Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

13.8.09

Makro ekonomi

Tujuan- tujuan kebijakan makroekonomi
1. Menstabilkan kegiatan ekonomi ,dengan mewujudkan tingkat penggunaan tenega kerja, tingkat harga- harga tidak menunjukkan perubahan yang berarti terdapat keseimbangan diantara eksport dan import.
2. Mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh tanpa inflasi
3. Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang teguh
4. Menghindari masalah inflasi
5. Mewujudkan kekukuhan neraca pembayaran dan kurs valuta asing
Bentuk- bentuk Kebijakan Makroekonomi
• Kebijakan fiskal, meliputi langkah- langkah pemerintah membuat perubahan dalam bidang perpajakan dan pengeluaran pemerintah dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregatif dalam perekonomian. Contoh mengurangi pajak pendapatan
• Kebijakan moneter, meliputi langkah-langkah pemerintah, yang dilaksanakan oleh bank sentral di Indonesia untuk mempengaruhi dan merubahpenawaran uang dalam perekonomian ,mengubah suku bunga dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat
• Kebijakan segi Penawaran,bertujuan untuk mempertinggi efisiensi kegiatan kegiatan perusahaan2 sehingga dapat menawarkan barang-barangnya dengan harga yang lebih murah atau dengan mutu yang lebih baik, contoh kebijakan pendapatan (income policy) bertujuan mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan. .pemerintah melarang tuntutan kenaikan upah pekerja yang melebihi kenaikan produktifitas Contoh lain meningkatkan kegairahan TK untuk bekerja, meningkatkan usaha para pengusaha untuk meningkatkan efisiensi kegiatan memproduksinya. Dengan cara memberi insentif kepada perusahaan yg melakukan inovasi,
Penghitungan Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional (nasional income), jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor- faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu
Istilah Pendapatan Nasional:
• PDB (Produk Domestik Bruto) adalah nilai barang dan jasa yang-jasa yang diproduksikan di dalam negara tersebut dalam satu tahun tertentu.= GDP (Gross Domestic Product), adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut dan negara asing.
• PNB(Produk Nasional Bruto)=GNP (gross National Product) adalah nilai barang dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara dari negara yang pendapatan nasionalnya dihitung.
• Rumus dari pengertian diatas PDB=PNB-PFN dari LN
• PFN dari LN, pendapatan faktor neto dari luar negeri = pendapatan faktor –faktor produksi yang diterima dari luar negeri dikurangi dengan pendapatan faktor – faktor produksi yang dibayarkan ke luar negeri

PN.Harga berlaku dan harga tetap
• Pendapatan Nasional pada harga berlaku adalah nilai barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan suatu negara dalam suatu tahun dan di nilai menurut harga-harga yang berlaku pada tahun tersebut.
• Pendapatan dari tahun ke tahun menunjukkan kecenderungan meningkat, hal ini disebabkan:
- pertambahan fisikal barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian.
- kenaikan harga-harga yang berlaku dari satu periode ke periode lainnya.
• Pertumbuhan suatu perekonomian diukur dari pertambahan yang sebenarnya dalam barang dan jasa yang diproduksikan.
• Untuk menghitung kenaikan dari tahun ke tahun, haruslah dihitung pada harga yang tetap, yaitu harga yang berlaku pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun2 yang lain.
PN.Harga pasar dan harga factor
• Suatu barang dikatakan dinilai menurut harga pasar apabila penghitungan nilai barang itu menggunakan harga yang dibayar oleh pembeli.
• Sedangkan suatu barang dikatakan dinilai menurut harga faktor dilihat dari faktor-faktor produksi yang dgunakan untuk memproduksi barang tsb.
• Hubungannya antara harga pasar dan harga faktor dapat dinyatakan secara persamaan di bawah ini
Harga pasar = harga faktor + pajak tidak langsung - subsidi
Pendapatan nasional bruto dan Neto
• Harga pasar suatu barang termasuk nilai penyusutan (depresiasi)
• Pendapatan yang masih meliputi depresiasi dinamakan Produk Nasional Bruto
• Produk Nasional Neto adalah produk nasional bruto kurang depresiasi
Cara Penghitungan I: cara Pengeluaran
• Data pendapatan nasional yang di hitung dengan cara pengeluaran akan dapat memberi gambaran tentang:
a. sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dihadapi.
b. memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis makroekonomi.
• Penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran yang terdiri dari Komponen2 pengeluaran agregat dalam perekonomian,yaitu konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, pembentukan modal sektor swasta(investasi),ekspor netto(eksport dikurangi import)
Menghitung Produk domestik dan Produk nasional bruto
• Lihat tabel hal 40
• Berdasarkan harga yang berlaku,PDB Indonesia pada tahun 2002 mencapai Rp. 1.610 T. Pendapatan neto faktor – faktor produksi bernilai (-)Rp. 77,8 T, yg berarti Indonesia lebih byk membayar ke luar dibandingkan dengan penerimaan dr LN,akibatnya nilai PNB lebih kecil dari PDB,yaitu hanya Rp. 1532,2 T
• Komponen pengeluaran agregat yang terbesar adalah pengeluaran konsumsi RT ,yaitu sebanyak Rp. 1.138,3 T dan meliputi 70,7% dari PDB.
• Eksport mencapai Rp. 569,9 T dan meliputi 35,4 % dari PDB.
• Investasi 26,2% dari PNB dan pengeluaran pemerintah 8,2% dari PDB
• PNB, perlu dikurangi oleh depresiasi untuk memperoleh pendapatan nasional neto atau NNP(Net Nasional Product)
• NNP dibedakan menurut harga pasar dan harga faktor
• NNP menurut harga faktor adalah adalah Pendapatan Negara.
• Pendapatan Negara = PNB – Pajak tidak langsung+ subsidi – Depresiasi
• Di Indonesia penghitungan subsidi tidak dihitung
PN = PNB –pajak tak langsung - Depresiasi

• Yang perlu diperhatikan dalam pendapatan nasional;
 Barang dan jasa yand diimport tidak masuk dalam perhitungan
 Barang produksi dalam negeri yang yang akan diproses kembali oleh perusahaan lain menjadi produk lain, tidak masuk dalam hitungan.
• Untuk menghindari terjadinya penghitungan yang terlalu besar karena nilai barang yang sama telah beberapa kali dijumlahkan dalam pendapatan nasional adalah nilai barang jadi atau nilai tambahan yang diciptakan dalam setiap tingkat proses produksi.
• Penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran dilakukan dengan menjumlahkan nilai barang-barang jadi yang dihasilkan dalam perekonomian,dalam cara kedua, yaitu cara produk netto pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan nilai tambah yg diwujudkan oleh berbagai perusahaan.
Cara penghitungan II: cara produk neto
• Produk neto berarti nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi.
• Tujuan dengan cara ini:
a. Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai sektor ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan nasional
b. Untuk menghindari penghitungan dua kali, hanya menghitung nilai produksi netto
• Menghitung nilai tambah lihat tabel 2.2 hal 43
• Dari contoh di atas menunjukkan terdapat dua alternatif dalam menghitung pendapatan nasional yaitu cara pengeluaran dan cara produk netto. Dalam cara pengeluaran yang diperhatikan adalah nilai barang jadi yang dijual di toko,sedangkan produk netto yang diperhatikan adlah tambahan nilai yang diwujudkan dari 4 kegiatan
• Contoh Pendapatan nasional menurut cara produk netto, lihat tabel 2.3 adalah PDB menurut lapangan usaha
• Tabel 2.3 menunjukkan sektor2 ekonomi dalam perekonomian Indonesia yang terdiri dari 9 sektor, dua sektor pertama sektor primer, tiga sektor berikutnya industri pengolahan,listrik gas air, bangunan termasuk sektor sekunder dan sektor 6-9 termasuk sektor tersier.
• Jadi PDB menurut harga yang berlaku untuk tahun 2002 adalah
- Lapangan usaha terpenting dalam ekonomi indonesia adalah kegiatan industri pengolahan yang menghasilkan nilai tambah 402,6 T dan meliputi 25 % dari PDB
- sektor primer 473,1 T meliputi 29,5% dari PDB dan -- sektor tersier ?
Cara penghitungan III. Cara Pendapatan
• Penghitungan pendapatan nasional dengan cara pendapatan pada umumnya menggolongkan pendapatan yang diterima faktor-faktor produksi secara berikut:
a. pendapatan pekerja, yaitu gaji dan upah
b. Pendapatan dari usaha perseorangan(perusahaan perseorangan)
c. pendapatan dari sewa
d. bunga neto, seluruh nilai pembayaran bunga yang dilakukan dikurangi bunga ke atas pinjaman konsumsi dan bunga ke atas pinjaman pemerintah
e. Keuntungan perusahaan
• Contoh lihat tabel 2.4
• Dari tabel diatas maka komponen yang utama dari pendapatan nasional adalah ganjaran untuk pekerja dimana memberikan kontribusi sebesar 4.703 M meliputi hampir 71%.
Hubungan diantara GNP dan NI
• Dalam penghitungan cara pengeluaran,nilai pendapatan nasional yang diperoleh adlah PNB atau GNP, sedangkan penghitungan cara pendapatan menghasilkan NI(nastional Income)
• Lihat tabel 2.5 hal 47, tabel tsb menunjukkan cara mendapatkan pendapatan nasional dari nilai PNB. Untuk memperoleh Produk nasional netto =PNB(8063 M) – depresiasi (868) =7195 dan ini meliputi hampir11% dari PNB.dan untuk mendapatkan pendapatan nasional maka produk nasional neto di kurangi pajak.
Pendapatan Pribadi dan pendapatan disposebel
• Pendapatan pribadi adalah semua jenis pendapatan, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apapun, yang diterima oleh penduduk suatu negara
• Pendapatan pribadi telah termasuk juga pembayaran pindahan
• Pembayaran pindahan adalah pemberian yang dilakukan pemerintah kepada berbagai golongan masyarakat dimana para penerimanya tidak perlu memberikan balas jasa atau usaha apapun sebagai imbalan
• Jenis - jenis Pembayaran pindahan bantuan kepada para penganggur,uang pensiun,bantuan pada orang cacat, bantuan pada veteran dan beasiswa
• Pendapatan disposebel adalah apabila pendapatan pribadi dikurangi oleh pajak yang harus dibayar oleh penerima pendapatan, nilai yang tersisa adalah pendapatan disposebel.
• Untuk memudahkan maka hubungan antara pendapatan disposebel(Yd), pendapatan pribadi(Yp) dengan konsumsi ( C )dan tabungan (S) dapat di buat rumus sbb: Yd = Yp –T
Yd = C + S

Menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi
Yang dicapai oleh suatu negara maka perlu dihitung pendapatan nasional riil dan, yaitu pendapatan nasional Bruto riil atau Produk domestik Bruto riil

Cara Menghitung Tingkat Pertumbuhan
• Tingkat pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh ditentukan oleh pertambahan yang sebenarnya barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan suatu perekonomian
• Tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh pendapatan nasional riil,yaitu PNB riil dan PDB riil
• Formula penghitungan tingkat pertumbuhan ekonom
g = PN riil 1 – PN riil0
PN riil0
Dimana g = tingkat pertumbuhan ekonomi dalam %
PN riil 1 = pendapatan nasional untuk tahun dimana g di hitung
PN riil 0 =pendapatan nasional pada tahun sebelumnya
• Jika suatu negara tidak melakukan penghitungan pendapatan nasional menurut harga tetap, maka untuk menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan 2 tahap yaitu,
 menghitung tingkat pendapatan nasional riil dengan mendeflasikan pendapatan nasioonal pendapatan nasional pada harga masa ini
 dan menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi
 Rumus PN riil n =100/HIn x PN masa ini
HIn
Dimana PN riil n= pendapatan nasional riil tahun n
HIn = indek harga pendeflasi pendapatan nasional
(GNP deflator) pada tahun n
PN masa ini = pendapatan nasional pada harga masa ini,yaitu pada tahun n
• Contoh soal
Misalkan kita memperoleh data produksi domestik bruto riil dari tahun ke tahun, pada tahun 2001 pendapatan nasional riil adalah Rp 120,2 T sedangkan pada tahun 2002 nilainya telah meningkat kepada Rp. 128,8 T, tingkat pertumbuhan negara yang dicapai ?
Jawab
G 2002 = 128,8 – 120,2 X 100 = 7,0 %
120,2
• Contoh 2
Pada tahun 2001 PDB menurut harga yang berlaku bernilai Rp. 198,5 T pada tahun 2002 nilainya telah menjadi Rp 225,7 T. Indeks harga tahun 2001 adalah 152 dan dalam tahun 2002 indeks harganya 160. jadi pendapatan nasional tahun 2002 adalah
Jawab
PN riil 2002 = 152 X Rp. 225,7 T = Rp. 214,4 T
160
NilAI Rp. 214,4 T adalah nilai produk domestik bruto
Tahun 2002 yang di hitung berdasarkan harga- harga yang berlaku pada tahun 2001. Dengan demikina sekarang kita dapat menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2002
• Tingkat pertumbuhan ekonomi = 214,4 – 198,5 X 100 = 8%
198,5
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
• Data mengenai tingkat pertumbuahn ekonomi yang dihitung dapat digunakan untuk memperbandingkan :
1. Tingkat pertumbuhan yang dicapai suatu negara dalam suatu periode ttt.
2. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai berbagai negara
• Tabel 2.6 di tunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia diantara tahun 1986 -2003
TAHUN % TAHUN %
1986 5.9 1995 6.8
1987 4.9 1996 5.8
1988 6.9 1997 4.4
1989 7.5 1998 13.1
1990 7.0 1999 0.9
1991 7.0 2000 4.9
1992 6.2 2001 3.4
1993 5.8 2002 3.6
1994 7.2 2003 4.1







• Data tersebut menunjukkan gambaran
1. Dalam periode 1986 -96 pertumbuhan ekonomi indonesia mengalami peningkatan. Hanya pada tahun 1987 tingkat pertumbuhannya di bawah 5 % . Secara kasar dapat dibuat kesimpulan berikut. Dalam periode 86 – 96 secara rata-rata pertumbuahan ekonomi mencapai 7 %
2. Krisis moneter yang mulai berlaku 1997 ternyata menimbulkan efek buruk ke atas pertumbuhan perkonomian indonesia. Pada tahun 1997 tingkat pertumbuhan berada di bawah 5%, dan pada tahun berikutnya perekonomian mengalami kemunduran yang sangat tajam, yaitu output negara merosot sebesar 13,1 % pada tahun1998 dan dalam tahun 1999 tingkat pertumbuhan hanya mencapai 0,9 persen. Diantar tahun 2000 hingga th 2003 pertumbuhan rata-rata mencapai kurang lebih 4 %
3. Dari data diatas Pertumbuhan ekonomi yang di capai Indonesia Cepat atau lambat?
• Cepat atau lambat suatu pertumbuhan ekonomi suatu negara haruslah dibandingkan dengan :
1. Pertumbuhan di masa lalu
2. Pertumbuhan yang di capai negara- negara lain
• Dari tabel menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang di capai dalam tahun 1989 -1996 adalah lebih baik dari tahun 1986 hingga 1988, tetapi semenjak tahun 1997 pertumbuhan ekonomi sangat lambat, dibandingkan dengan negara lain, kesimpulan yang dapat di buat adalah
• 1. dalam periode 1988 – 96 yang di capai Indonesia adalah lebih cepat dari negara lain tetapi sejak
• 2. tahun 1997 tingkatnya tidak banyak berbeda dengan banyak negara berkembang
Masalah Penghitungan dan Kegunaan Data
1. Masalah mengumpulkan data dan informasi
2. Memilih kegiatan yang nilai produksinya di hitung
3. Masalah penghitungan dua kali
4. Menentukan harga barang- barang
5. Investasi bruto dn netto
6. Masalah kenaikan harga dan perubahan kualitas barang
Kegunaan Data Pendapatan nasional
1. Menilai prestasi kegiatan ekonomi
2. Menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai
3. Memberi informasi mengenai struktur kegiatan ekonomi
4. Memberi gambaran mengenai taraf kemakmuran
5. Duta asas untuk membuat ramalan dan perencanaan
2. Pandangan Kegiatan ekonomi, menurut Klasik ,Keynes dan Pendekatan Masa Kini
• Pandangan yang tergolong dalam mazhab Klasik perekonomian pada umumnya akan selalu mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh,pengangguran bukanlah keadaan yang selalu berlaku dalam perekonomian, hal ini di dasari:
1. Fleksibilitas suku bunga dan tingkat harga akan menyebabkan keseimbangan diantara penawaran agregat dan permintaan agregat dan permintaan agregat tercapai pada penggunaan tenaga kerja penuh
2. Fleksibilitas tingkat upah mewujudkan keadaan dimana permintaan dan penawaran tenaga kerja mencapai keseimbangan pada penggunaan tenaga kerja penuh
• Pandangan John Maynard Keynes, dalam bukunya The General Theory of Employment, Interest and Money
• Mengemukakan kritik- kritik terhadap pandangan Klasik mengenai kemampuan mekanisme pasar untuk selalu menciptakan penggunaan tenaga kerja yang penuh
• Menciptakan teori baru yang menjelaskan tentang faktor-faktor yang akan menentukan tingkat kegiatan ekonomi dan tingkat penggunaan tenaga kerja. Teorinya ini merupakan landasan utama dari analisis makro ekonomi masa kini
Pandangan Ahli Ekonomi Klasik
• Dalam suatu perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar tingkat penggunaan tenaga kerja ekonomi penuh akan selalu tercapai. Pandangan ini didasarkan kepada keyakinan bahwa di dalam perekonomian tidak akan terdapat kekurangan permintaan. Dengan perkataan lain penawaran yang bertambah akan secara otomatis menciptakan permintaan
• Ahli ekonomi Klasik Jean Baptise Say (1767-1832),”Penawaran menciptakan sendiri permintaan terhadapnya” atau “supply create its own demand”Pandangannya setiap perekonomian jarang sekali terjadi masalah kelebihan produksi, apabila hal itu terjadi adalah sementara. Mekanisme pasar akan membuat penyesuaian sehingga jumlah produksi akan turun di sektor2 yang mengalami kelebihan produksi dan akan naik di sektor dimana permintaan terhadap produksi mereka sangat berlebihan


• Ahli 2 ekonomi klasik ini tatap berkeyakinan walaupun RT akan menabung, kekurangan dalam permintaan tidak akan terjadi dalam perekonomian, keyakinan itu didasarkan kepada pandangan yang pada hakekatnya mengatakan bahwa semua tabungan sektor RT yang tercipta pada tingkat penggunaan tenaga kerja penuh akan digunakan oleh para pengusaha untuk investasi. Menurut ahli –ahli ekonomi klasik, dalam perekonomian suku bunga selalu mengalami perubahan. Dan perubahan itu akan menyebabkan seluruh tabungan yang diciptakan sektor RT pada waktu perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu sama besarnya dengan jumlah investasi yang dilakukan oleh para pengusaha.
• Oleh karena itu jumlah seluruh pengeluaran dalam perekonomian(pengeluaran agregat) yang meliputi konsumsi RT dan investasi oleh para pengusaha, akan selalu sama dengan nilai seluruh produksi yang diciptakan oleh sektor perusahaan pada tingkat penggunaan tenaga kerja penuh.
Penentuan Suku Bunga menurut Klasik
• Suku bunga menentukan besarnya tabungan maupun investasi yang akan dilakukan dalam perekonomian. Setiap perubahan dalam suku bunga akan menyebabkan perubahan pula dalam tabungan rumah tangga dan permintaan dana investasi untuk perusahaan

Penjelasan Gambar
• Menunjukkan jumlah permintaan dana untuk investasi dan tabungan dan sumbu tegak menunjukkan suku bunga
• Kurva I menunjukkan permintaan para pengusaha terhadap tabungan rumah tangga, para pengusaha akan mengurangi permintaan terhadap tabungan Rt jika suku bunga tinggi dan sebaliknya
• Kurva S, menunjukkan penawaran tabungan oleh seluruh RT pada tingkat penggunaan TK penuh,RT akan menawarkan lebih banyak tabungan jika suku bunga tinggi begitupun sebaliknya.
• Titik E = titik keseimbangan dimana I=S