Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

14.8.09

PROSES PRODUKSI


o Memilih Bahan Baku

Umumnya bahan baku yang digunakan dalam pembuatan susu kedelai adalah kedelai dengan varietas putih. Pada praproduksi kacang kedelai harus disortasi dan dibersihkan dari berbagai kotoran dan biji-bijian yang busuk

o Perendaman

Perendaman ini dilakukan untuk menghilangkan rasa langu (beany flavor) pada kedelai. Perendaman menggunakan air dingin/hangat dengan ditambahkan natrium bikarbonat (NaHCO3) untuk mempercepat proses penghilangan rasa langu perendaman dilakukan selama 15-20 menit.

o Pencucian

Proses ini bertujuan untuk membersihkan kedelai dari sisa-sisa perendaman, pencucian dilakukan dengan menggunakan air yang mengalir sehingga kebersihan kedelai lebih terjamin lalu tiriskan selama 15 menit.

o Perebusan I

Perebusan ini dapat membantu menghilangkan rasa langu pada kacang kedelai serta mempermudah proses penggilingan. Perebusan ini dilakukan pada suhu 70oC selama 30 menit, biasanya ditandai dengan gelembung-gelembung kecil lalu tiriskan selama 15 menit.

o Penggilingan

Penggilingan biasanya menggunakan alat yang disebut disc mill bertujuan untuk menghancurkan kedelai hingga menjadi bubur (pulp) dengan ditambahkan air panas selama penggilingan dengan perbandingan air dengan kedalai (8 :1). Jumlah air yang ditambahkan sangat menentukan mutu susu yang dihasilkan.

o Perebusan II

Setelah penggilingan dilakukan lalu direbus sampai mendidih selama 15-20 menit. Bertujuan untuk menghomogensasikan agar susu yang dihasilkan lebih banyak

o Penyaringan

Setelah pemanasan maka dilakukan penyaringan dengan menggunakan kain saring. Penyaringan dilakukan pada waktu panas untuk mendapatkan susu kedelai yang baik.

o Pencampuran

Setelah susu kedelai didapatkan, maka dilakukan proses pencampuran susu kedelai dengan bahan-bahan seperti gula, garam dan esen. Penambahan ini tergantung selera yang ingin dihasilkan. Dapat ditampahkan natrium benzoat dan CMC bertujuan untuk mempertahankan dan menstabilkan susu kedelai.

o Pasteurisasi / Sterilisasi

Proses ini dilakukan untuk menghambat / mematikan mikroba yang akan merusak kualitas susu sehingga susu aman untuk diminum. Suhu yang digunakan berkisar 90oC selama 15-20 menit (biasanya dihentikan apabila bau langu pada kacang hilang dan bau esen timbul)

o Pengemasan

Setelah dipasteurisasi / dipanaskan dilakukan proses pengemasan. Pengemasan dapat dilakukan dengan berbagai bentuk biasanya cup atau plastic. Jenis plastic yang digunakan jenis PE (polyetilen) yang mempunyai sifat tidak berbau, tidak temus cahaya dan aman.


PEMANFAATAN LIMBAH

Limbah yang dihasilkan pada proses produksi susu kedelai berupa limbah padat yang berasal dari sisa proses penggilingan. Limbah padat ini sering disebut juga dengan nama Okara.

Okara yang diketahui mengandung protein dan serat dalam jumlah yang relatif besar, sebenarnya menyimpan sejumlah potensi yang cukup besar dan memungkinkan dilakukannya proses pengolahan kembali salah satunya adalah sebagai bahan substitusi tepung terigu. Okara dapat digunakan secara luas dalam formulasi berbagai produk makanan karena sifat fungsional proteinnya yang sangat baik, disamping nilai gizinya yang merupakan manfaat kedua.

PROSES PENGOLAHAN LIMBAH

§ Pencampuran

Ampas yang dihasilkan dari proses penggilingan dilakukan proses pencampuran dengan menambahkan natrium bilsufit (pemucat) untuk mempertahankan warna kacang kedelai

§ Penirisan

Ampas dicuci terlabih dahulu, lalu ditiriskan selama 5-10 menit agar sisa-sisa pencucian dapat dihilangkan terlebih dahulu.

§ Pengeringan

Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu tradisional dan konvensional. Metode tradisional dapat dilakukan dengan cara penjemuran dibawah sinar matahari selama 2-3 hari sehingga mendapatkan tepung kedelai yang mempunyai kadar air sebesar 2-3% sebelum pengayakan. Metode konvensional dapat menggunakan alat yaitu tunnel dryer, dengan suhu 70-80oC selama 30-45 menit sehingg hasil diperoleh lebih baik.

§ Pengayakan

Setelah kering, ampas tahu di ayak dengan menggunakan ayakan berukuran ³ 100 mesh, ukuran tersebut merupakan ukuran umum yang digunakan pembuatan tepung. Apabila proses pengayakan masih terdapat grandul-grandul yang belum halus maka dilakukan proses penggilingan dan pengeringan kembali selama 15 menit lalu dilakukan proses pengayakan dan terus seterusnya sampai mendapatkan tepung yang halus.

Tepung kedelai harus disimpan pada suhu kamar dan mempunyai kelembaban yang kering agar kualitas tepung dapat terjaga. Umumnya pengemasan dilakukan dengan menggunakan plastik jenis PE (polyetilen) yang transparan.

PENENTUAN MUTU DAN SOLUSI

Rasa langu (beany flavor) adalah rasa yang tidak senangi oleh berbagai golongan masyarakat. Timbulnya rasa langu disebabkan oleh kerja enzim lipoksiganase yang terdapat dalam biji kedelai. Namun rasa langu ini dapat hilang dengan cara pemanasan dan perendaman pada suhu 80 oC selama 10-15 menit, sebelum digiling pada pembuatan susu kedelai.

Rasa pahit yang ditimbul pada saat disterilkan maka untuk menghilangkannya yaitu dengan cara mencampurkan Natrium fosfat, Kalsium hidroksida dan Natrium bisulfit, setiap kilogram kedelai.

Jumlah air yang ditambahkan sangat menentukan mutu susu kedelai, dan penggunaan air sumur atau air sumber dapat menghasilkan rasa susu kedelai yang lebih enak.