Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

29.5.09

Gravimetri

GRAVIMETRI

Adalah suatu metode analisis suatu bahan berdasarkan pada pengukuran berat hasil (penimbangan) dari suatu zat yang hendak ditentukan (analit) yang dipisahkan dari semua komponen lain dari sample atau pelarutnya.

PRINSIP
Yaitu teknik pengendapan untuk memisahkan analit dari pengganggu-penggangunya sehingga diperoleh bentuk yang tidak larut/kelarutannya kecil sekali

Contoh
Penetapan klorida  klor diubah menjadi senyawa yang sukar larut/kelarutannya kecil yakni garam AgCl
Penetapan Sulfat (SO42-)  diubah menjadi BaSO4 atau PbSO4

Tujuan
Mengetahui Teknik Analisis Gravimetri
Memahami Sistem yang ada dalam analisis Gravimetri
Mempunyai kemampuan dasar teori praktis yang mendasari perhitungan-perhitungan dalam analisis kimia
Mempunyai keterampilan dan kemampuan dalam melakukan analisis dengan metode gravimetri ini

Tahap-tahap Gravimetri
1.Penyiapan larutan
2.Pengendapan
3.Digestion (membiarkan endapan berhubungan dengan larutan induknya)
4.Penyaringan/Filtrasi
5.Pencucian
6.Pengeringan (dalam Oven)
7.Penimbangan
8.Perhitungan

Tahap penyiapan larutan
Berhubungan dengan sifat kelarutan suatu zat
Perlu diperhatikan: volume larutan yang hendak diendapkan, konsentrasi larutan, suhu, dan pH






Faktor-faktor yg mempengaruhi kelarutan

1. SUHU
2. SIFAT PELARUT
3. ION SEJENIS
4. AKTIVITAS ION
5. pH
6 HIDROLISIS
7. HIDROKSIDA LOGAM
8. PEMBENTUKAN SENYAWA KOMPLEKS

Tahap pengendapan
Berlaku hukum Van Weimarn
Kecepatan pengendapan = Q - S
S

Kecepatan pengendapan besar → endapan yang diperoleh halus

Kecepatan pengendapan kecil → endapan yang diperoleh besar

Saat pengendapan yang diharapkan bentuk kristal besar atau kecepatan pengendapan harus kecil supaya kristal tidak lolos melalui kertas saring atau nilai Q harus rendah dan S harus besar.

Kristal yang besar dapat terjadi bila dilakukan
1.Pengendapan dilakukan dalam konsentrasi yang rendah/encer
2.Penambahan pereaksi perlahan-lahan dan pengadukan yang lambat
3.pengadukan dilakukan pada larutan panas sebab bila suhu dinaikan kelarutan zat bertambah → nilai S bertambah.
4.pengendapan dilakukan pada pH rendah, karena umumnya kelarutan zat lebih mudah larut dalam kondisi asam → kecepatan pengendapan lambat dari suatu larutan.

Tahap digestion
Tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi endapan yang sudah terbentuk berhubungan dengan larutan induk.




Tahap penyaringan
Perlu diperhatikan kualitas kertas saring misalnya kertas wheatman 40
Jenis kristal. Kasar atau bentuk koloid
Teknik penyaringan

Tahap pengeringan
Tujuan untuk menghilangkan sejumlah air dalam analit
Umumnya dilakukan pada suhu 110 – 120 oC selama 1-2 jam

Tahap penimbangan
Zat yang ditimbang mempunyai susunan yang pasti dan murni
Dilakukan penimbangan beberapa kali sampai diperoleh berat konstan

Tahap perhitungan
Setelah endapan ditimbang, maka bobot analit (WA) dihitung

%A = WA x 100%
WS

WA = bobot analit
WS = Bobot sampel

Untuk menghitung bobot analit dari bobot endapan sering digunakan faktor grafimetri= F

Faktor Grafimetri merupakan perbandingan antara berat zat yang diendapkan (analit) terhadap berat zat/endapan yang ditimbang.

Contoh Cl → zat yang diendapkan (analit)
AgCl → endapan yang ditimbang

F = Cl
AgCl

Beberapa Faktor Gravimetrik

Zat yang Dihitung
Zat yang Dicari
Faktor
AgCl
Cl
Cl
AgCl
BaSO4
S
S
BaSO4
BaSO4
SO3
SO3
BaSO4
Fe2O3
Fe
Fe
Fe2O3
Fe2O3
FeO
FeO
Fe2O3
Fe2O3
Fe3O4
Fe3O4
Fe2O3
Mg2P2O7
MgO
MgO
Mg2P2O7
Mg2P2O7
P2O5
P2O5
Mg2P2O7
PbCrO4
Cr2O3
Cr2O3
PbCrO4
K2PtCl6
K
K
K2PtCl6



Prosedur Percobaan Gravimetri

Suatu larutan sampel yaitu CaCl2. Dengan metode gravimetri carilah berapa gram Ca 2+  yang  ada dalam sampel tersebut.
 Prosedur:
Tambahkan sedikit demi sedikit  10 ml H2C2O4 2 M pada larutan sampel (panaskan dahulu larutan sampel). Aduk.berlahan-lahan.  Biarkan sampai terjadi endapan sempurna. Pastikan semua endapan sudah terjadi, lalu panaskan endapan di atas penangas air selama 1 jam.  Saring endapan dengan kertas saring, cuci dengan aquadest yang mengandung sedikit asam oksalat sampai filtrat bebas dari Cl- (jika perlu periksa dengan larutan perak nitrat 0,1 M).  Tempatkan endapan dalam cawan porselin (yang sudah dipijarkan sampai beratnya konstan).  Pijarkan endapan dalam muffle furnace selama 15 menit, suhu 600-800 oC. Masukkan dalam eksikator, biarkan sampai dingin.  Timbang, ulangi pemijaran sampai diperoleh berat yang konstan.  Hitung besarnya kadar Ca2+ dalam sample.

Kegunaan Untuk Pengolahan Pangan
1.Menganalisis kadar bahan yang terkandung dalam suatu senyawa.
2.Menjadi salah satu metode analisis yang digunakan untuk memisahkan suatu analit dari campurannya, agar diperoleh bahan yang dibutuhkan.
3.Aplikasi dalam pengolahan pangan untuk proses analisis data yang sesuai dengan apa yang diinginkan.