Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

14.8.09

PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan memiliki banyak terminologi yang menyebabkan definisninya memiliki cakupan yang tidak terbatas. Asal kata Kewirausahaan merupakan penterjemahan dari Entrepreneurship merupakan istilah bahasa perancis yang memiliki arti mengambil celah atau celah diantara dua hal.
Pada abad ke 20, konotasi dari Entrepreneur yang bearti inovator mulai dikenal. Inovasi adalah sebuah kegiatan memperkenalkan sesuatu yang baru, yang merupakan sebuah tugas seorang entrepreneur yang paling sulit. Hisrich dan Peters, mendefinisikan Entrepreneurship sebagi sebuah proses dinamis dalam meningkatkan kesejahteraan.
Perkembangan definisi mengarahkan Entrepreneurship pada definisi baru “perilaku berpikir strategis dan pengambilan resiko yang dilakukan untuk penciptaan peluang baru yang dilakukan oleh individu maupun organisasi”. Definisi ini memberikan penjelasan bahwa definisi Entrepreneur adalah “individu yang mengambil segala resiko untuk mengejar dan menjangkau peluang serta situasi yang berbeda dengan kemungkinan kegagalan dan ancaman serta hambatan”.
Definisi ini menjelaskan bahwa seorang entrepreneur adalah ;
o Pendiri sebuah usaha yang akan menjadi perusahaan besar,
o Seorang yang melakukan usaha dengan membeli dan memiliki outlet waralaba, membuka toko eceran, mengoperasikan jasa yang dilakukan sendiri
o Seseorang yang memperkenalkan sebuah produk maupun perubahan operasional baru diantara yang telah ada.

Definisi diatas memberikan karakteristik tipikal seorang entrepreneur sebagai berikut;
o Memiliki kemampuan pengendalian diri yang tinggi
o Memiliki semangat yang tinggi
o Memiliki keinginan yang besar untuk dihargai
o Mampu mentoleransi ambiguitas
o Percaya diri
o Berorientasi pada keinginan dan kerja untuk menjangkau keinginan
o Memiliki Penghargaan pada disir sendiri dan kemerdekaan
o Fleksibel

Dilain sisi juga terbentuk tipikal yang melaterbelakangi seorang menjadi entrpreneur adalah :
o Orang tuanya adalah seorang wirausahawan
o Keluarga yang mendukung rasa tanggungjawab, inisatif dan kemerdekaan
o Telah mencoba lebih dari satu kegiatan usaha
o Memiliki relevansi personal dan pengalaman karir yang memadai
o Menjadi wirausahawan pada umur antara 22-45 tahun
o Memiliki perhatian yang kuat pada produk yang kreatif dan pengendalian usaha
o Mencari kebebasan dalam berkembang
Berbagai mitos turut pula mewarnai definisi dari wirausahawan yaitu ;
o Jiwa Entrepreneur dimiliki sejak lahir dan tidak bisa dibuat atau dikondisikan
o Seorang wirausahawan adalah petaruh
o Uang adalah kunci keberhasilan wirausaha
o Wirausahawan haruslah berumur muda
o Wirausahawan harus memiliki modal pendidikan bisnis

Mitologi ini sama sekali tidak benar, kenyataanya bahwa semua pernyataan tersebut berkebalikan dengan kenyataan sebenarnya tentang wirausahawan. Prespektif yang benar mengenai wirausahawan adalah ;
o Wirausahwan adalah pencipta bisinis yang kreatif
o Selalu mencari peluang
o Berkeinginan kuat untuk mewujudkan ide menjadi kenyataan

Untuk menjamin keberhasilan wirausaha, wirausahawan secara umum dituntut untuk memiliki berbagai sifat dan karekteristik sebagaimana di nyatakan dalam gambar diatas, yaitu ;
o Motivasi yang kuat untuk maju
o Tingginya Kreatifitas dan adaptasi penghargaan pada diri sendiri
o Toleransi terhadap resiko dan ketidakpastian yang tinggi
o Obsesi yang besar atas peluang
o Kepemimpinan baik dan
o Komitmen serta determinasi yang kuat

Dari karakteristik diatas, wirausahawan dapat pula didefinisikan sebagai :
o Individu yanng menghargai peluang saat orang lain memandangnya sebagai kekacauan dan kebingungan
o Individu yang dengan kreatif dan inovatif, mengelola bisnis secara cerdas, mengembangkan jaringan dan memiliki skil manajemen yang menyeluruh
o Individu yang memenuhi syarat/ memiliki :
 Kemampuan teknis yang memadai
 Kemampuan pengelolaan bisnis
 Kemampuan wirausaha mandiri

Kewirausahaan menuntut pula kesadaran individu yang dimotivasi oleh potensi usaha yang lebih besar; bahwa keberhasilan lebih baik daripada kegagalan hanya dapat dikendalikan dan diperoleh orang-orang yang selalu mencari bentuk-bentuk peluang yang superior. Kesadaran ini akan merupakan modal yang kuat untuk mendorong kewirausahaan dan wirausahawan menimisasi resiko wirausaha.
Apakah kewirausahaan dapat dipelajari / diajarkan?, merupakan pertanyan selanjutnya. Untuk menjawab ini, kita harus kembali memandang aspek tipikal wirausaha. Dengan mendasarkan bahwa;
o Sensitifitas atas peluang usaha dapat dipertajam / dan dilatih
o Kemampuan untuk meng akses peluang dan menentukan langkah untuk memperoleh manfaat maksimum dari peluang itu, dapat di kembangkan.
o Skill dari wirausahawan dapat dipelajari.
o Hasil kerja merupakan gambaran pengurangan ketidakpastian dalam rangka mengejar dan menjangkau peluang.