam, mata air, sungai di bawah tanah, gaisir, artois, dan travertin.

Mata air adalah air diam yang muncul ke permukaan pada tempat-tempat yang miring seperti tebing.

Air yang bera di bawah permukaan tanah akan mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah disebut sungai di bawah tanah. Biasanya terjadi di daerah yang mengandung kapur.

Bila air di da;am tanah mendapat pemanasan dari dalam bumi, maka uap air dan air panas akan keluar ke permukaan bumi yang disebut gaisir.

. Lapisan batuan yang merembeskan air sering berpangkal dari tempat tinggi ke bawah dengan bentuk melengkung. Bagian atas dan bawahnya kedap air. Jika pada bagian bawah di bor, maka air dalam rembesan akan mencurat keluar, air dalam lapisan rembesan ini disebut artois.

Air tanah yang terdapat di daerah kapur dapat muncul ke permukaan tanah berupa mata air bercampur kapur disebut travertine.

  1. Litosfer

Bagian bumi terdiri atas batuan yang disebut kerak bumi atau litosfer

1. Bentuk Muka Bumi

gambar 2.3 menunjukkan raut muka bumi.

Raut muka bumi dibentuk oleh adanya gunung-gunung, pegunungan bukit, daratan, lembah, dan lain-lain.

2. Batuan

Kulit bumi terdiri atas berbagai batuan yaitu batuan beku, batuan endapan atau sedimen, dan batuan malikan atau metamorf.

Batuan beku berasal dari magma yang membeku. Yang terbagi atas batuan beku dalam yaitu magma yang membeku di dalam kerak bumi, batuan beku korok yaitu magma yang membeku pada celah-celah kerak bumi, dan batuan beku leleran yaitu magma yang membeku di permukaan bumi dengan tiba-tiba.

Berdasarkan zat penyusunnya dan warnanya, batuan beku dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, batuan asam, batuan basa, dan batuan menengah. Batuan asam mengandung banyak asam silikat dan kuarsa mempunyai warna keputih-putihan.

Batuan basa mengandung banyak besi dan magnesium kadar silikatnya rendah. Warnanya kehitam-hitaman karena mengandung berbagai mineral yang gelap.

Batuan menengah adalah batuan beku dengan kadar asam silikatnya sedang, berwarna kelabu.

Batu endapan atau sedimen terjadi karena adanya perombakan atmosfer bumi terhadap batuan di permukaan bumi. Contoh batuan sedimen yang telah mengeras yaitu konglomerat, breksi, batu pasir, batu lanau, serpih, dan batu gamping.

Batuan malikan terjadi karena kerak bumi suhunya meningkat dan mendapat tekanan dalam waktu lama. Contohnya genes, marmer, grafit, dan batu sabak.

Mineral adalah bahan dasar dari batuan. Mineal murni adalah mineral yang tersusun hanya satu unsur. Contohnya emas dan perak. Tetapi sebagian besar mineral terdiri atas senyawa beberapa unsure. Contoh, garam dan fosfat.

Mineral macamnya banyak sekali, telah dikenal 2.000 mineral sebagai pembentuk kerak bumi. Batuan kerak bumi terdiri atas 8 unsur yaitu oksigen, silicon, aluminium, besi, kalsium, natrium, kalium, dan magnesium.

3. Vulkanik

Inti bumi terdiri atas batu meleleh dan berpijar yang suhunya sangat tinggi dan tekanannya sangat besar menuju ke segala arah pada lapisan litosfer. Peristiwa naiknya magma dari dalam bumi disebut vulkanisme. Erupsi adalah gejala munculnya magma di permukaan tanah.

Gejala vulkanisme antara lain letusan gunung api yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, prasarana, dan sarana kehidupan, solfator yaitu sumber gas yang tediri atas senyawa belerang, fumarol yaitu sumber air panas disertai semburan uap air, dan gaisir adalah semburan air panas dipermukaan bumi.

4. gempa bumi

Gempa bumi dapat dibedakan menurut asalnya yaitu, gempa tektonik, gempa vulkanik, gempa tumbukan, dan gempa bumi tanah runtuh.

Gempa tektonik terjadi karena pergeseran kerak bumi. Gempa tumbukan terjadi karena meteor jatuh. Dan gempa bumi tanah runtuh terjadi karena adanya tanah runtuh, biasanya tidak begitu besar.

6. Bahan Tambang

Bahan tambang adalah zat kimia yang membentuk batuan dalam kulit bumi. Di dalam bumi terdapat lebih dari 2.000 jenis mineral. Mineral ada dalam bentuk biji logam misalnya, besi, platina, dan lain-lain. Bahan tambang yang dihasilkan dari pertambangan biji dan penggalian mineral. Penggalian mineral berguna untuk mendukung berbagai industri. Contoh fosfat untuk bahan dasar pupuk buatan.

Minyak bumi diindonesia dihasilkan dari lapisan-lapisan sedimen. Gas alam yang ditemukan bersama-sama dengan minyak bumi dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik dan bahan baku industri kimia.

  1. Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian sekitar 1.100. atmosfer dibagi dalam lapisan-lapisam berdasarkan suhu yaitu, troposfer, stratosfer, mesosfer, ionosfer, dan termosfer.

Troposfer adalah lapisa udara yang suhunya berangsur turun. Peristiwa cuaca berlangsung pada lapisan troposfer. Stratosfer adalah lapisan udara diatas troposfer, yang suhunya makin tinggi.

Bagian atas stratosfer terdapat ozon. Molekul ozon mempunyai daya serap amat kuat terhadap radiasi ultraviolet dan matahari. Mesosfer lapisan diatas stratosfer. Lapisan antara ketinggian 45 km dan 75 km. Setelah mesosfer suhu lapisan akan naik disebut lapisan termosfer. Bagian atas lapisan ini merupakan sumber panas.

Batas antara troposfer dan stratosfer disebut tropopause. Sedangkan stratopause adalah batas antara stratosfer dan mesosfer.

Pada ketinggian 150 km, massa jenis udara 10-6 gram/cm3. makin tinggi massa jenis udara makin kecil, maka jarak antara molekulnya semain besar, sehingga dapat bergerak bebas.

Bagan unsur-unsur udara

1.Troposfer

Lapisan atmosfer paling rendah dari permukaan laut adalah troposfer. Pada troposfer terjadi cuaca dan awan.

Melalui pengamatan terhadap unsure cuaca yaitu suhu udara, tekanan udara, kelembaban udara, arah angin, kecepatan angin, awan penyinaran, dan curah hujan dapat diramalkan keadaan cuaca.

2.Stratosfer
Lapisan kedua dari atmosfer adalah stratosfer. Stratosfer terletak pada ketinggian antara 18 - 49 km dari permukaan bumi. Lapisan ini ditandai dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian. Kenaikan suhu udara berdasarkan ketinggian mulai terhenti, yaitu pada puncak lapisan stratosfer yang disebut stratopause dengan suhu udara sekitar 0°C. Stratopause adalah lapisan batas antara stratosfer dengan mesosfer. Lapisan ini terletak pada ketinggian sekitar 50 - 60 km dari permukaan bumi.

Umumnya suhu (temperatur) udara pada lapisan stratosfer sampai ketinggian 20 km tetap. Lapisan ini disebut dengan lapisan isotermis. Lapisan isotermis merupakan lapisan paling bawah dari stratosfer. Setelah lapisan isotermis, berikutnya terjadi peningkatan suhu (temperatur) hingga ketinggian ± 45 km. Kenaikan temperatur pada lapisan ini disebabkan oleh adanya lapisan ozon yang menyerap sinar ultra violet yang dipancarkan sinar matahari.
Perlu Anda ketahui pula bahwa pada lapisan stratosfer ini tidak ada lagi uap air, awan ataupun debu atmosfer, dan biasanya pesawat-pesawat yang menggunakan mesin jet terbang pada lapisan ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari gangguan cuaca.

3.Mesosfer
Lapisan ketiga dari atmosfer adalah mesosfer. Mesosfer terletak pada ketinggian antara 49 - 82 km dari permukaan bumi. Lapisan ini merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya. Lapisan mesosfer ini ditandai dengan penurunan suhu (temperatur) udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter. Penurunan suhu (temperatur) udara ini disebabkan karena mesosfer memiliki kesetimbangan radioaktif yang negatif. Temperatur terendah di mesosfer kurang dari -81°C. Bahkan di puncak mesosfer yang disebut mesopause, yaitu lapisan batas antara mesosfer dengan lapisan termosfer temperaturnya diperkirakan mencapai sekitar -100°C.

4. Ionosfer

Ionosfer berada pada lapisan termosfer pada ketinggian 75 km. Dalam lapisan ionosfer terjadi peristiwa ionisasi. Peristiwa ionisasi dapat terjadi akibat sinar gamma, sinar X, dan sinar ultraviolet yang berasal dari matahari yang diserap oleh molekul-molekul dan atom nitrogen serta oksigen. Pada waktu penyerapan, maka atom-atom nitrogen dan oksigen kehilangan sebagai elektronnya, sehingga terjadi ion-ion positif dan ion-ion negatif.

5. Eksosfer atau Desifasister

Eksosfer terletak pada ketinggian antara 800 - 1000 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini merupakan tempat terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan. Lapisan ini merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi. Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner. Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.