Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

21.6.09

laporan Casein

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Percobaan

· Mengetahui kadar ksein dalam sample yang diujikan.

· Mengetahui metode/prosedur dan penetuan kadar kasein dalam suatu bahan.

1.2 Prinsip

Mereaksikan sampel dengan pereaksi asam asetat, NaOH, formaldehyde, dan fenolftalein sehingga dapat diketahui kadar protein yang terkandung dalam sampel.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Asam Amino dan Protein

Protein merupakan molekul besar (berat molekulnya dapat sampai beberapa juta). Terdapat dalam seluruh sel tubuh. Protein tersusun atas kira-kira 20 macam asam amino yang berikatan satu sama lain dengan ikatan peptida yang dibentuk antara gugus karboksil asam amino dengan gugus amino dari asam amino berikutnya.

Protein pada umumnya diklasifikasikan atas daya larut dan komposisi kimianya. Berdasarkan komposisi kimianya, protein dibagi atas:

1. Simple Protein:

Merupakan protein yang hanya mengandung 1-alfa-asam amino atau derivatnya. Beberapa contoh Simple Protein antara lain: albumin, globulin, glutein, protamin, albuminoid, dan histon.

2. Conjugated Protein:

Merupakan protein yang bergabung dengan zat yang bukan protein. Zat yang bukan protein ini disebut gugus prostetik. Beberapa contoh Conjugated Protein antara lain: nukleoprotein, glikoprotein, fosfoprotein, lipoprotein, dan metalloprotein.
Sifat-sifat struktural protein dianggap berada dalam 4 buah susunan yaitu :

a. Struktur primer : rangkaian asam amino dan lokasi setiap ikatan disulfida dikode dalam gen

b. Struktur sekunder : pelipatan rantai polipeptida menjadimultiplikasi motif terikat hidrogen seperti struktur α-heliks dan β-pleated sheet. Kombinasi motif-motif ini dapat membentuk motif supersekunder.

c. Struktur tersier : hubungan anta-domain struktural sekunder dan antar-residu yang letaknya terpisah jauh dalam pengertian struktur primer.

d. Struktur kwartener : hanya terdapat dalam protein oligomerik ( protein dengan dua atau tiga rantai polipeptida), menjelaskan titik-titik kontak dan hubungan lainnya antara polipeptida atau subunit inti.

Dengan meningkatnya teknologi, industri dan ilmu pengetahuan , cara penentuan zat pada umumnya dan protein pada khususnya mengalami banyak perubahan. Peningkatan dan tercapainya akurasi yang tinggi dengan mempergunakan alat-alat yang modern

Penentuan protein secara kuantitatif mempunyai arti penting bagi kehidupan sehari-hari. Tiap metode mempunyai kebaikan maupun kejelekan sendiri-sendiri dan tak ada yang 100 % ideal.

Akurasi tergantung bukan saja dari alat-alat yang tersedia di laboratorium pemeriksaan, tetapi juga dipengaruhi oleh waktu yang tersedia untuk melakukan percobaan, kehigienisan materi dan kebersihan lingkungan laboratorium sebagai tempat pengujian, dan kesemua itu tergantung pula pada rutin dan metode pemeriksaan di laboratorium.

Zat putih telur ( protein ) jika dalam larutan akan berupa sebuah koloid sebab tergolong molekul koloid. Dapat diendapkan oleh beberapa zat, sehingga terjadi reaksi-reaksi kimia, maupun koloid ( dispersi). Bisa berkedudukan sebagai emulsi ( reversible ) atau endapan ( irreversible ). Larutan protein terdiri atas albumin dan globulin.

Untuk menentukan adanya sekedar garam ( dalam urine ), tambahkan beberapa tetes asam asetat encer ke dalam urine lalu dipanaskan, maka akan terjadi endapan alkali-tanah fosfat. Percobaan pemanasan asam asetat ini sangat penting bagi penentuan protein dalam urine.

a. CuSO4

Teteskan CuSO4 encer, maka terjadi endapan, akan tetapi dalam penambahan seterusnya endapan dapat larut lagi ( reversible ), sebagai contoh pemakaian susu sebagai antidot pada peracunan CuSO4.

b. Pb(CH3COO)2
Tambahkan Pb( CH3COO )2 dalam bentuk padat ke larutan yang berisi protein, lalu dikocok, akan terjadi endapan yang tak berwarna. Percobaan ini biasanya dipakai untuk membebaskan protein dalam urine pada pemeriksaan kadar gulanya.

c. FeCl3

Tambahkan FeCl3 secara hati-hati ke dalam larutan protein maka akan terjadi endapan dan penambahan selanjutnya memungkinkan larut lagi. FeCl3 berfungsi menghentikan pendarahan yaitu dengan adanya pengendapan protein.

Larutan protein ditambah dengan HNO3 pekat. Pada perbatasan terdapat cincin tak berwarna dari protein yang mengendap. Mengencerkan larutan protein yang terlampau pekat, bila perlu percobaan dapat diulangi lagi. Percobaan ini sangat sensitif dan banyak digunakan dalam menentukan protein dalam urine. Jika terlihat cincin cokelat, disebabkan bereaksi dengan asam ureat, maka hal ini bukan penentuan protein.

Ke dalam 5 tabung reaksi dimasukkan 1 cc larutan 0.5% kasein dan ditambahkan 1 cc larutan dapar asetat dari masing-masing pH = 6,0;5,3;5.0;4,7;dan3,8. Campurkan baik-baik dan akan dihasilkan derajat kekeruhannya setelah 0, 10 dan 30 menit dan juga akan terbentuk endapan. Setelah 30 menit panaskan di atas pemanas air. Pembentukan endapan kekeruhan paling cepat titik-isoelektriknya.

Untuk percobaan ini diperlukan " skimmed milk " ( tak berlemak ).
Masukkan 100 cc susu ke dalam gelas kimia, lalu campurkan 100 cc air. Diaduk terus-menerus sambil diteteskan larutan HCl 10% hingga terlihat keping-keping dalam cairan itu, yaitu kasein yang mengendap pada titik -isoelektrik pH 4,7. Tambahkan asam yang berlebih, kasein larut kembali. Biarkan air tersebut selama 10 menit. Lalu tuangkan cairan itu ke dalam gelas kimia lainnya, sehingga sisanya yang masih ada disaring ( kasein dan cairan ).

a. Cairan yang masih mengandung protein dipanaskan, sehingga setengah cairannya menguap. Zat yang tertinggal merupakan koagulum protein, disaring dan filtratnya diambil untuk diperiksa terdapatnya laktosa secara reaksi osazon.Kedua protein tersebut adalah laktalbumin dan laktoglobulin.

b. Endapan kasein digiling dengan menambahkan sedikit air dalam sebuah mortir. Membagi dua bagian dan masing-masing diperiksa dengan Millon dan Biuret.

Sebagai keterangan bahwa susu merupakan yang maha penting bagi bayi. Ditinjau dari segi fisiko-kimia susu merupakan dispers halus, emulsi lemak dalam air. Zat yang dapat menstabilkan susu ( Stabilisator ) adalah protein. Ada kurang lebih 15 macam protein, dimana seluruhnya spesifik susu, yaitu protein yang khusus dibuat dalam kelenjar susu. Yang terpenting adalah protein : kasein ( á , â , dan ã ), laktalbumin, laktoglobulin, dan laktoferin. Golongan protein ini mendominasi lainnya.

Pada percobaan ini digunakan susu yang hampir tidak mengandung lemak " skimmed milk".

1. Refraktori ( menyelupkan refraktomer menurut Pulrich ) dengan standar kadar protein ∆n = 0,002/ 1% protein.Metode sangat cepat pelaksanaannya dan hanya memerlukan sedikit bahan, namun tidak spesifik jadi hanya baik buat orientasi ( pengenalan protein ).

2. Tetes Philips dan van Slijke, metode ini untuk penentuan ketebalan ( berat spesifik ) dengan cara meneteskan protein ke dalam larutan CuSO4 dari berbagai macam ketebalan. Metode ini baik dan cepat sebagai cara untuk testing dan screening ( misal serum dan darah ).

3. Penentuan kekeruhan dengan Nephelometer yaitu penentuan intensitas kekeruhan dengan memberikan standar sulfosalsilat pada larutan protein, namun metode ini jarang digunakan.

4. UV- spektrofotometri ( langsung ) yaitu untuk penentuan pada ekstinksi 280 nm ( khusus untuk triptofan dan tirosin ) dan pada 210 nm ( untuk peptida ). Metode ini cukup sensitif dan spesifik, standar dalam pemakaian protein murni dan autentik.

5. Fotometri ( reaksi warna ), yaitu dengan meneteskan biuret atau fenol ke dalm larutan protein. Dengan metode ini akan terjadi ikatan kompleks antara Cu ion dengan peptide, reaksi warna akan menjadi biru dari reagenisa biureet dan reduksi asam heteropoli. Metode ini banyak dipakai dan bagus untuk penentuan serial.

6. Titrimetri ( dengan sabun-invert menurut Chinard ). Pada metode ini akan terjadi pengandapananion-anion protein setelah diberikan jumlah ekivalen sabun-invert.

7. Penyisaan basah menurut Kjeldahl. Pada metode ini penentuan N total sebagai ion-NH4 dilakukan setelah zat-zat organik lainnya direaksikan dengan logam dan sebagainya ( mineralisasi ).Metode ini merupakan metode analitik klasik sehingga perlu persiapan lama dan N dari non protein ikut dalam perhitungan. Sebagai keterangan, pada umumnya protein dibagi atas :

a. zat putih telur sederhana

Terdiri atas asam-asam amino, misal : protamin, albumin, globulin, histon dan albuminoda. Protamin adalah protein sederhana dengan berat molekul 2000-3000, sebagian besar terdiri atas arginin,. Terdapat pada spermatozoa ikan.Albumin yang termasuk albumin diantaranya serumalbumin, laktalbumin, yang termasuk globulin diantaranya fibrinogen, serumglobulin, laktoglobulin, yang termasuk histon adalah globin, albuminoidal merupakan protein untuk skelet, misalnya keratin, kolagen, alastin ( tidak mempunyai asam amino aromatic )

b. zat putih telur majemuk

Terdiri atas protein dan gugus lainnya, yaitu gugus prostetik, misal asam nukleat, asam fosfat, karbohidrat dan kromoplas

Protein sangatlah penting bagi kehidupan manusia karena pada dasarnya protein adalah penyusun dasar kehidupan tubuh pada makhluk hidup, sehingga sangatlah penting untuk kita ketahui suatu tentang protein walaupun hanya sedikit.Semua percobaan di atas pada dasarnya akan berhasil dengan hasil yang cukup memuaskan jika semua aspek yang mengganggu percobaan dapat diminimaliasikan, seperti bersihnya alat percobaan yang ada laboratorium, kehiginiesan bahan atau zat percobaan yang ada di laboratorium, kebersihan lingkungan laboratorium dan sebagainya.

Asam amino dan protein secara umum mempunyai sifat-sifat fisik yang sama. Sebagai contoh, asam amino maupun protein mempunyai gugus asam dan basa. Kelarutan protein dalam air juga berbeda, tergantung dari banyaknya ion positif dan ion negatif yang terdapat dalam protein. Protein bila dihidrolisis akan terurai menjadi beberapa jenis asam amino. Aktivitas biologis protein tergantung dari bentuk tiga dimensi asam-asam amino penyusunnya.

Destruksi atas bentuk tiga dimensi suatu protein disebut denaturasi. Bentuk tiga dimensi tergantung atas ikatan hidrogen, ikatan interionik (jembatan garam) dan ikatan disulfida. Suatu agent/zat-zat tertentu yang dapat berinteferensi dengan ikatan-ikatan tersebut dapat mendenaturasi suatu protein. Perubahan-perubahan yang terjadi pada protein akibat denaturasi antara lain adalah berkurangnya daya larut protein, hilangnya aktivitas protein (khususnya untuk enzim dan hormon), berubah atau hilangnya sifat antigen. Asam amino dapat digolongkan menjadi 7 golongan atas dasar struktur rantai samping R.

Rumus umum asam amino:

COOH
|
H2N — C — H

|
R

Asam amino (asam L-α amino dalam protein) dapat digolongkan menjadi 7 golongan atas dasar struktur rantai samping R. Golongan tersebut adalah:

1. Asam amino dengan rantai samping alifatik, misalnya glisin, alanin, valin, leusin, dan isoleusin.

2. Asam amino dengan rantai samping yang mengandung gugus hidroksil, misalnya serin, treonin, dan tirosin.

3. Asam amino dengan rantai samping yang mengandung sulifur, misalnya sistein dan metionin.

4. Asam amino dengan rantai samping yang mengandung gugus asam atau amida, misalnya asam aspartat, asparagin, asam glutamat, dan glutamin.

5. Asam amino dengan rantai samping yang mengandung gugus basa, misalnya arginin, lisin, dan histidin.

6. Asam amino dengan rantai samping yang mengandung cincin aromatik, misalnya fenil alanin, tirosin, dan triptofan.

7. Asam amino lain, misalnya prolin dan 4-hidroksiprolin. Asam amino terdapat dalam molekul protein. Akan tetapi, ada juga asam amino yang tidak terdapat dalam molekul protein, misalnya beta alanin, taurin, gamma amino butirat, ornitin, dan sitrulin. Asam amino yang terdapat dalam keadan bebas ini mempunyai peranan penting dalam proses metabolisme.

Asam amino memiliki beberapa sifat yang khas. Sifat-sifat tersebut di antaranya adalah:

1. Kristal putih yang larut dalam asam dan alkali kuat

2. Beberapa di antaranya mampunyai rasa manis, misalnya glisin, alanin, serin, dan prolin; rasa tawar, misalnya triptofan dan leusin; dan rasa pahit, misalnya arginin

3. Mempunyai atom C asimetris (kecuali glisin) sehingga mempunyai keaktifan optic

4. Bersifat amfoter

5. Pada pH isoelektrik, tidak bergerak dalam medan listrik.

Asam amino yang diperlukan oleh tubuh dibagi atas 2 kelompok:

a. Asam amino esensial, yaitu asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga mutlak didapat dari makanan. Contohnya adalah triptofan,

b. fenil alanin, lisin, treonin, valin, metionin, leusin, dan isoleusin.
2. Asam amino non-esensial, yaitu asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh. Asam amino ini juga terdapat dalam makanan sebagai sumber nitrogen.


Susu
Sejarah susu pada zaman dahulu, susu telah dipakai sebagai bahan pokok pangan manusia. Manusia mengambil susu dari hewan yang memiliki kelenjar susu, seperti Sapi dan Domba. Sapi dan domba mulai dijinakkan sejak 8000 SM untuk diambil daging, bulu dan susunya. Di Timur Tengah, susu bahkan terfermentasi menjadi keju oleh para pengembara gurun di sana. Diperkirakan susu mulai masuk ke dataran Eropa pada abad 5000 SM melewati daerah Anatolia. Sementara, susu mulai masuk ke Inggris pada periode Neolitik.

Penggunaan keju dan susu dari Timur Tengah lewat Turki mulai dikenal oleh bangsa Eropa pada zaman Pertengahan. Kemudian, pada abad ke-15, para pelaut mulai membawa sapi perah untuk dipelihara dan diternakkan di dataran Eropa untuk konsumsi susu. Susu sapi sendiri baru dikenal oleh bangsa Indonesia lewat penjajahan Hindia Belanda pada abad ke 18.

Jenis Konsumsi Ada dua jenis konsumsi susu, yaitu untuk nutrisi hewan mamalia melalui ASI dan sebagai kebutuhan gizi untuk manusia

Nutrisi hewan mamalia, Sebagian besar hewan mamalia, termasuk manusia, susu diberikan oleh induk melalui kelenjar susu induk. Beberapa kebudayaan meneruskan kebiasaan memberi air susu kepada bayi nya hingga umurnya mencapai 7 tahun.

Gizi untuk manusia, Di beberapa bangsa, terutama bangsa Eropa, meminum susu telah menjadi kebiasaan yang lumrah dilakukan setiap sarapan. Susu terus diproduksi dengan cara mendirikan peternakan sapi perah. Pada zaman ini, susu tidak hanya diminum, melainkan diubah bentuknya menjadi margarin, yogurt bahkan es krim. Susu pun terus dikembangkan seiring dengan kemajuan zaman. Di Eropa, industri susu sangat maju dalam hal teknologi dan kualitas susu itu sendiri. Susu-susu yang diproduksi di Eropa, rata-rata mengandung kandungan gizi yang tinggi. Ini sangat baik bagi kesehatan dan pertumbuhan kita. Hal ini yang menyebabkan, tinggi rata-rata orang Eropa jauh dari tinggi rata-rata orang Asia.Susu mengandung banyak sekali kalsium yang dapat menguatkan tulang.

Sumber susu, Susu tidak hanya dari sapi, tapi juga dari beberapa hewan mamalia lainnya. Diantaranya:

Ø Domba

Ø Kambing

Ø Kuda

Ø Keledai

Ø Unta, termasuk unta di Amerika Selatan, seperti Ilama

Ø Yak

Di Rusia dan daerah Laplandia, sejenis peternakan rusa perah dibuat untuk logistik susu di beberapa daerah di lingkar kutub utara . Susu kuda dan keledai mengandungi lemak sekitar 50% lebih rendah dari susu sapi. Susu paus mengandung kandungan lemak terbesar, yaitu 50% dari kadar susu tersebut. Namun, susu paus tidak dikonsumsi oleh manusia.

Perbedaan antara susu manusia dengan susu sapi adalah pada kandungan protein dan abu yang lebih tinggi pada susu sapi dan kandungan karbohidrat yang lebih tinggi pada susu manusia. Berikut ini adalah komposisi dari susu sapi:
• 88% air

• 3,3% protein

• 3,3% lemak

• 4,7% karbohidrat

• 0,7% abu

Modifikasi dari susu sapi untuk nutrisi bayi disempurnakan dengan pengenceran dengan air untuk menurunkan kadar abu dan proteinnya, serta untuk meningkatkan laktosa atau karbohidrat lain sejumlah kira-kira susu manusia. Penampilan susu yang putih dapat disebabkan oleh lemak yang teremulsi atau karena adanya garam kalsium dari kasein. Warna kuning yang terbentuk disebabkan oleh pigmen karotenoid, contohnya karoten. Susu segar memiliki pH antara 6,6 sampai 6,8. Susu yang tidak steril capat menjadi asam dan menunjukkan adanya fermentasi oleh mikroorganisme.

Distribusi dari konstituen inorganik sangat mirip antara susu manusia dan susu sapi. Hal yang penting untuk diperhatiakn adalah kandungan yang tinggi dari kalsium, fosfor, kalium, magnesium dan klor. Susu mungkin merupakan sumber kalsium dan fosfor yang ideal dalam nutrisi. Kedua elemen ini penting untuk semua sel dan diperlukan dalam jumlah yang besar untuk pembentukan tulang dan gigi. Aktivitas sekresi dan kelenjar mammae mencapai perbedaan yang besar pada konsentrasi konstituen inorganik dalam darah dan susu. Rasio molar susu dibandingkan dengan konsentrasi darah menunjukkan bahwa kandungan natrium dan flor dari susu jelas lebih rendah dari plasma, dimana kandungan kalsium, kalium, magnesium, dan fosfat sangat tinggi.

Susu murni mentah mengandung beberapa enzim diantaranya katalase, dehidrogenase dan peroksidase. Bila susu dipasteurisasi, maka enzim-enzim tersebut akan rusak. Untuk enzim dehidrogenase, dapat digunakan tes Schardinger yang berdasarkan reduksi biru metilen oleh dehidrogenase membentuk leukobirumetilen yang tidak berwarna. Hidrogen untuk reaksi ini diperoleh dari formalin.


BAB III

PROSEDUR KERJA

3.1 Prosedur Percobaan

a. 20 ml sampel masukkan dalam beaker glass, panaskan dipenganas air pada suhu 400C. bila digunakan sampel susu kental diencerkan dengan aquadest perandingan 1:2 dan susu bubuk ditambahkan aquadest 1:9.

b. Tambahkan 1,5 ml asam asetat 1 N, aduk homogeny dan diamkan selama 20 menit. Tambah lagi 4,5 ml asam asetat 0,25 N (untuk mencapai pH isoelektrik dari casein) aduk dan diamkan selama 1 jam.

c. Dekanter ke dalam corong dengan kertas saring. Cuci endapan dengan aquades samapi air cucian bersifat netral.

d. Kemudian kertas saring dan endapan masukkan kedalam beker glass semula dan tambahkan aquades samapi volume + 20 ml.

e. Tambahkan 4 ml larutan NaOH 0,1 M, panaskan diatas penangas air sapai larut seperti susu dan dinginkan sampai suhu 21-240C, teteskan 3 tetes fenolftalein.

f. Tambahkan 4 ml formaldehid 40% (warna ros hilang), titrasi dengan NaOH 0,1 N samapi terentuk warna ros kemali. Kadar casein ml NaOH 0,1 x .9 %.

3.2 Bahan dan Alat Percobaan

Bahan yang digunakan :

Asam asetat 1 N dan 0,25 N, NaOH 0,1 N, Formaldehid 40%, dan Fenolftalein.

Alat yang digunakan :

Beaker glas, Pipet tetes, Pipet volume, Pembakar Bunsen, Kaki tiga, Stopwatch, Termometer,


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Percobaan

Percobaan I

Hasil Titrasi sampai terbentuk warna ros :

V1 = 1,8 ml

Percobaan I

Hasil Titrasi sampai terbentuk warna ros :

V2 = 1,8 ml

Maka V rata-rata = 1,8+1,8

2

= 1,8 ml

N NaOH = 0,1 N

V1.N1 = V2. N2

1,8 ml . 0,1 N= (10 ml). N2

N2 = 1,8 ml . 0,1 N

10

N2 = 0,018 N.

v Kadar Casein = Vol rata-rata NaOH 0,1 N x 0,9%

= 1,8 ml x 0,9%

= 1,62%

Jadi kadar casein dalam larutan susu pada percobaan ini adalah 1,62%.


PEMBAHASAN

Susu merupakan makanan alami yang paling lengkap kandungan nutrisinya. Susu memiliki struktur yang sangat kompleks (terdiri lebih dari 100.000 molekul yang berbeda). Komposisi yang diperkirakan dalam susu adalah:

a. 87.3% air (sekitar 85,5%-88,7%)

b. 3,9% lemak susu (sekitar 2,4%-5,5%)

c. 8,8% padatan bukan lemak (sekitar 7,9%-10,0%), yaitu:
protein 3,25% (¾ kasein) laktosa 4,6%

d. mineral 0,65 % yaitu: Ca, sitrat, P, Mg, K, Na, Zn, Cl, Fe, Cu, sulfat, bikarbonat, dan banyak lainnya.

e. asam 0,18% misalnya asam sitrat, format, asetat, laktat, oksalat.
enzim-enzim, misalnya peroksidase, katalase, fosfatase, lipase.

f. gas-gas, misalnya oksigen, nitrogen.

g. vitamin-vitamin, misalnya vitamin A, C, D, tiamin, riboflavin dan lainnya.

Dari hasil percobaan, didapatlah kadar casein dalm larutan susu kental yang diujikan yaitu 1,62%. Hasil ini tidak begitu jauh seperti keterangan diatas bahwa dalam susu itu terkandung 3,25% protein, dan ¾ nya adalah casein, sedangkan lainnya merupakan laktalbumin dan laktogloulin.

Percobaan ini bias membuktikan bahwa penggunaan susu cocok untuk semua jenis umur dan susu dapat memproduksi makanan penting, seperti mentega dan keju. Susu mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lain-lain. Kekurangan dari susu adalah kandungannya yang rendah terhadap zat besi, tembaga, vitamin C dan vitamin D.

Susu adalah sebuah biasanya berarti cairan bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yoghurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia. Semua orang di dunia ini membutuhkan susu untuk menopang kehidupannya. Baik dari bayi sampai orang yang sudah lanjut usia.

Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka.Sedangkan untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu mengandung banyak vitamin dan protein. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik. Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga susu yang berbentuk fermentasi.

Pada praktikum ini juga didapat beberapa data sebelum terjadinya titrasi, yaitu : ketika 7 ml susu setelah di encerkan dengan 14 ml air, dan hanya diambil 20 ml larutannya saja, campuran susu tampak homogen. Setelah penambahan as. Asetat dan didiamkan selam + 1 jam, campuran susu tampak homogeny dan bergumpal. Ketika di tambahkan Penolftalein warna campuran menjadi merah putih, setelah ditambah formalin larutan berwarna putih lagi.

Setelah dititrasi Duplo oleh NaOH 0,1 N didapatlah hasil V1 dan V2 dengan data yang sama yaitu 1,8 ml. jadi kadar casein yang ditemukan dalam praktikum ini hasilnya adalah 16,2%.


BAB IV

KESIMPULAN

Protein tersusun atas kira-kira 20 macam asam amino yang berikatan satu sama lain dengan ikatan peptida yang dibentuk antara gugus karboksil asam amino dengan gugus amino dari asam amino berikutnya. Protein merupakan molekul besar (berat molekulnya dapat sampai beberapa juta). Terdapat dalam seluruh sel tubuh.

Dalam susu terdapat protein, dan hampir 80% protein dalam susu terdiri dari casein disamping laktalbumin dan laktogloulin.

Dalam percobaan kali ini, kadar casein yang didapatkan setelah melalui proses titrasi secara duplo adalah 1,62%. Percobaan ini bisa membuktikan bahwa penggunaan susu cocok untuk semua jenis umur dan susu dapat memproduksi makanan penting, seperti mentega dan keju. Susu mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lain-lain.


DAFTAR PUSTAKA

Panil, Zulbadar. 2004. Memahami Teori dan Praktek Biokimia Dasar Medis. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

http://teguhsetiawanto.blogspot.com/2007/10/enzim.html

Pudjaatmaka, Hadyana.1989. KIMIA UNTUK UNIVERSITAS. ERLANGGA :

Jakarta

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi

mata Pelajaran Kimia SMA dan Madrasah Aliyah. Jakarta : Depdiknas.

Rival, Harrizul. 1995. Asas Pemeriksaan Kimia . UI Press. Jakarta.

http://pdfdatabase.com/index.php?g=casein+kimia

http://belajarkimia.com/2009/01/definisicasein