Selamat Datang di X3-PRIMA, Melayani Setulus Hati, Memberikan yang terbaik

20.9.08

Kimia Analitik

KIMIA ANALITIK

Silabus

Kimia Analitik kualitaif / kuantitatif

Bagian I :

  1. Pendahuluan
  2. Ksp
  3. Senyawa Kompleks
  4. Asam, Basa, Hidrolisis, Buffer, pH

Bagian II :

  1. Identifikasi pendahuluan dan Identifikasi zat anorganik (K.A. Kualitatif)

Bagian III : K.A. Kuantitatif

  1. Gravimetri
  2. Volumetri : asam basa, pengendapan, redoks, kompleksiometri
  3. Penukar ion
  4. Ekstraksi
  5. Analisis dengan menggunakan instrumen (spektrofotometri, kromatografi)
  6. Pengolahan data

Buku Pustaka

Vogel, Analisis Anorganik Kualitatif Makro & Semi Makro

Khopkar, Konsep dasar Kimia Analitik

Schaum’s Outline, Kimia Untuk Pemula

Pendahuluan

Kimia Analitik à ilmu yang mendasari penentuan atau pemisahan komposisi suatu bahan atau materi,

Terdiri dari 2 bagian :

  1. Kimia analisis kualitatif à analisis kimia untuk menentukan susunan/identifikasi atau komposisi materi, baik berupa unsur, radikal, gugus fungsi, atau suatu senyawa dari bahan.
  1. Kimia analisis Kuantitatif à analisis kimia untuk menentukan jumlah/kadar komponen penyusun dari suatu bahan/materi.

Contoh :

Suatu larutan garam dapur :

Dengan menggunakan analisis kimia kualitatif à pemeriksaan adanya ion2 Na+ dan Cl-

Dengan analisis kimia kuantitatif à ditentukan berapa kadar garam (NaCl) dalam larutan tersebut.

Skala Operasi Kimia Analitik

Berdasarkan jumlah analit (zat yang ditetapkan / konstituen yang diinginkan), terbagi atas :

Konstituen utama (mayor), artinya Σ analit > 1% dari sampel

Kostituen kecil (minor), artinya Σ analit 0,01 – 1% dari sampel

Konstituen runutan (trace), artinya Σ analit <>

Kegunaan/Aplikasi dari Kimia Analitik

Ciri-ciri kimia analitik :

  1. Menawarkan banyak sekali pemakaian dalam berbagai disiplin kimia, seperti : kimia anorganik, kimia organik, kimia fisik, dan biokimia.
  2. Terpakai luas dalam cabang ilmu pengetahuan lain seperti ilmu lingkungan, pertanian, kedokteran klinik, dll...

Contoh :

Ilmu lingkungan à analisis pencemaran udara atau air : pemantauan SO2, CO, CO2 di udara atau pemeriksaan Oksigen dan Chlor dalam air.

Pertanian à analisis pestisida/insektisida, rasio kalium-natrium dalam pupuk ; analisis mikronutrien seperti Fe, Cu, Zn, Mn, dsb.

Klinik à analisis barbiturat, keracunan makanan, Fe dalam Hemoglobin.

Teknologi pangan à analisis logam-logam berat, food additif, kerusakan pangan, trace element bahan pangan, analisis kimia bahan pangan, dsb..

Hasil Kali Kelarutan

KELARUTAN à jumlah zat yang dapat larut dalam volume tertentu pelarut

Satuan à gram/100 gram pelarut atau g/lt atau mol/lt

Proses melarut terjadi karena :

  1. Zat yang dilarutkan mempunyai gaya tarik-menarik di antara partikel
  2. Pelarut juga mempunyai gaya tarik-menarik antara partikel-partikelnya
  3. Antara zat dengan pelarutnya terdapat gaya tarik-menarik

  1. Proses melarut akan terjadi bila gaya tarik menarik partikel zat dengan partikel pelarut lebih kuat daripada tarik memarik antara sesama partikel zat dan juga lebih kuat dari tarik-menarik antara sesama partilek pelarut sendiri.

Hubungan kelarutan dengan hasil kali kelarutan (Ksp)

Umumnya garam-garam yang sukar larut memiliki Ksp (konstanta solubility product). Contoh : BaSO4, AgCl, AgBr, golongan hidroksida (Fe(OH)2), dll.

Jumlah mol garam per liter disebut kelarutan. Kelarutan dilambangkan dengan huruf S (solubility).

Secara kuantitatif kelarutan berhubungan dengan Ksp. Dari kelarutan dapat dihitung Ksp dan sebaliknya dari Ksp dapat dihitung kelarutan.