Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

13.8.09

Mengelola Bisnis Kecil

BAB I
PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang
Sejak mengalami krisis ekonomi, politik, dan sosial pada tahun 1997 yang di alami Indonesia membuat pemerintah dan masyarakat makin terpuruk dan miskin, dan sekarang malah terjadi lagi ditahun 2009. Kondisi demikian menyadarkan kita bahwa berbagai kebijakan dan program selama ini belum mampu secara tuntas menyalesaikan kemiskinan ini, hal ini sangat terbukti dengan untuk menjadi lebih baik.
Kedua yakni faktor eksternal, yang di pengaruhi oleh kebijakan global seperti social, plitik, hokum, dan ekonomi.
Sedangkan dari sudut dampak dari kemiskinan dan pengangguran tersebut akan menimbulkan dampak yang sangat besar jika tidak di tanggulangi seperti menurunya kualitas sumber daya manusia, nunculnya ketimpanga dan kecemburuan social, terganggunya stabilitas social, meningkatnya angka kriminalitas semakin banyaknya masyarkat yang semakin miskin dan banyaknya pengangguran di Negara kita yang sangat rentan terhadap krisis ekonomi, social dan juga politik.
Untuk mengatsinya sedikit demi sedikit kita dapat melakukan sesuatu, misalnya dengan mendirikan bisnis kecil-kecilan, seperti mendirikan warung, tanam bagaan, atau perpustakaan sederhana untuk para anak-anak, dan lain-lain. Usaha atau jenis bisnis seperti ini dalam dunia ekonoml lebih di kenal dengan istilah UKM (usaha kecil menengah).


I.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dalam laporan ini adalah mencari tahu bagaimana cara kerja serta kegiatan di dunia bisnis kecil (UKM), dengan melakukan kegiatan seperti ini kita dapat mengetahui bagaimana UKM ataupun bisnis kecil itu berjalan, yang tanpa di perhatikan UKM ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Negara kita yang semakin lama mulai semakin baik.
Didalam laporan ini kami akan mencari tahu bagaimana bisnis kecil di kelola, contohnya seperti warung-warung yang ada di sekitar kita. Misalnya warung kecil yang menyediakan jajanan ringan untuk para anak-anak, barang apa saja yang disediakan warung itu, cara pengelolaannya seperti apa, berapa modal pertama yang di keluarkan pemilik warung saat mendirikannya, berapa laba yang didapat, dll.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penulisan laporan ini adalah selain untuk memenuhi tugas dari salah satu mata kuliah, juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita dalam dunia bisnis kecil (UKM), yang secara sengaja kita terjun langsung kelapangan dan untuk menjawab semua masalah-masalah yang ada pada identifikasi masalah diatas, serta diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua.Amiin.
1.4 Metode Penelitian
Metode penulisan yang digunakan untuk menyusun laporan ini adalah dengan mempergunakan metode observasi dan kepustakaan, serta pencarian secara wikipedia.
Cara-cara yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan studi pustaka, dengan cara penulis membaca buku-buku yang berkaitan dengan penulisan laporan ini, dan dengan cara penulis memperhatikan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan bisnis kecil (UKM), serta terjun lapangan ke tempat-tempat dimana UKM ini terjadi. Tetapi kami lebih banyak melakukan observasi ke warung-warung kecil yang ada di sekitar kami.

1.5 Kerangka Pemikiran
Dalam melakukan penelitian penulis berusaha untuk mencari tahu tentang banyak hal yang berhubungan dengan dunia bisnis kecil, dan penulis mencoba untuk memecahkan masalah-masalah yang ada dibisnis kecil. Para penulis melakukan cara pemecah masalah dalam penelitian dengan model deduktif.
1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi yang diambil dalam penelitian ini, yaitu kami mengambil beberapa warung yang ada di sekitar kami. Warung yang kami teliti hanya berjumlah 3 (tiga) warung saja.
Waktu yang kami habiskan untuk melakukan penelitian kira-kira memakan waktu 7 (tujuh) hari, sedangkan waktu yang kami hjabiskan untuk menyusun laporannya sekitar 5(lima) hari.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Dunia bisnis merupakan dunia yang banyak sekali di geluti oleh masyarakat sekitar kita, karena bisnis. Bisnis adalah serangkaian usaha yang dilakukan 1 orang atau lebih individu atau kelompok dengan menawarkan barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan/laba.
Bisnis merupakan sebuah usaha, dimana setiap pengusaha harus siap untung & siap rugi. bisnis tidak hanya tergantung dengan modal uang. reputasi, keahlian, ilmu, sahabat & kerabat dapat menjadi modal bisnis. Resiko Syarat mutlak daripada bisnis.
Tetapi disini kita akan membahas tentang bisnis kecil yang ada disekitar kita, contohnya seperti warung. Warung adalah jenis usaha yang biasanya memulainya dari bawah sekali, banyak orang yang mendirikan warung sebagai usahanya, tidak menutup kemumgkinan warung itu yang pada awalnya sangat sederhana menjadi warung yang maju dan sukses.
Beberapa warung yang kami teliti mulai dari warung yang benar-benar dirintis dari bawah, yang hanya mempunyai modal Rp. 200.000,-. Yang kemudian mendapat untung hanya Rp. 15.000,- saja setiap harinya. Kemudian warung yang mempunyai modal Rp. 350.000,- yang diwarungnya menjual makanan ringan dan minuman mineral dan beberapa jenis rokok, warung ini berjualan didekat warnet (warung internet) yang kian hari bisnis warung internet ini juga sangat berkembang pesat, mendapatkan omset sebesar Rp. 75.000,-.
Dan satu lagi warung yang yang modal awalnya Rp. 500.000.- warung ini warung yang berjualan makanan berat, warung jenis ini lebih kita kenal dengan istilah WarTeg (warung tegal), omset yang didapat warung ini setiap harinya sekitar Rp. 83.000,-. Tetapi warung ini setiap harinya omset semakin bertambah karena dengan bertambah banyaknya pula konsumen yang berdatangan.
Cara pengelolaanan warung-warung tersebut tidak jauh berbeda antara ketiganya, karena warung-warung tersebut mengelolannya dengan cara yang sebagaimana biasa banyak usaka kecil lakukann, para pengelola warung tersebut mengistilahkan cara pengelolaan warungnya dengan istilah bahasa Sunda yaitu “Di golangkeun”.
Istilah seperti ini berarti setiap uang yang di dapat dari usaha mereka (warung) selalu di gunakan lagi untuk modal kelangsungan usahanya itu, meskipun tidak sedikit dari mereka yang sering mencampur adukan pendapatan mereka yang seharusnya di kembalikan kepada usahanya lagi malah digunakan untuk resiko pribadi mereka sendiri.
Jenis usaha seperti warung kecil-kecilan ini apabila ditekuni dengan serius dan sabar akan menghasilkan kepuasan dan keuntungan sendiri, karena banyak juga yang mencoba membuka usaha kecil ini kemudian merasa putus rasa karena bukan keuntungan yang mereka dapatkan malah, modal mereka tidak kembali (rugi).


BAB III
METODE PENELITIAN DAN OBJEKNYA
Metode penelitian ini menggunakan metode yang sering di lakukan dalam penelitian yaitu menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Metode observasi ialah metode menurut buku yang telah di teliti oleh orang lain.
Sedangkan objek penelitiannya adalah warung-warung kecil (UKM). Yang berada di lingkungan sekitar kita, yang mempunyai modal yang kecil.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari penelitian yang telah dilakukan akhirnya kita dapat mengetahui seluk-beluk warung itu, mulai dari hal-hal kecil yang berkaitan dengan modal, pengelolaan, laba yang di dapat serta manfaat dari warung tersebut itu apa.
IV.1. 10 Tips Memulai dan Menjalankan Bisnis Kecil
Banyak literatur dan ahli bisnis yang mengingatkan bahwa modal uang bukanlah hal utama yang penting dalam memulai usaha. Namun sebuah tips dari www.smallbusiness.findlaw.com justru menempatkan masalah permodalan dalam bentuk uang pada tingkatan pertama yang harus diperhatikan dalam memulai dan menjalankan bisnis kecil. Berikut tips yang diberikan:
IV.1.1. Simpan uang sebanyak mungkin sebelum memulai bisnis Terlalu sering.
Orang-orang masuk ke bisnis tanpa banyak simpanan secara eksklusif menggunakan pinjaman uang dari teman, bank. Mereka mengecualikan kesanggupan memulai pembayaran kembali pinjaman jalan yang benar dengan keuntungan mereka. Apakah pemilik bisnis ini tidak menyadari bahwa hal tersebut dapat mengambil berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mendapatkan keuntungan. Dan sekali ketika pemberi pinjaman menemukan sebuah bisnis tidak seberuntung yang diharapkan, ia mungkin akan meragukan pinjaman atau menolak untuk memperbaharui pinjaman untuk tahun lainnya. Sering pemilik bisnis baru kemudian harus mengambil pinjaman home equity atau menggunakan kartu kredit untuk membayar pinjaman mereka. Sebuah rencana lebih baik menyimpan sebanyak mungkin kebutuhan investasi uang,
termasuk biaya hidup untuk tahun pertama usaha atau bahkan dua tahun. Rintangannya adalah bahwa bisnis Anda tidak akan dapat untung dalam satu atau dua tahun. Sekalipun Anda mendapatkan banyak dari bisnis yang datang dan pelanggan Anda membayar tepat waktu, dimana tidak selalu sesuatu yang meyakinkan, Anda akan ingin dapat menginvestasikan paling banyak uang Anda kembali ke dalam ruang bisnis, perlengkapan, iklan dan kebutuhan asuransi
IV.1.2. Berpikir sederhana.
Jangan menyewa tempat jika Anda dapat bekerja di tempat lainnya, dan jangan meng-hire karyawan hingga Anda dapat membuat mereka sibuk. Orang yang memulai bisnis kecil mereka dengan murah, sering dalam sebuah garasi, ruang kecil atau mencari-cari beberapa ruang lain, dan menciptakan barang atau jasa pertama mereka dengan lebih berkeringat dari uang, memiliki kemewahan dari membuat calon kesalahan yang tidak dapat dihindarkan pada skala kecil. Dan dengan tepat karena memutar dengan cepat di awal jangan mengubur mereka dalam utang karena biasanya dapat mempelajari dan memulihkan dari mereka.
IV.I.3. Lindungi aset pribadi Anda. Ketika Anda masuk dalam bisnis untuk diri Anda sendiri.
Anda biasanya secara pribadi dapat dikenakan untuk semua pertimbangan dan utang untuk membuat bisnis. Termasuk pinjaman bisnis, pajak, utang uang kepada supplier dan tuan tanah, dan beberapa pertimbangan melawan terhadap bisnis sebagai hasil tuntutan perkara. Jika Anda tidak melindungi diri Anda sendiri, seorang kreditur dapat berusaha pada aset pribadi Anda, seperti mobil dan rumah Anda,
untuk membayar utang tersebut. Ketika Anda dapat melindungi diri sendiri melawan tuntutan perkara dengan membeli kewajiban asuransi, ini tidak akan membantu Anda dengan utang bisnis. Jika Anda akan menjalankan utang besar, pertimbangkan bentuk sebuah perusahaan atau limited liability company. Hanya satu orang dapat membentuk tipe bisnis ini.
IV.I.4. Mengerti bagaimana dan jika Anda akan membuat sebuah keuntungan.
Anda seharusnya dapat menyatakan dalamhanya beberapa kalimat bagaimana rencana bisnis Anda untuk membuat sebuah keuntungan substantial. Untuk pemula, Anda butuh untuk mengetaui biaya Anda, Bagaimana banyak Anda kan menghabiskan persediaan pembelian, membayar sewa, kompensasi karyawan, dan mencakup apa mungkin menjadi sesuatu dengan aneh daftar panjang biaya lainnya. Kemudian Anda dapat memperhitungkan secara tepat bagaimana banyak Anda membutuhkan untuk menjual setiap bulan atau bagaimana banyak uang untuk mencakup pengeluaran tersebut dan memiliki keuntungan cukup disampingnya. Angka-angka ini adalah semua yang Anda butuhkan untuk menciptakan analisis break event.
IV.I.5. Buat rencana bisnis, tidak masalah seberapa pendek.
Memahami angka-angka keberuntungan dan menciptakan sebuah analisis break even adalah langkah pertama dalam membuat rencana bisnis. Untuk perusahaan kecil, porsi kunci dari rencana bisnis adalah analisis break even, peramalan untung rugi, dan proyeksi cash flow. Sekalipun bisnis Anda besar dari pekerjaan atau menjual produk, jika Anda tidak mendapatkan bayaran dalam 90-180 hari, Anda tidak akan bertahan meskipun Anda telah merencanakannya. Dengan cash flow di tempatnya,
sebaik sebuah peramalan untung rugi, Anda dapat bekerja dengan ide bisnis Anda dan meningkatkannya sebelum dimulai, dan melanjutkan untuk menggunakannya setelah dimulai.Menciptakan sebuah rencana bisnis juga mengijinkan Anda untuk menentukan biaya dimulainya proyek dan apa strategi pemasaran. Jika Anda tidak dapat membuat angka-angka bekerja pada kertas, Anda tidak akan dapat membuat mereka bekerja dalam kehidupan yang nyata.
IV.1.6. Dapatkan dan jaga sebuah bingkai kompetitif.
Membangun sebuah bingkai kompetitif ke dalam pabrik bisnis Anda adalah secara krusial penting untuk kesuksesan jangka panjang. Beberapa cara untuk mendapatkan bingkai ini adalah dengan mengetahui lebih dari kompetitor, membuat produk yang sulit atau tidak mungkin untuk ditiru. menjadi dapat untuk menghasilkan dan mendistribusikan produk dengan lebih efisien, memiliki lokasi lebih baik, atau menawarkan customer service superior Satu cara menunggu untuk bingkai kompetitif Anda adalah untuk melindungi rahasia perdagangan Anda-informasi rahasia yang memberikan keuntungan kompetitif dalam pasar.
IV.2. Contoh rahasia perdagangan termasuk daftar pelanggan, metode survei, strategi pemasaran, dan teknik manufaktur.
Langkah lain untuk menjaga bingkai kompetitif adalah bereaksi secara cepat terhadap berita buruk. Sekali Anda melihat bahwa bisnis Anda menghadapi beberapa jenis kekurangbaikan, Anda butuh untuk datang dengan sebuah rencana untuk sepakat dengan segera. Termasuk didalamnya memindahkan kantor, memperkenalkan produk atau jasa baru, ataumengembangkan sebuah jalan lebih baik untuk mendapatkan pelanggan.
IV.2.1. Tuangkan semua persetujuan dalam bentuk tulisan.
Hukum di negara mensyaratkan Anda untuk memiliki beberapa kontrak dan persetujuan dalam tulisan. Sekalipun tidak disyaratkan secara legal, adalah bijaksana meletakkan hampir semua dalam tulisan, karena persetujuan oral dapat sulit dan tidak mungkin untuk dibuktikan. Termasuk di dalamnya perjanjian rental, perjanjian storage, kontrak untuk layanan, surat penawaran pekerja, order pembelian dan sebagainya.
IV.2.2. Hire dan Jaga Orang-orang yang Bagus.
Tujuan Anda seharusnya meng-hire dan mempertahankan dengan sungguh-sungguh karyawan yang ulung, tidak hanya dengan alasan yang kompeten. Seorang yang berkompeten tinggi dan karyawan yang sungguh anstusias paling tidak dua dan kadang-kadang tiga kali seberharga seorang berkeahlian rata-rata. Untuk menciptakan sebuah kekuatan pekerja yang stabil dan senang, penting tidak hanya karyawan Anda percaya diperlakukan secara fair, tetapi bisnis Anda respect. Karyawan dan kontraktor yang suka pekerjaan mereka akan menghadirkan kepada Anda yang baik dalam dan di luar pekerjaan. Dan pelanggan akan lebih mungkin sekali menjadi loyal dan merekomdasikan kepada teman mereka.
IV.2.3. Ambil perhatian status hukum karyawan.
Ketika Anda meng-hire pekerja sebagai kontraktor independen, yakinkan mereka seharusnya tidak seharusnya sungguh dikenakan pajak sebagai karyawan. Satu cara untuk membantu menghindari masalah adalah dengan memiliki kontrak tertulis yang ditandatangani pekerja. Ketika meng-hire karyawan, karyawan menandatangani surat penawaran kerja yang membuat clear hubungan pekerjaan yang akan dijalani.Kecuali pada level eksekutif, Anda tidak seharusnya memiliki karyawan menandatangani kontrak pekerjaan—ini dapat membatasi kemampuan Anda untuk mengubah kondisi p pekerjaan sebagaimana kebutuhan perubahan bisnis dan subjek tandar hukum yang lebih tinggi.
IV.2.4. Bayarkan tagihan Anda lebih awal.
Dalam dunia nyata, dimana sebuah reputasi untuk menjaga satu kata adalah aset penting yang besar, strategi baik adalah satu dari dua membayar tagihan di depan atau membayar lebih awal, Anda mendapatkan kepercayaan, membangun sebuah profil kredit yang positif.
Disadur dari www.wirausaha.com
IV.3. Bagaimana melakukan pemasaran untuk Bisnis kecil?
untuk bisnis kecil. Inti pemasaran dari bisnis kecil, adalah mengenali konsumen anda, karena bisnisnya masih kecil, umumnya anda masih mengenal sebagian besar pembeli produk/jasa anda dengan baik, masih bisa berbincang-bincang langsung, bahkan segala komplain atau usulan dari konsumen bisa langsung anda dengar.Kadang-kadang, justru dari merekalah, para konsumen, anda dapat mengembangkan bisnis anda ke arah mana. Tanpa disadari, justru dari konsumenlah anda mendapatkan ide mengembangkan usaha dan pemasaran melalui mulut ke mulut, adalah strategi pemasaran yang sangat baik. Secara garis besar, agar bisnis kecil mendapat pelanggan dan penjualan meningkat cepat, maka dapat di coba strategi sebagai berikut:
IV.3.1. Jangan beriklan seperti bisnis besar
Bisnis besar beriklan untuk menciptakan pengakuan dan penjualan masa depan. Untuk bisnis kecil, lebih baik rancang untuk menghasilkan penjualan. Salah satu caranya adalah selalu memasukkan tawaran kedalam iklan anda, dan cara mudah bagi konsumen untuk merespon.
IV.3.2. Tawarkan versi yang lebih murah
Sebagian calon konsumen tidak bersedia membayar harga yang diminta untuk produk atau jasa anda. Yang lainnya lebih tertarik membayar dengan harga murah dibanding mendapatkan kualitas terbaik. Hindari gagal menjual kepada banyak konsumen seperti ini, dengan menawarkan versi yang lebih kecil, dari produk dan jasa anda, dengan harga yang lebih rendah.
IV.3.3. Tawarkan versi premium
Tidak semua konsumen mencari harga murah. Banyak yang bersedia premium. Anda bisa meningkatkan penjualan ukuran rata-rata, dan total revenue anda, dengan menawarkan produk/jasa yang lebih komprehensip. Atau menggabungkan beberapa produk dan jasa, dalam tawaran paket premium spesial, untuk harga yang lebih mahal.
IV.3.4. Coba cara-cara pemasaran yang tidak umum
Cari beberapa cara pemasaran yang tidak konvensional, yang dianggap remeh oleh kompetitor anda. Anda mungkin menemukan beberapa cara yang sangat menguntungkan, untuk menghindari sales dan persaingan. Sebagai contoh, cetak iklan kecil terbaik anda pada kartu pos, dan kirim ke calon konsumen, sesuai target pasar anda.
1V.3.5. Rampingkan iklan
Kurangi ukuran iklan sehingga anda dapat memasang iklan lebih banyak dengan biaya yang sama. Anda mungkin akan kaget menemukan, beberapa iklan singkat anda membangkitkan respons yang lebih baik dibanding iklan versi yang lebih panjang.

1V.3.6. Buat joint promotion dengan bisnis kecil lain
Kontak beberapa bisnis kecil yang bukan kompetitor anda. Tawarkan untuk mempromosikan produk atau jasa nereka kepada konsumen anda, dan sebagai imbalannya, mereka mengiklankan produk dan jasa anda. Cara ini biasanya menghasilkan penjualan dalam jumlah besar dengan biaya yang sangat rendah.
1V.3.5. Manfaatkan konsumen
Konsumen, anda kenal dan percaya kepada anda. Manfaatkan ini dengan menciptakan tawaran-tawaran khusus, hanya unt untuk konsumen anda. Umumkan produk dan servis baru kepada mereka, sebelum diumumkan kepada pasar umum.
Selain itu, ubah konsumen anda menjadi agen publisitas untuk bisnis anda. Kembangkan insentif untuk mereka, jika mereka memberi tahu rekan-rekan dan temannya, tentang nilai produk dan servis anda. Penguatan dari mereka jauh lebih efektif dibanding jumlah iklan manapun dan harga yang lebih murah.
Dari cerita tukang jahit, dan teori di atas, banyak hal bisa dipraktekkan dalam pemasaran bisnis kecil, dengan biaya relatif murah. Untuk point f (Manfaatkan konsumen), saya menjadi ingat pengalaman sendiri. Seringnya saya mengadakan rapat, yang dilanjutkan dengan makan siang bersama (karena rapat nantinya masih akan diteruskan), saya punya langganan restoran Jepang dekat kantor. Akhirnya saya selalu mendapat diskon 10 persen setiap kali makan disitu.
Dan ini berkelanjutan, anak buah saya pun kalau kesitu dapat diskon 10 persen, hanya karena mereka mengatakan staf saya. Walaupun saya sudah pindah ke unit kerja lain, beberapa kilometer dari kantor pusat perusahaan, tetap setiap kali kesana, saya masih menikmati diskon 10 persennya. Mengapa? Dia percaya bahwa saya selalu merekomendasikan restorannya…terutama tentang “salmon teriyaki” nya yang menurut saya sangat enak.

Sumberbacaan:
“Strategi Pemasaran untuk Bisnis Kecil”. Yang disarikan dari sumber: How to Build YourSmall Business Fast with Simple Poscard, oleh Bob Leduc. Majalah Aura, edisi 44/th.XI/Minggu ke3/21-27 Nopember 2007. Pengalaman penulis sebagai pengajar, dan pengamatan terhadap perkembangan bisnis kecil di berbagai wilayah.
Diterbitkan di: Maret 13, 2008
Link yang relevan :
• http://edratna.wordpress.com
Dasar-dasar Asuransi Bisnis Kecil
Cukup sulit menentukan jenis asuransi apa saja yang Anda butuhkan untuk bisnis kecil Anda. Berbagai jenis asuransi berlainan mempunyai nama-nama mirip yang memusingkan; negara bagian, kota atau daerah (county) mungkin memberlakukan persyaratan asuransi masing-masing; dan banyak industri mempunyai cakupan asuransi yang khusus untuk mereka.
Asuransi adalah salah satu tanggung jawab bisnis kecil yang paling diabaikan. Tidak tersedianya asuransi yang layak bagi bisnis kecil Anda adalah suatu kesalahan karena suatu bencana dapat menutup perusahaan Anda untuk selama-lamanya, atau sedikitnya merusakkan seluruh aset Anda.
The Insurance Information Institute (III) di kota New York memperkirakan bahwa sekitar 40 persen pemilik bisnis kecil sama sekali tidak memiliki asuransi, karena banyak orang yang secara keliru percaya bahwa mereka tidak mampu membayar premi asuransi. Yang benar adalah bahwa bisnis kecil tidak boleh tidak harus memiliki jaminan asuransi yang memadai. Tanpa asuransi, tidak semestinya Anda membuat mata pencaharian Anda berisiko. Itulah juga mengapa banyak pemilik lahan, pemasok, dan segala kesatuan lain yang berhubungan bisnis dengan Anda mungkin mewajibkan Anda mempunyai jaminan asuransi.
Jika Anda mengalami kesulitan menentukan jenis asuransi mana yang perlu Anda miliki, tanyakan kepada agen-agen sebagai berikut:
• Pejabat daerah atau kota
• Kantor cabang asosiasi industri setempat
• Kantor asuransi negara bagian
Dibawah adalah beberapa jenis asuransi yang digunakan oleh bisnis kecil. Klik pada jenis asuransi untuk memperoleh keterangan lebih rinci.
Asuransi untuk Bisnis Anda
• Kebijakan Pemilik Bisnis
• Asuransi Kewajiban Umum
• Asuransi Properti
• Asuransi (Kesalahan & Kelalaian) Kewajiban Profesional
• Asuransi Mobil Komersial
• Asuransi Payung
• Asuransi Pendapatan/Pengeluaran Tambahan Bisnis
• Asuransi Kewajiban Produk
• Asuransi Perlengkapan Tambahan
• Asuransi Perlengkapan Khusus
Asuransi untuk Diri Anda dan Karyawan Anda
• Asuransi Kesehatan
• Asuransi Ketidakberdayaan
• Asuransi Jiwa
• Asuransi Karyawan Kunci
• Asuransi Kompensasi Pekerja
MEMBUAT BISNIS KECIL TAPI BANYAK
Bisnis kecil-kecilan jika ditekuni bisa mengalahkan bisnis yang besar. Ini seperti cita-cita saya dari dulu yang ingin membuat sebuah usaha kecil-kecilan tetapi dalam jumlah yang banyak. Bisa membuka usaha dengan jenis yang sama tetapi berada dalam beberapa tempat, atau membuka usaha dengan jenis yang berbeda. Cara seperti ini ternyata juga dilakukan oleh seorang artis asal Jogja yang menetap di Jogja juga (maaf tidak saya sebutkan karena belum ada ijin). Kenapa saya bisa tahu? saya tahu dari pengakuan salah seorang pemilik kios yang dikontrak oleh artis tersebut.
Jika dilihat dari keartisannya, ia sudah mampu makan dan bergaya hidup menggunakan hasil tabungan depositonya, yang menurut sumber terpercaya jika bunganya sebesar 10% maka tidak kurang dari 80 juta perbulan hanya dari deposito tersebut.
Tetapi kenapa dia mau membuka usaha kecil-kecilan? seperti laundry, bengkel, warung makan, dan rental mobil? Tentu ini untuk jangka panjang. Mungkin ia sadar bahwa tidak selamanya menjadi artis. Dan beruntunglah mereka yang sudah mempersiapkan sejak dini, sehingga gaya hidup keartisannya yang mungkin akan banyak menguras kantong bisa tetap dijalani.
Seorang artis dengan modal yang cukup mungkin tidak menjadi masalah untuk membuka usaha banyak, tetapi bagaimana dengan kita yang modal pas-pasan? dengan memulai yang kecil, ditekuni dengan sungguh-sungguh, dan apabila sudah bisa berjalan tanpa disubsidi, baru memulai usaha yang lainnya. Tulisan saya yang senada dengan ini bisa dibaca di sini. Semoga Bermanfaat!
Jumlah Warung di Indonesia Tumbuh Pesat
Kamis, 2 Juli 2009 | 15:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com
— Toko tradisional (warung) tercatat mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam lima tahun terakhir. Hingga saat ini jumlah toko tradisional di Indonesia mendekati 2 juta buah.
Demikian dikatakan Febby Ramaun, Associate Director, Retailer Service, The Nielsen Company Indonesia, di Jakarta, Kamis (2/6). Mudahnya mendirikan warung menjadi salah satu penyebabnya.
Meningkatnya pertumbuhan warung, kata Febby, tidak hanya dari segi jumlah, tetapi juga dari sisi penjualan. Berdasarkan hasil penelitian Nielsen, angka penjualan barang di ritel modern dan tradisional sepanjang tahun 2008 mencapai Rp 94,557 triliun.
Dari jumlah itu, 65 persennya berasal dari transaksi yang dilakukan di toko tradisional, yaitu sekitar Rp 60,4 triliun. Nilai transaksi ini lebih besar dibanding tahun 2007 yang hanya mencapai Rp 50,8 triliun.
Febby juga menjelaskan, toko tradisional di Indonesia merupakan toko yang paling hidup jika dibandingkan dengan toko-toko di seluruh negara di Asia. "Toko-toko tradisional di Indonesia rata-rata dikunjungi 25 kali setiap bulannya, mengalahkan toko tradisional di Filipina yang dikunjungi 24 kali dalam sebulan," ungkapnya.
Meski mencatat pertumbuhan besar dan terbukti mampu menjadi penyangga ekonomi masyarakat, pengusaha warung tidak lepas dari masalah. Para pemilik toko kerap menemukan kesulitan mendapatkan barang.
Mata rantai untuk mendapatkan barang terlalu panjang. Akibatnya, harga barang di warung tradisional tidak sekompetitif di ritel modern.
"Untuk itu perlu dibentuk small or medium distributor center sehingga pemilik bisa mendapatkan barang dengan mudah dan pilihan barangnya lebih banyak," tandasnya.












Daftar Pustaka
Bagaimana melakukan pemasaran untuk Bisnis kecil? oleh sudirman chan 2008