Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

13.8.09

Atom

BAB I
PENDAHULUAN

Sebelum kita membahas radio farmasi, sebelumnya saya akan membahas tentang atom serta sejarah tentang pengamatan atom tersebut. Selama lebih dari 2400 tahun, para filsuf dan ilmuwan telah mencoba meneliti tentang atom dengan menggunakan beragam percobauan dan pengamatan. Karena atom tak dapat dlihat dan diraba maka peneliti mengamati bagaimana materi berkelakuan. Pengamatan seperti ini pengamatan tak langsung. Sementara ilmuwan melakukan pengamatan tak langsung mereka membangun suatu model atom. Model atom akan diubah begitu informasi baru tentang atom berhasil dikumpulkan.
Sekarang kita beranjak ke radio farmasinya yang berkaitan dengan kedokteran nuklir. Disadari atau tidak, ilmu dan teknologi nuklir memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia sekarang, jauh lebih besar dari sekedar sebagai sumber energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Hasil survei ekonomi di Amerika Serikat tahun 1992 menunjukkan bahwa, profit ekonomi yang diperoleh dari pekerjaan yang berhubungan dengan pemanfaatan ilmu dan teknologi nuklir di bidang kesehatan, manufaktur, penelitian,radiasi makanan, pengolahan limbah, transportasi, dan sejenisnya,mencapai 4-5 kali lebih besar dari benefit ekonomi yang dihasilkan oleh PLTN 1).

Memasuki abad ke-21 ini peranan tersebut akan makin dominan seiring dengan kemajuan baik dalam ilmu dan teknologi nuklir itu sendiri maupun pengaruh kemajuan bidang-bidang lain. Karena banyak persoalan-persoalan interdisiplin yang hanya bisa dipecahkan dengan melibatkan teknologi nuklir. Pada kesempatan ini penulis mencoba memperkenalkan suatu bidang interdisiplin dari hasil simbiosis antara teknologi nuklir dan biologi yang kemudian melahirkan bidang lain yang dikenal dengan kedokteran nuklir (KN). Tulisan ini hanyalah merupakan studi literatur belaka.
Pencegahan dan pengobatan penyakit merupakan fokus utama yang lain dari kedokteran nuklir. Beberapa penyakit yang lazim diobati dengan terapi kedokteran nuklir adalah thyroid (kelenjar gondok), prostate cancer (kanker prostat), hyperthyroidism, cancer bone pain, polycythaemia (kelainan sel darah merah dan kenaikan jumlah darah) dan leukemia (kenaikan jumlah sel darah putih) serta banyak penyakit lainnya. Untuk Eropa terapi KN bahkan sudah lazim diterapkan dalam pengobatan arthritis (radang sendi). Aplikasi secara klinis dari isotop radioaktif dimulai tahun 1937 untuk penanganan penderita leukemia di University of California di Berkeley.





























BAB II
PEMBAHASAN

I. Definisi
Radio Farmasi atau Farmasi Nuklir adalah penggunaan prinsip dan cara-cara farmasi dan radiokimia untuk membuat obat yang mengandung zat radioaktif (radiofarmaka) bagi keperluan zat radioaktif (radiofarmaka) bagi keperluan diagnosa dan penyembuhan (terapi) penyakit yang diidap pasien.
Sediaan farmasi Nuklir adalah sediaan radio isotop yang digunakan reaktor nuklir, telah mengalami suatu pengolahan kimia (destruksi, destilasi, ekstraksi dll)an oleh manusia baik untuk diagnose maupun terapi serta mnegalami metabolisme di dalam tubuh. Dalam definisi lain dikatakan Sediaan radio farmasi adalah sediaan radio isotop yang didapat dari target yang telah diradiasi dalam suatu reactor nuklir, telah mengalami
Kedokteran Nuklir menurut Society of Nuclear Medicine (SNM), kedokteran nuklir adalah bidang keahlian dalam kedokteran yang menggunakan isotop radioaktif secara aman, tanpa sakit, dan murah, baik untuk pencitraan maupun untuk pencegahan dan pengobatan penyakit . Jadi ada 2 fokus utama dalam kedokteran nuklir. Yang pertama adalah pencitraan organ tubuh. Pencitraan disini unik karena bisa menggambarkan fungsi dan struktur organ tubuh sekaligus. Dengan cara ini dapat diperoleh informasi medis tanpa melalui operasi, yang dengan cara lain mungkin tidak bisa dilakukan,membutuhkan operasi atau biaya diagnosa yang lebih mahal. Karena kemampuan untuk menggambarkan fungsi dan struktur organ (bukan struktur saja), maka banyak penyakit yang bisa dideteksi lebih dini, dengan demikian pengobatannyapun menjadi lebih efektif.

II. 1 Teori Atom
Salah satu konsep ilmiah tertua bahwa atom adalah bahwa semua materi dapat dipecah menjadi zarah (partikel) terkecil, dimana partikel-partikel itu tidak bisa dibagi lebih lanjut. A : Tidak, Tomos : memotong. Dinamakan atom karena dianggap tidak dapat dipecah lagi
II. 2 Model Atom

John Dalton mengemukakan hipotesa tentang atom berdasarkan hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Proust). Teori yang diusulkan Dalton:
a. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
b. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
c. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
d. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti ada tolak peluru.
Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik. Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar listrik.
John Dalton7
2. Model Atom Thomson
Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh JJ. Thomson, eksperimen yang dilakukannya tabung sinar kotoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada partikel bermuatan negative dalam atom yang disebut elektron. Thomson mengusulkan model atom seperti roti kismis atau kue onde-onde. Suatu bola pejal yang permukaannya dikelilingi elektron dan partikel lain yang bermuatan positif sehingga atom bersifat netral.
Kelemahan model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
3. Model Atom Rutherford
Eksperimen yang dilakukan Rutherford adalah penembakan lempeng tipis dengan partikel alpha. Ternyata partikel itu ada yang diteruskan, dibelokkan atau dipantulkan. Berarti di dalam atom terdapat susunan-susunan partikel bermuatan positif dan negatif. Hipotesa dari Rutherford adalah atom yang tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom
bermuatan positif dan massa atom terpusat pada inti atom.
Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti
Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar.
Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.

4. Model Atom Niels Bohr
Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis.
Hipotesis Bohr adalah;
a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh electron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.
b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.
Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.
Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron. Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari
atom berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr.